Ambisi “Golden Fleet” Trump: Battleship Trump Class Senilai US$43 Miliar Picu Perdebatan Panas

Pemerintahan Presiden Donald Trump kembali mengguncang doktrin angkatan laut global dengan memperkenalkan proyek ambisius bernama Trump class Battleship. Kapal perang raksasa ini merupakan bagian inti dari visi “Golden Fleet” yang dicanangkan Trump sejak Desember 2025 untuk membendung ekspansi kekuatan laut Cina di kawasan Pasifik.
Namun, proyek ini langsung mendapat sorotan tajam karena label harganya yang fantastis, yakni mencapai US$43 miliar hanya untuk tiga unit kapal pertama.
USS Defiant, yang direncanakan sebagai kapal utama (lead ship) dalam kelas ini, diperkirakan akan menyedot pendanaan sebesar US$17 miliar pada tahun anggaran 2028 saja. Dengan bobot mencapai 35.000 ton, Trump class merupakan monster laut yang berukuran tiga kali lipat dari kapal perusak (destroyer) kelas Arleigh Burke yang saat ini menjadi tulang punggung US Navy. Kapal ini dirancang untuk menjalankan peran komando dalam gugus tugas kapal induk (carrier strike group) dengan kemampuan tempur yang belum pernah ada sebelumnya.
Secara teknis, Trump class membawa persenjataan yang sangat masif untuk memastikan dominasi di lautan, seperti dilengkapi dengan 128 sel peluncuran vertikal (VLS) untuk berbagai jenis rudal. Kapal ini direncanakan mengusung senjata hipersonik, meriam rel (railguns), serta teknologi laser untuk pertahanan udara. Bertindak sebagai pusat komando dan kendali yang membebaskan kapal-kapal yang lebih kecil dari beban tugas manajerial di tengah pertempuran.
The first Trump-class battleship is expected to cost over $17 billion, with three ships totaling more than $43 billion, according to early estimates.
Source: Axios pic.twitter.com/p9NyQSrdoo
— Clash Report (@clashreport) April 29, 2026
Laksamana Muda Ben Reynolds sebagai Deputy Assistant Secretary of the Navy for Budget, menyatakan bahwa kehadiran kapal sebesar ini sangat esensial untuk menghindari pengorbanan kemampuan (tradeoffs) yang sering terjadi pada kapal berukuran kecil. Menurutnya, Trump class memberikan ruang yang cukup untuk mengintegrasikan semua teknologi mutakhir tanpa kompromi.
Meski tampak perkasa di atas kertas, proyek ini sarat dengan skeptisisme. Para kritikus memperingatkan bahwa kapal raksasa senilai puluhan miliar dolar tetap rentan terhadap ancaman modern, seperti serangan drone murah atau rudal balistik anti kapal yang kini dikuasai oleh negara-negara rival. Kehilangan satu kapal seperti USS Defiant bukan hanya akan menjadi kerugian finansial yang dahsyat, tetapi juga pukulan telak bagi prestise militer AS.
🇺🇲 U.S. Navy Eyes “Trump-Class” Battleship Purchase in FY 2028
The U.S. Navy plans to request $17 billion from Congress in fiscal year 2028 to fund the first Trump-class battleship, part of efforts to develop a next-generation surface combatant as older cruisers are phased out.… pic.twitter.com/7YPeUBFlvf
— Visioner (@visionergeo) April 29, 2026
Selain isu kerentanan, kondisi industri galangan kapal AS juga menjadi perhatian serius. Proyek ini muncul di tengah ketegangan internal setelah pemecatan mantan Sekretaris Angkatan Laut, John Phelan, yang menambah beban pada manajemen galangan kapal yang sudah kesulitan memenuhi target produksi. Publik kini menanti apakah “Golden Fleet” ini benar-benar akan menjadi simbol supremasi Amerika di laut, atau justru menjadi beban anggaran yang sulit dipertahankan dalam jangka panjang. (Gilang Perdana)
Jerman Mulai Bangun Frigat F126 Class – Jadi Kapal Perang Terbesar Jerman Sejak Perang Dunia II



FYI…….AIN’T HAPPENING. DIS NOV, WE IMPEACH ORANGE CLOWN