
Pemerintah Australia resmi mengumumkan langkah masif untuk mempertahankan kekuatan pemukul di bawah permukaan lautnya. Demi menjembatani celah kemampuan (capability gap) sebelum kedatangan kapal selam bermesin nuklir di bawah pakta AUKUS, pembayar pajak di Australia harus merogoh kocek tambahan hingga AU$11 miIiar atau setara dengan US$7,3 miIiar. (more…)

Ancaman peperangan asimetris yang dipicu oleh proliferasi drone kamikaze telah mencapai babak baru yang mengejutkan. Jika sebelumnya struktur pelindung improvisasi—atau yang sering disebut sebagai “cope cages”—hanya terlihat pada unit kavaleri di garis depan, kini perlindungan serupa telah merambah ke aset paling strategis dalam triade nuklir Rusia. (more…)

Dunia intelijen maritim tengah dihebohkan oleh laporan investigasi CNN yang mengungkap rincian tenggelamnya kapal kargo Rusia, Ursa Major, pada 23 Desember 2024. Kapal yang dimiliki oleh perusahaan yang terafiliasi dengan pemerintah Rusia tersebut dilaporkan karam di wilayah perairan dalam yang sangat terpencil, sekitar 200 mil laut di lepas pantai Pasifik Utara, dalam jalur pelayaran rahasia menuju Semenanjung Korea. (more…)

Selain proyek dari perusahan Jerman – Thyssenkrupp Marine Systems dan Diehl Defence, yang tengah merancang rudal hanud (pertahanan udara) yang diluncurkan dari tabung torpedo kapal selam, maka boleh jadi klaim dari ilmuwan Cina ini juga bakal lebih menarik perhatian global, pasalnya akan merubah tatanan dalam dunia peperangan bawah air. (more…)