
Jika di Indonesia Pangkalan Koarmada II di Dermaga Ujung (Surabaya) menjadi pangkalan Angkatan Laut terbesar, maka di Australia predikat pangkalan angkatan laut terbesar dipegang oleh Fleet Base West (dikenal secara resmi dengan nama HMAS Stirling). (more…)

Dinamika kemitraan strategis trilateral AUKUS (Australia, Inggris, dan Amerika Serikat) menorehkan babak baru. Dalam pertemuan tingkat tinggi di sela-sela gelaran IISS Shangri-La Dialogue di Singapura, ketiga negara mengumumkan amandemen signifikan terkait cetak biru pengadaan kapal selam nuklir (SSN – Nuclear-powered Attack Submarine) klaster pertama (Pillar I) untuk Angkatan Laut Australia (Royal Australian Navy – RAN). (more…)

Pemerintah Australia resmi mengumumkan langkah masif untuk mempertahankan kekuatan pemukul di bawah permukaan lautnya. Demi menjembatani celah kemampuan (capability gap) sebelum kedatangan kapal selam bermesin nuklir di bawah pakta AUKUS, pembayar pajak di Australia harus merogoh kocek tambahan hingga AU$11 miIiar atau setara dengan US$7,3 miIiar. (more…)

Proyek ambisius Australia untuk memperkuat armada permukaan melalui program fregat masa depan berbasis desain Mogami class asal Jepang kini memasuki babak baru dalam pemilihan sistem persenjataannya. (more…)

Bila Indonesia kini tengah gandrung atas serangkaian uji coba KSOT (Kapal Selam Autonomous) , termasuk uji penembakan torpedo yang fenomenal, maka Australia pun tak ingin kehilangan momentum dalam pengembangan kapal selam tanpa awak, persisnya pada 31 Oktober 2025, Anduril Industries resmi membuka fasilitas manufaktur barunya di Australia untuk memproduksi kapal selam tanpa awak (UUV) yang dinamakan Ghost Shark atau Extra Large Autonomous Underwater Vehicle (XL-AUV). (more…)

Terlepas dari pakta pertahanan AUKUS – Australia (Au), Inggris (UK), dan Amerika Serikat (US) yang dibentuk pada 15 September 2021, pada dasarnya Australia telah menjalankan peran sebagai sekutu utama AS di kawasan Indo Pasifik, yang mana kedua negara disatukan pada kepentingan untuk menghadapi ancaman dari Cina. (more…)

Dengan tingkat kesulitan yang tinggi serta biaya yang besar, program upgrade armada kapal selam identik dengan waktu yang panjan karema memakan waktu beberapa tahun. Seperti pada kasus kapal selam diesel listrik Collins class milik Angkatan Laut Australia (Royal Australian Navy/RAN), yang mau tak mau harus di-upgrade agar nampu beroperasi optimal hingga tibanya kapal selam bertenaga nuklir, Virginia class dan AUKUS class. (more…)

Departemen Pertahanan Australia pada tanggal 4 Agustus 2025, mengumumkan sesuatu yang penting terkait program alutsista strategis, yakni pemenang program SEA 3000 – General Purpose Frigate, untuk menggantikan armada fregat ANZAC class. Setelah mengevaluasi empat kandidat, maka fregat Mogami class buatan Jepang dari Mitsubishi Heavy Industries (MHI) terpilih memenangkan kontrak senilai Aus$10 miliar (US$6,5 miliar). (more…)

Sebuah anomali terjadi di Selandia Baru, yakni saat kunjungan dan pelayaran kapal induk helikopter – Landing Helicopter Dock (LHD) HMAS Canberra milik Angkatan Laut Australia di Wellington, ibu kota Selandia Baru. Dalam kunjungan tersebut, HMAS Canberra ternyata menyebabkan gangguan frekuensi radio dan internet di pesisir kota terbesar kedua di Selandia Baru itu (more…)

Selain mengumumkan komisioning kapal kombatan bertonase besar, Angkatan Laut Australia (Royal Australian Navy/RAN) belum lama ini meresmikan (komisioning) atas dua unit kapal patroli Evolved Cape class – HMAS Cape Schanck 313 dan HMAS Cape Solander 312 di pangkalan angkatan laut (Lanal) di HMAS Coonawarra, Darwin. (more…)