Angkatan Laut Australia (RAN) menunjukkan keseriusannya dalam menjaga kesiapan tempur armada permukaan di tengah dinamika regional yang kian memanas. Meski telah memulai proses pensiun bertahap untuk kapal-kapal tertua di kelasnya, Australia justru memberikan kontrak desain teknik baru senilai $163 juta (sekitar Rp1,72 triliun) kepada BAE Systems Australia – Maritime untuk melakukan peningkatan besar-besaran pada sisa unit fregat ANZAC class yang masih beroperasi. (more…)
Situasi di kawasan Indo-Pasifik sempat memanas setelah kapal perang Angkatan Laut Australia (RAN), HMAS Toowoomba, dilaporkan tetap melanjutkan pelayarannya di Laut Cina Selatan meskipun mendapat peringatan keras dan pemantauan ketat dari militer Cina. Insiden ini mempertegas sikap Canberra yang menolak klaim teritorial Beijing di perairan strategis tersebut. (more…)
Bila Indonesia kini tengah gandrung atas serangkaian uji coba KSOT (Kapal Selam Autonomous) , termasuk uji penembakan torpedo yang fenomenal, maka Australia pun tak ingin kehilangan momentum dalam pengembangan kapal selam tanpa awak, persisnya pada 31 Oktober 2025, Anduril Industries resmi membuka fasilitas manufaktur barunya di Australia untuk memproduksi kapal selam tanpa awak (UUV) yang dinamakan Ghost Shark atau Extra Large Autonomous Underwater Vehicle (XL-AUV). (more…)
Tak semua program alutsista Australia diigarap dengan cepat, seperti offshore patrol vessel (OPV) Arafura class yang dibangun untuk Angkatan Laut Australia (RAN). Nyatanya baru memulai sea trial pada bulan Agustus 2024, padahal kapal tersebut sudah diluncurkan tiga tahun sebelumnya. (more…)
Selain mengumumkan proyek pengembangan drone bawah laut yang disebut XLAUV (Extra–Large Autonomous Underwater Vehicle), Angkatan Laut Australia (RAN) rupanya juga mendukung pengembangan jenis drone bawah laut berukuran besar lain, yakni Speartooth LUUV (Large Unmanned Underwater Vehicle). Bedanya bila XLAUV dibuat oleh Anduril Industries, maka Speartooth dibuat oleh C2 Robotics. (more…)
Luyang Class (depan) dan Yuzhao Class (belakang) (Foto: Istimewa)
Dari laporan Departemen Pertahanan Australia, disebutkan ada dua kapal perang Angkatan Laut Cina yang terlibat dalam aksi ‘serangan’ laser ke pesawat intai Angkatan Udara Australia (RAAF) Boeing P-8A Poseidon di Laut Arafura. Masing-masing adalah kapal perusak (destroyer) Type 052C Luyang Class dan kapal pendarat amfibi – Landing Platform Dock (LPD) Type 071 Yuzhao Class. (more…)
Untuk ukuran Indonesia, kapal perang yang masuk kedinasan pada tahun 1992, mungkin masih tergolong ‘muda’ dan biasaya masih dioperasikan secara penuh untuk mengawal lautan NKRI. Namun lain halnya dengan Australia, Kementerian Pertahanan Australia baru saja mengumumkan berakhirnya masa tugas frigat HMAS Melbourne (FFG 05). Persisnya pada 27 September lalu, kapal perang berbobot 4.260 ton ini telah melakukan pelayaran terakhirnya menuju Pelabuhan Sydney, menandai berakhir pengabdian frigat berpeluru kendali yang sudah mengabdi di arsenal AL Australia (RAN) selama 27 tahun. (more…)
Masyarakat pembayar pajak di Australia belum lama ini dibuat kaget, lantaran baru mengetahui bahwa frigat HMAS Perth (FFH 157) – Anzac Class sudah dua tahun ini berada di dok kering (dry dock) Henderson shipyard, Australia Barat. Padahal frigat canggih dengan bobot mati 3.810 ton ini sudah merampungkan proses upgrade pada sistem elektronik dan persenjataannya. Tidak beroperasinya frigat ini tentu mengundang pertanyaan besar bagi khalayak di Negari Kangguru. Memang ada rencana untuk memesiunkan frigat Anzac Class secara bertahap, tapi itu baru dilakukan mulau tahun 2030, seiring dengan diterimanya frigat anyar Hunter Class untuk AL Australia (RAN). (more…)
Setelah hadir dalam Pameran Pertahanan dan Maritim – IMDEX 2019 di Singapura, kapal induk helikopter HMAS Canberra (LHD-02) yang dikawal frigat HMAS Newcastle diwartakan telah merapat di Dermaga JITC II Pelabuhan Tanjung Priok (18/5), sebelum pulang ke Australia. Yang menarik, kapal perang terbesar AL Australia (RAN) yang tergabung dalam misi muhibah Indo-Pacific Endeavour 2019, juga membawa empat helikopter tempur Tiger ARH (Armed Reconnaissance Helicopter) yang dioperasikan AD Australia. (more…)
Di awal September 1999, yaitu pasca berlangsungnya jejak pendapat di Timor Leste (d/h Timor Timur) terjadi kesibukan luar biasa di Dermaga Pelabuhan Dili. Kala itu terjadi mobilisasi kekuatan besar-besaran dari militer Australia yang menjadi pentolan INTERFET (International Force for East Timor). Selain mengandalkan jalur udara, deployment material tempur, pasukan dan logistik juga dipercayakan lewat jalur laut. Dan diantara elemen armada AL Australia (RAN) yang terlibat aktif dalam misi di Timor, ada sosok kapal yang sangat futuristik pada zamannya. (more…)