Fregat Mogami Australia Resmi Gunakan Propulsi Rolls-Royce MT30, Tiga Unit Pertama Digarap di Jepang

Pemerintah Australia telah mengonfirmasi bahwa armada fregat generasi terbaru mereka (Mogami Upgraded) akan mengandalkan sistem propulsi yang sudah teruji secara global. Keputusan ini mengamankan komponen kunci dalam upaya modernisasi angkatan laut besar-besaran yang diumumkan tahun lalu. Mesin turbin gas Rolls-Royce MT30 telah dipilih untuk menjadi “jantung” bagi 11 unit fregat general-purpose masa depan Angkatan Laut Australia (RAN).
Baca juga: Perkuat Fregat Mogami Australia, NEC Pasok Antena Ikonik UNICORN dan Sensor Bawah Air
Langkah ini menyusul keputusan Canberra pada 2025 untuk mengakuisisi versi mutakhir dari Mogami class Jepang guna menggantikan kapal-kapal lama mereka. Dengan memilih sistem propulsi yang sama dengan yang digunakan oleh armada asli Jepang, Australia berhasil menekan risiko integrasi teknis sekaligus memastikan kompatibilitas penuh dengan desain yang sudah operasional secara matang.
Mesin MT30 dikenal karena kepadatan dayanya yang tinggi namun tetap ringkas. Dalam konfigurasi untuk Mogami class, turbin gas ini bekerja secara sinergis dengan dua mesin diesel pendukung yang mampu menghasilkan tenaga total hingga 70.000 tenaga kuda (hp). Hasilnya, kapal perang ini sanggup dipacu hingga kecepatan lebih dari 35 mph (sekitar 30-32 knot).
Selain mesin utama, aspek kelistrikan kapal juga akan diperkuat dengan pemasangan generator set mtu Series 4000. Menariknya, Rolls-Royce Power Systems akan memasok sistem ini melalui Daihatsu InfinEarth, yang merupakan mitra berlisensi mereka. Integrasi antara sistem propulsi dan daya listrik ini sangat krusial untuk mendukung sistem persenjataan canggih, navigasi, hingga operasional harian di atas kapal.
Gantikan ANZAC Class, Australia Resmi Teken Kontrak Tiga Fregat Mogami Upgraded dari Jepang
Keputusan Australia menggunakan MT30 menempatkan RAN dalam jaringan logistik global yang sangat luas. Saat ini, mesin yang dirakit dan diuji di Bristol, Inggris ini, telah digunakan oleh berbagai kekuatan laut utama dunia, seperti Inggris pada fregat Type 26 dan kapal induk Queen Elizabeth class; Amerika Serikat, kapal perusak Zumwalt class dan kapal perang pesisir (LCS) Freedom Class; Korea Selatan – fregat Daegu Class dan Chungnam class, dan Italia – kapal amfibi multi-peran terbaru.
Bagi Australia, penggunaan mesin yang sama—yang juga dipasang pada program fregat Hunter class di bawah kemitraan AUKUS—akan sangat menyederhanakan proses pemeliharaan, pelatihan kru, serta rantai pasok logistik di masa depan.
Our MT30 engines will power Australia’s new upgraded Mogami-class frigates.
Australia selected Japan’s upgraded Mogami-class frigates last year, which our MT30 marine gas turbine engines already power. The new frigates will enhance the Australian Navy’s undersea warfare and air… pic.twitter.com/fGt0hel6TW
— Rolls-Royce (@RollsRoyce) April 21, 2026
Diperkirakan bernilai sekitar 10 miliar dolar Australia (± US$7,1 miliar), program ini juga menandai tonggak sejarah baru dalam kemitraan strategis antara Australia dan Jepang. Sesuai rencana, tiga kapal pertama akan dibangun langsung di Jepang oleh Mitsubishi Heavy Industries (MHI) sebelum dikirim ke Australia. Kapal perdana dijadwalkan akan dikirim pada tahun 2029 dan mulai beroperasi penuh pada tahun 2030.
Sebagai catatan, Mogami class versi asli Jepang juga merupakan pengguna mesin dari Rolls-Royce. Sistem propulsi Mogami Class JMSDF menggunakan konfigurasi CODAG (Combined Diesel and Gas) yang mengandalkan satu unit turbin gas Rolls-Royce MT30 yang dikombinasikan dengan dua mesin diesel MAN 12V28/33D STC.
Namun, untuk versi Australia, Rolls-Royce kemungkinan besar akan menghadirkan integrasi sistem yang lebih dalam dengan melibatkan industri pertahanan lokal Australia dalam hal manufaktur komponen atau dukungan teknis jangka panjang. Hal ini sejalan dengan komitmen “Australian Industry Capability” yang menjadi syarat mutlak dalam setiap kontrak pertahanan Canberra. (Bayu Pamungkas)
Kapal Induk Italia eks ITS Giuseppe Garibaldi Bawa Teknologi Propulsi COGAG, Ini Plus Minusnya!


