UAC Pamerkan Model Skala LTA, Varian Tanpa Awak (Loyal Wingman) Sukhoi Su-75 Checkmate

Ada yang menarik dari booth United Aircraft Corporation (UAC) yang berada di paviliun Rusia saat Dubai Airshow 2025 (17 – 21 November 2025), yaitu model skala dari LTA (Light Tactical Aircraft), yang wahana tanpa awak yang mengadopsi mainframe dari jet tempur stealth bermesin tunggal Sukhoi Su-75 Checkmate.
Baca juga: Dubai AirShow 2021: Untuk Pertama Kali, Sukhoi Su-75 Checkmate Dipamerkan di Luar Rusia
Varian drone ini dirancang untuk berfungsi sebagai drone Loyal Wingman, menciptakan sinergi tempur yang lebih hemat biaya di pasar domestik dan ekspor.
Konsep LTA pertama kali diperkenalkan ke publik secara internasional bersamaan dengan peluncuran model Su-75 Checkmate itu sendiri, yaitu pada ajang MAKS 2021 di Moskow dan kemudian dipromosikan di Dubai Airshow 2021. Dalam pameran tersebut, UAC memamerkan model Su-75 di samping makna drone yang memiliki kemiripan desain yang mencolok.
Sukhoi mengonfirmasi bahwa Su-75 dirancang untuk beroperasi secara networked dengan beberapa platform tak berawak, yang kemudian diklasifikasikan sebagai proyek LTA.

Keberadaan LTA menggarisbawahi strategi dua tingkat Loyal Wingman Rusia, yang didorong oleh pertimbangan efisiensi dan peran misi, seperti untuk Loyal Wingman kelas berat diwakili oleh S-70 Okhotnik untuk jet tempur stealth Su-57 Felon. Filosofi kunci S-70 adalah serangan jarak jauh (deep strike). Kemudian untuk Loyal Wingman kelas ringan diwakili oleh LTA untuk Su-75 Checkmate. Filosofi kunci LTA adalah shared airframe, expendable, hemat Biaya, dan berorientasi untuk ekspor.
Dengan berbagi airframe antara Su-75 dan LTA, Rusia dapat mengurangi kompleksitas logistik dan biaya produksi secara dramatis, menjadikan LTA sebagai drone Loyal Wingman yang ideal untuk attrition warfare.

Karena LTA masih dalam tahap pengembangan, spesifikasi yang ada didasarkan pada target desain UAC dan analisis industri. Desain dasar LTA mengadopsi bentuk sayap dan permukaan kontrol yang sama dengan Su-75, dengan perhatian khusus pada minimisasi Radar Cross-Section (RCS).
Maximum Take-Off Weight (MTOW) LTA diperkirakan antara 7 hingga 10 ton. Ini lebih ringan daripada S-70 Okhotnik, mencerminkan klasifikasi Light Tactical Aircraft. LTA mengusung satu mesin jet/turbofan non-afterburning. Ini meningkatkan efisiensi bahan bakar dan mengurangi jejak panas (heat signature) untuk misi pengintaian dan durasi yang lebih lama.
Rusia Ajukan Paten Baru Desain Sukhoi Su-75 Checkmate – Varian Tandem Seat dan Tanpa Awak
Rancangan LTA diduga mampu mempertahankan kecepatan subsonik tinggi (sekitar Mach 0.8–0.9) agar dapat berintegrasi dan mengawal formasi Su-75. Dan tak lupa, LTA dilengkapi kompartemen senjata internal untuk mempertahankan sifat siluman. Mampu membawa muatan smart munitions ringan, rudal udara-ke-udara, atau perangkat keras Electronic Warfare (EW).
Sebagai varian tanpa awak dari Su-75, LTA akan menjalankan peran kritis di bawah kendali pilot Su-75 berawak, yang utama adalah peran Loyal Wingman, LTA dapat terbang di formasi tempur, menerima perintah real-time dari Su-75 untuk melakukan manuver taktis, serangan, atau pengintaian.
Viral: UAC Rilis Foto Prototipe Jet Siluman Su-75 Checkmate Bersama Su-57 Felon
Kemudian peran pengintaian lanjut (ISR), LTA terbang di depan formasi untuk memperluas jangkauan sensor Su-75, bertindak sebagai sensor node garis depan. LTA dapat membawa peralatan jamming untuk mengganggu radar atau komunikasi musuh, memungkinkan Su-75 berawak menyerang tanpa terdeteksi.
Dan terakhir peran LTA sebagai umpan (decoy), LTA dirancang untuk menjadi umpan yang menarik perhatian dan tembakan rudal musuh, melindungi Su-75 yang jauh lebih berharga.
Secara keseluruhan, Proyek LTA menegaskan visi Rusia untuk masa depan di mana biaya rendah dan produksi massal drone otonom menjadi faktor penentu dalam superioritas udara, menjadikannya kunci keberhasilan ekspor bagi jet tempur Su-75 Checkmate, yang kabarnya akan melakukan uji penerbangan perdana pada tahun depan. (Haryo Adjie)
Tampil Lebih Stealth, Drone Tempur Rusia Sukhoi S-70 Dilengkapi “Flat Jet Nozzle”



Secara dimensi dan muatan, walau tergolong kelas ringan LTA lebih besar dari MUCCA (Medium Unmanned Collaborative Combat Aircraft) dan perannya sebagai Loyal Wingman keduanya hampir sama, namun untuk jangkauan operasi MUCCA dipatok 1.400 nautical mile (setara 2.590 km) sedangkan LTA (Light Tactical Aircraft) tidak disebutkan? 🤔