Tag: Royal Australian Navy

Leeuwin Class: Kapal Hidro Oseanografi Andalan AL Australia

Bila TNI AL punya KRI Rigel 933 dan KRI Spica 934 sebagai kapal andalan untuk misi survei hidro oseanografi, maka AL Australia (RAN) punya HMAS Leeuwin A 245 dan HMAS Melville A 246 sebagai kapal hidro oseanografi andalan, yang keduanya disebut sebagai Leeuwin Class survey vessel. Hanya dibekali senjata berupa senapan mesin berat, fungsi dan peran Rigel Class dan Leeuwin Class adalag serupa, hanya saja dari segi tonase, Leeuwin Class punya dimensi dan tonase lebih besar, menjadikan kapal hidro oseanografi Australia ini punya endurance berlayar lebih lama dan dapat beroperasi di lautan lepas. (more…)

AL Australia Bangkitkan Nama Attack Class, Kini dalam Sosok Kapal Selam Masa Depan

Bila Singapura tengah menanti kedatangan kapal selam terbaru Type 218SG yang dijadwalkan unit perdana akan diserahkan pada tahun 2021, maka dari belahan selatan Indonesia, Australia juga telah mencangkan untuk mengganti secara bertahap 6 unit kapal selam Collins Class yang telah beroperasi sejak 1996. Monster Bawah Laut yang bakal menjadi taring AL Australia (Royal Australian Navy) belum lama ini telah dikukuhkan namanya sebagai “Attack Class.”

(more…)

Frigat Hunter Class: Jurus Australia Hadapi Ekspansi Kekuatan Bawah Laut Cina

Meski baru mulai dibangun pada tahun 2020, namun gema kehadiran frigat ini mulai terasa, dan bila kelak nanti telah diluncurkan, maka sosoknya layak disebut sebagai salah satu frigat tercanggih yang ada di kawasan Asia Pasifik. Yang dimaksud adalah Hunter Class, frigat yang bakal menjadi andalan AL Australia (RAN) untuk menggantikan frigat ANZAC Class yang telah dioperasikan sejak 1996. Hadirnya Hunter Class, nantinya akan memperkokoh armada laut Australia, setelah sebelumnya Negeri Kangguru ini mengorder dan telah mengoperasikan destroyer Hobart Class. (more…)

Nyaris Disengat Torpedo Kapal Selam Cakra Class, Inilah Profil HMAS Kanimbla

Di periode 1999-2000, hubungan Indonesia dan Australia mencapai tensi tertinggi terkait campur tangan Australia dalam jejak pendapat di Timor-Timur. Dan salah satu penggalan yang menarik dari ‘drama’ tersebut adalah terungkapnya bahwa salah satu kapal angkut yang juga berperan sebagai kapal komando, HMAS Kanimbla (L51), ternyata pernah nyaris menjadi sasaran ganasnya torpedo kapal selam TNI AL Cakra Class (Type 209/1300). (more…)

HMAS Sirius: Kapal Tanker Militer Terbesar di Kawasan Pasifik

Masih lekat dalam ingatan tentang operasi pembebasan sandera MV Sinar Kudus di Teluk Aden tahun 2011, saat itu Satuan Tugas (Satgas) Duta Samudera I yang terdiri dari dua frigat Van Speijk Class, KRI Abdul Halim Perdanakusuma 355 dan KRI Yos Sudarso 353 diperintahkan menuju lokasi penyanderaan. Berangkat dari Tanjung Priok pada 23 Maret 2011, bila ditarik garis lurus jarak yang bakal ditempuh kedua frigat TNI AL mencapai 6.500 km dari Indonesia, sementara jarak jelajah frigat Van Speijk adalah 4.000 km. Dari perhitungan diatas kertas, maka kedua kapal perang era 60-an ini memerlukan bekal ulang dan pengisian bahan bakar lanjutan sebelum tiba di TKP. (more…)

Canberra Class: Kapal Induk Amfibi Terbesar di Belahan Asia Selatan

Selain berstatus sebagai sekutu Amerika Serikat, antara Singapura dan Australia disatukan pada satu pilihan, yakni sama-sama pernah memproyeksikan pengadaan pesawat tempur stealth STOVL (Short Take Off and Vertical Landing) F-35B. Singapura menyatakan menunda pembelian F-35B, sementara Australia akhirnya malah membatalkan rencana pembelian F-35B. Namun ditinjau dari rencana penempatan, seandainya F-35B jadi diakuisisi maka akan menjadi elemen tempur pada kapal induk helikopter atau LHD (Landing Helicopter Dock). Dalam terminologi lain, LHD kerap disebut juga sebagai kapal induk amfibi, lantaran kapal induk ini dapat melancarkan serangan amfibi dengan menerjunkan pasukan dan meluncurkan ranpur amfibi.

(more…)

HMAS Choules: Jadi LPD Terbesar di Belahan Asia Selatan

Tak semua alutsista mampu mengemban misi taktis dan strategis, berperan penting disaat perang dan punya kontribusi besar dalam operasi militer selain perang. Di matra laut, maskot untuk kategori diatas adalah LPD (Landing Platform Dock). Peran mulai dari kapal markas, kapal pendarat sampai rumah sakit, semua bisa di cover oleh LPD. Mengingat peran penting LPD, setelah mengoperasikan enam unit LPD, belum lama ini TNI AL kembali memesan LPD 124 meter kepada PT PAL berdasarkan kontrak 11 Januari 2017. Selain Indonesia, Singapura dan Filipina, ternyata Australia juga mengoperasikan LPD, meski hanya satu unit, LPD Royal Australian Navy menjadi yang terbesar di kawasan. (more…)

Collins Class Australia: Kapal Selam Canggih dengan Segudang Masalah

Collins-Rollout

Dalam jagad kompetisi dan eksistensi kapal selam di kawasan, nama Collins Class milik AL Australia (Royal Australian Navy) tak bisa dikesempingkan. Bahkan dari polling yang diselenggarakan Indomiliter pada bulan November 2013, justru menunjukkan Collins Class sebagai lawan tanding terberat bagi armada kapal selam (kasel) TNI AL. Dari polling yang diikuti 726 responden, saat itu pengaruh Collins Class dianggap jauh berada diatas Scorpene Class Malaysia dan Sjoorman Class Singapura. (more…)

Armidale Class RAN: Kapal Patroli Penjaga Batas Laut Teritorial Australia

hmas-armidale-920-6

Bagi para ‘manusia perahu’ yang berjuang mengadu nasib menuju Australia, dan mungkin juga bagi sebagian nelayan Indonesia, boleh jadi sudah familiar dengan sosok Armidale Class, tipe kapal patroli milik AL Australia yang memang sengaja di deploy pemerintah Negeri Kangguru untuk mengawal dan memproteksi batas wilayah laut. Singkatnya, bila ada manusia perahu dan aksi illegal fishing yang menyinggung kepentingan Australia, maka besar kemungkinan 14 unit Armidale Class yang bakal memberi tindakan hukum di tengah laut. (more…)