Tandingi Black Hornet, Perusahaan Turki Luncurkan Drone Intai di Kelas Nano

Pasar drone intai di kelas nano, kini turut dijajaki oleh Turki lewat kemunculan NanoAlp, yang dipamerkan saat IDEF 2025 di Istanbul. Diluncurkan oleh perusahaan pertahanan Turki, Uludoğan, NanoAlp dirancang untuk melakukan pengintaian jarak dekat di lingkungan yang diperebutkan.
Dengan panjang keseluruhan hanya 25 sentimeter, drone intai sekelas Black Hornet ini dijadwalkan untuk memasuki produksi massal pada kuartal ketiga tahun 2025.
Menurut Uludoğan, NanoAlp dirancang untuk digunakan dalam pengaturan operasional yang kompleks dan berisiko tinggi di mana aset ISR (Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance) tradisional mungkin terlalu besar, mudah dideteksi, atau rentan. Sistem ini dirancang untuk menyediakan informasi intelijen secara real-time kepada pasukan darat yang beroperasi di medan perkotaan yang padat, ruang terbatas, atau area yang rentan terhadap peperangan elektronik.

Dalam konsep dan bentuk, NanoAlp sangat mirip dengan Black Hornet Nano dari Teledyne FLIR, dan diharapkan dapat bersaing di ceruk taktis yang sama. Layaknya mitranya dari Barat, platform Turki ini dirancang khusus untuk penggunaan satu prajurit, operasi senyap, dan kehadiran di medan perang yang nyaris tak terlihat.
“Dikembangkan untuk mengatasi lanskap operasional yang kompleks ini, Uludoğan NanoAlp menghadirkan kesadaran situasional secara real-time, mempercepat proses pengambilan keputusan, dan meringankan beban kognitif personel di lapangan, bahkan di lingkungan tanpa dukungan GPS dan tanpa frekuensi radio (RF),” demikian pernyataan perusahaan tersebut dalam literatur produknya.
Inilah Spesifikasi Hummingbird, Drone Mikro Kopian Black Hornet 3
Uludoğan menekankan bahwa NanoAlp dilengkapi unit pencitraan termal beresolusi tinggi dan kamera elektro-optik yang dioptimalkan untuk lingkungan dengan cahaya redup, sehingga menyediakan utilitas operasional 24 jam. Tautan Software-Defined Radio (SDR) yang aman mendukung transmisi data terenkripsi pada jarak jauh, bahkan dalam kondisi frekuensi radio yang buruk.
Seperti dikutip Defence-Blog, spesifikasi detail NanoAlp belum dirilis, drone ini dilengkapi dengan rotor dan sistem daya baru yang dirancang untuk stabilitas dan daya tahan lama, yang menurut perusahaan akan mendukung waktu terbang yang lebih lama bahkan di lingkungan dengan turbulensi angin atau suhu ekstrem. (Gilang Perdana)
Digunakan Yonhub TNI AD, Inilah Kecanggihan Drone Intai ‘Nano’ Black Hornet PD-100


