General Dynamics Electric Boat, anak perusahaan dari General Dynamics, resmi mengamankan porsi kontrak jumbo dari Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy). Dalam pengumuman paket kontrak Angkatan Laut bernilai total US$76,6 miliar, Electric Boat mengantongi dana sebesar US$29,5 miliar untuk pembuatan lima unit tambahan kapal selam rudal balistik Columbia class dan US$42,1 miliar untuk penambahan sembilan unit kapal selam serang nuklir Virginia class, beserta dukungan anggaran bagi pengembangan infrastruktur galangan kapal. (more…)
Penempatan kapal selam serang bertenaga nuklir (SSN) milik Amerika Serikat dan Inggris di Australia melalui skema Submarine Rotational Force – West (SRF-W) mulai tahun depan (2027) menandai pergeseran peta kekuatan militer yang amat signifikan di kawasan Indo-Pasifik. (more…)
Dinamika kemitraan strategis trilateral AUKUS (Australia, Inggris, dan Amerika Serikat) menorehkan babak baru. Dalam pertemuan tingkat tinggi di sela-sela gelaran IISS Shangri-La Dialogue di Singapura, ketiga negara mengumumkan amandemen signifikan terkait cetak biru pengadaan kapal selam nuklir (SSN – Nuclear-powered Attack Submarine) klaster pertama (Pillar I) untuk Angkatan Laut Australia (Royal Australian Navy – RAN). (more…)
Program ambisius pengadaan kapal selam nuklir Australia senilai Aus$368 miliar kini tengah berada di persimpangan jalan yang sangat krusial dan penuh ketidakpastian. Berdasarkan laporan terbaru dari The Guardian (5/2/2026), janji Amerika Serikat untuk mentransfer kapal selam Virginia class kepada Canberra mulai diragukan oleh banyak analis internasional. (more…)
Kehadiran kapal selam Hai Kun class, yang menjadi tonggak kemandirian pertahanan Taiwan, membawa berbagai kecanggihan teknologi tersembunyi yang membuatnya sejajar dengan kapal selam modern dunia. Salah satu komponen paling krusial yang menyita perhatian adalah sistem penglihatan atau periskopnya. (more…)
Pengadaan kapal selam bertenaga nuklir Australia, baik Virginia class dan AUKUS class tak pelak membuat Negeri Kanguru punya daya deteren adiguna khas negara adidaya. Meski begitu, kontroversi atas pengadaan alutsista berharga super mahal itu tak kunjung redup. Belakangan muncul komentar bernada miring dari mantan perwira kapal selam Angkatan Laut Australia (RAN). (more…)
Menyongsong era kapal selam bertenaga nuklir, Australia telah mencanangkan beberapa persiapan, selain pemilihan basis pangkalan, tak kalah penting adalah menggenjot program pengadaan kapal selam transisi, mengingat kapal selam rancangan Australia-Inggris AUKUS class baru akan diluncurkan pada awal tahun 2040. Dan guna mengisi masa transisi operasional kapal selam nuklir, maka pemerintah Australia berdasarkan pakta pertahanan AUKUS memutuskan untuk membeli tiga unit kapal selam nuklir Virginia class Block IV dan VII. (more…)
Pada 13 Desember 2023, Senat Amerika Serikat mengesahkan Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional – National Defense Authorization Act (NDAA), yang sekaligus menyetujui penjualan tiga unit kapal selam bertenaga nuklir Virginia class ke Australia. Ini merupakan babak besar dalam kebijakan strategi pertahanan, lantaran baru ini pertama AS menyetujui penjualan kapal selam nuklir kepada sekutunya. (more…)
Merujuk pada kesepatakan trilateral pakta pertahanan AUKUS, maka pada tahun 2027 sudah mulai ditempatkan secara bergantian kapal selam bertenaga nuklir milik Amerika Serikat dan Inggris di Australia, yakni sebelum Negeri Kanguru mengoperasikan kapal selam nuklir AUKUS class pada tahun 2040. Dan menyongsong pembukaan pangkalan kapal selam nuklir, serangkaian persiapan telah dipersiapkan saat ini. (more…)
Proyek pengadaan kapal selam bertenaga nuklir Virginia class dan AUKUS class telah disepakati oleh petinggi Australia, Amerika Serikat dan Inggris di San Diego pada 13 Maret 2023. Meski Australia harus menanti hingga tahun 2030, AS dan Inggris mulai tahun 2027 sepakat menempatkan sejumlah kapal selam nuklirnya secara bergantian di Australia. Dan menyongsong era kapal selam nuklir, maka pertanyaan kemudian, akan ditempatkan dimanakah kapal selam nuklir Australia nantinya? (more…)