Pernah Sandar di Jakarta, Korvet Iran IRIS Dena Tenggelam Diserang Torpedo di Lepas Pantai Sri Lanka

Pernah sandar di Pelabuhan Tanjung Priok dalam misi pelayaran persahabatan pada bulan November 2022, ada kabar tragis bahwa kapal perang milik Angkatan Laut Iran, korvet IRIS (IRINS) Dena (75), dilaporkan telah karam di perairan internasional lepas pantai Sri Lanka setelah dihantam serangan torpedo mematikan yang dilepaskan oleh kapal selam Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy).
Insiden yang terjadi pada Rabu dini hari, 4 Maret 2026, ini menandai eskalasi tempur terbuka pertama di mana kapal selam AS menenggelamkan kapal musuh sejak berakhirnya Perang Dunia II.
Kronologi kejadian bermula saat IRIS Dena baru saja menuntaskan partisipasinya dalam latihan militer multilateral Milan 2026 di Visakhapatnam, India. Kapal perang tersebut sedang dalam perjalanan pulang menuju Iran melalui jalur selatan Sri Lanka.
Menurut laporan dari ABC News dan otoritas pemantau wilayah, ketegangan memuncak sekitar pukul 05.08 waktu setempat ketika IRIS Dena mengirimkan sinyal darurat (distress call) dari posisi 40 mil laut di lepas pantai Galle, Sri Lanka. Sesaat setelah sinyal dikirimkan, sebuah ledakan hebat yang berasal dari bawah garis air menghantam lambung kapal, memicu kerusakan struktur masif yang membuat kapal tersebut patah dan tenggelam hanya dalam hitungan menit.
Video just now released showing the sinking of the IRIS Dena off the coast of Sri Lanka with an Mk. 48 torpedo. pic.twitter.com/oaZ2kGEwfC
— OSINTdefender (@sentdefender) March 4, 2026
Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, dalam konferensi pers mendadak di Pentagon mengonfirmasi bahwa penyerangan tersebut dilakukan oleh salah satu kapal selam serbu cepat kelas Virginia milik US Navy. Meskipun nama spesifik kapal selam tersebut belum dirilis secara resmi demi alasan keamanan operasional, kehadiran kapal selam nuklir Virginia class di wilayah tersebut memang telah dipantau dalam kerangka Operation Epic Fury.
Serangan ini dieksekusi menggunakan satu unit torpedo kelas berat Mark 48 (Mk48). Torpedo ini bekerja dengan cara yang sangat spesifik; alih-alih menabrak lambung, Mk48 meledak tepat di bawah lunas (keel) kapal, menciptakan gelembung tekanan udara raksasa yang mengangkat kapal dan mematahkan tulang punggungnya sebelum akhirnya gravitasi menarik bangkai kapal tersebut ke dasar laut yang dalam.
Torpedo MK48 Mod 7 – Andalan Kapal Selam AS dan Australia dalam Menghadapi Armada Laut Sang Naga
Pihak berwenang Sri Lanka melalui laporan Reuters menyebutkan bahwa operasi penyelamatan segera diluncurkan oleh penjaga pantai dan angkatan laut setempat. Sebanyak 32 awak kapal berhasil diselamatkan dari permukaan air, namun tragedi ini memakan korban jiwa yang besar. Laporan awal menyebutkan setidaknya 87 pelaut Iran tewas atau hilang, mengingat IRIS Dena membawa sekitar 140 hingga 180 personel saat kejadian. Tim penyelamat yang tiba di lokasi hanya menemukan sisa-sisa tumpahan minyak dan beberapa rakit penolong yang terapung di tengah samudra.
Kehilangan IRIS Dena menjadi pukulan telak bagi Teheran karena kapal ini memiliki sejarah diplomasi yang kuat. Publik Indonesia memiliki kedekatan tersendiri dengan kapal ini, yang pernah melakukan pelayaran persahabatan keliling dunia pada November 2022. Saat itu, IRIS Dena bersama kapal induk logistik IRIS Makran bersandar di Dermaga JICT II, Tanjung Priok, Jakarta, dalam misi merayakan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Iran.

Sebagai korvet Moudge class yang dibangun secara mandiri oleh industri pertahanan Iran, Dena adalah simbol kebanggaan nasional yang dilengkapi dengan rudal anti-kapal Qader dan sistem pertahanan udara modern.
Kini, kapal perang berbobot 1.500 ton yang pernah menyapa publik Jakarta itu telah bersemayam di dasar Samudra Hindia. Washington menegaskan bahwa serangan ini adalah bagian dari kampanye untuk melumpuhkan kekuatan maritim Iran yang dianggap mengancam keamanan jalur perdagangan internasional. Dunia kini menanti dengan penuh kewaspadaan, mengamati bagaimana Teheran akan membalas penenggelaman salah satu aset tempur tercanggihnya yang dieksekusi secara “sunyi dan mematikan” oleh predator bawah laut Amerika Serikat. (Bayu Pamungkas)
Moudge Class – Destroyer Rasa Korvet Produksi Dalam Negeri Iran



Sayang beribu sayang, tidak aware padahal kalau status perang seharusnya semua kaprang siaga.
Masih ditunggu klaim Iran bahwa mereka menembak sebuh destroyer AS danenembuk jatuh sebuah pesawat AS di dekat Tehran.
Sonar dan torpedo decoy apa tidak diaktifkan? Apa dipikir karena masih jauh dari daerah konflik jadi tidak diaktifkan sonarnya.
Atau jangan-jangan tidak punya sonar dan torpedo decoy.