Thailand Digitalkan Armada Stryker 8×8: Pasang Sistem Tempur Jaringan BMS Leonardo DRS

Digunakan secara aktif oleh unit infanteri ringan dan unit reaksi cepat (Quick Reaction Force/QRF) dalam konflik di perbatasan dengan Kamboja, Angkatan Darat Thailand (RTA) belum lama ini memutuskan program upgrade besar-besaran untuk ranpur Styrker 8×8, berupa pemasangan advanced Battle Management System (BMS) dari Leonardo DRS, yang mengubah Styrker menjadi platform tempur digital yang terhubung dalam jaringan.

Baca juga: Lakukan Serangan ke Perbatasan Kamboja, Thailand Kerahkan MBT T-84 Oplot Buatan Ukraina

Kontrak senilai lebih dari US$7 juta dari Leonardo DRS diperkirakan akan mencakup instalasi sistem pada sekitar 60-70 unit Stryker di batch awal. Pemasangan BMS ditujukan untuk kendaraan-kendaraan di unit-unit infanteri lapis baja terdepan (misalnya Divisi Infanteri ke-11) yang akan menjadi ujung tombak operasi digital RTA.

Battle Management System (BMS) dari Leonardo DRS (berbasis pada sistem MFoCS Angkatan Darat AS) adalah inti dari modernisasi ini. BMS adalah sistem Komando, Kendali, Komunikasi, Komputer, dan Intelijen (C4I) yang terintegrasi penuh.

Pemasangan BMS pada Sytrker membawa pengaruh pada real-rime common cperating picture (COP), lomandan di dalam Stryker memiliki peta digital medan perang yang selalu diperbarui, menampilkan posisi Stryker kawan (Blue Force Tracking) dan posisi musuh yang terdeteksi. BMS menyediakan alat perencanaan misi, penargetan, dan komunikasi yang sangat cepat antar kendaraan dan pos komando (CP). Dan data dari sensor Stryker dapat langsung diolah oleh BMS dan dikirim ke aset artileri atau udara kawan.

Meski Diproduksi Perusahaan Kanada, Ini Sebab Ekspor Ranpur Stryker 8×8 Tetap dalam Kendali AS

Sistem ini mencakup perlindungan siber untuk memastikan data taktis dan komunikasi tidak disusupi oleh musuh. Dengan integrasi teknologi Leonardo DRS ini, Ranpur Stryker Thailand kini memiliki kapabilitas untuk beroperasi dalam lingkungan tempur digital modern, setara dengan unit lapis baja tercanggih di dunia. Peningkatan ini merupakan lompatan besar dari kemampuan Angkatan Darat Thailand sebelumnya.

Ranpur Stryker yang dioperasikan oleh Angkatan Darat Thailand dilengkapi dengan sistem senjata yang canggih yang dioperasikan dari dalam kendaraan, sehingga meningkatkan perlindungan bagi awaknya. Sebagian besar Stryker Thailand menggunakan Protector M153 Common Remotely Operated Weapon Station II (CROWS II) buatan Norwegia (Kongsberg).

Untuk 10 Yonif Mekanis, India Rencana Akusisi 530 Unit Ranpur Stryker 8×8, Termasuk Peluang Produksi Secara Lokal

Keunggulan dari RWS Protector adalah fleksibilitasnya, yang memiliki universal mount cradle (dudukan universal) yang memungkinkan pemasangan beberapa jenis senjata berat, tergantung misi.

Dokumen penjualan awal yang disetujui untuk Thailand secara eksplisit menyebutkan pembelian 60 unit Senapan Mesin M2 Flex .50 cal (12,7 mm) bersama dengan kendaraan, mengonfirmasi bahwa HMG M2 adalah persenjataan standar utama mereka.

Kontrak upgrade ini awalnya diumumkan sekitar Februari 2025 (dengan pengumuman terbaru di November 2025 yang memperkuat kemitraan dengan Chaiseri). Kontrak ini diberikan melalui Angkatan Darat AS di bawah program US Government Grant Assistance (Program Bantuan Hibah Pemerintah AS), yang menggarisbawahi dukungan AS terhadap modernisasi militer Thailand.

Pukul Mundur Pasukan Ukraina di Kursk, Untuk Pertama Kali Rusia Menyita APC M1126 Stryker 8×8

Thailand membuat sejarah dengan menjadi negara pertama di luar AS yang mengoperasikan kendaraan tempur beroda 8×8 jenis Stryker M1126 produksi General Dynamics Land Systems (GDLS).

Akuisisi pertama Stryker dimulai pada tahun 2019 dengan pengiriman batch pertama Stryker diterima oleh RTA pada Agustus 2019, dikirim langsung dari pangkalan Angkatan Darat AS di Hawaii. Dari beberapa batch pengiriman, Angkatan Darat Thailand total mengoperasikan sekitar 130 unit Stryker 8×8. (Gilang Perdana)

Kim Jong Un Kepincut Alutsista Buatan AS, Inilah Panser ‘Stryker’ Cita Rasa Korea Utara

One Comment