
Kerinduan yang mendalam akan kehadiran jet tempur Sukhoi Su-35 buat sebagian netizen begitu berarti. Dengan dasar rasa nasionalisme yang tak ingin melihat kekuatan udara Indonesia terlihat inferior (dibandingkan) Singapura dan Australia, menjadikan kedatangan Su-35 masih begitu dinanti, meski harus diakui sampai kini beragam penundaan dan tantangan masih jadi kendala dalam proses akuisisi. (more…)

Cina pernah sesumbar bila kemampuan jet tempur Shenyang J-11D lebih baik dibanding Sukhoi Su-35 buatan Rusia. Hal tersebut didasarkan J-11D sudah dilengkapi radar Active Electronically Scanned Array (AESA). Namun belum lama ini ada kabar bahwa Cina justru kembali akan membeli paket Su-35, setelah 24 unit Su-35 pesanan tahun 2015 telah tuntas diserahkan ke Negeri Tirai Bambu pada April 2019. Pertanyaan yang mengemuka, mengapa Cina masih mengidamkan Su-35 bila mereka telah yakin kemampuan J-11D lebih unggul? (more…)

Meski pernah merasakan kekecewaan lantaran kesiapan operasional yang rendah dan terakhir ‘digosipkan’ rontok dalam duel udara di Kashmir melawan jet tempur AU Pakistan, namun itu semua rupanya tak membuat India berpaling dari sosok Sukhoi Su-30MKI, yang didapuk sebagai varian Sukhoi Su-30 tercanggih dan telah menjadi tulang punggung kekuatan udara Negeri Anak Benua tersebut. Dan kabar terbaru malah menyebut India kembali ingin mengakuisisi 18 unit Su-30MKI dari Rusia. (more…)

Setelah sukses melaksanakan serangkaian uji coba pada bom P-250L (Live), Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI pada 12 April 2019 melakukan penandatanganan kontrak pengadaan bom buatan PT Dahana untuk kebutuhan TNI AU, khususnya pada jet tempur Sukhoi Su-27/Su-30MK2 Skadron Udara 11. Sebelumnya TNI AU telah menggunakan bom serupa, yaitu jenis dumb bomb P-100L untuk jenis pesawat tempur yang sama. (more…)

Pemberitaan tentang kesepatakan pembelian jet tempur Sukhoi Su-35 antara Mesir dan Rusia belum lama ini membuat warganet di Indonesia keki, pasalnya kedatangan Su-35 di Indonesia penuh lika-liku dan ketidakpastian. Seperti diketahui, setelah tarik ulur mengenai komoditi yang akan di barter tuntas, problem pengadaan Su-35 untuk Indonesia masuk babak baru dengan adanya potensi sanksi dari Amerika Serikat lewat Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA). (more…)

Drama pengadaan 11 unit jet tempur Su-35 untuk TNI AU kembali memasuki season baru pada pertengahan bulan Desember ini, setelah muncul pernyataan dari Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Verobieva, yang meminta Indonesia untuk menunggu proses produksi Sukhoi Su-35 Flanker E yang dilakukan setelah negosiasi pembelian pesawat tempur Su-35 dengan pemerintah Indonesia ditandatangani. (more…)

Meski membuat pukulan pada industri pertahanan Rusia, di sisi lain, sanksi Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA) yang diterapkan Amerika Serikat justru membawa berkah dan kesempatan bisnis bagi Ukraina. Sebagai negara yang dahulu tergabung dalam Uni Soviet, Ukraina mempunyai basis sistem dan standar senjata yang relatif sama dengan Rusia. Bahkan, beberapa pasokan penting alutsista Uni Soviet berada di tangan Ukraina, sebut saja seperti mesin kapal. (more…)

‘Sekali layar terkembang, pantang surut ke belakang,’ mungkin menjadi pepatah yang pas untuk menggabarkan sikap Pemerintah Indonesia terkait pengadaan jet tempur Sukhoi Su-35 Super Flanker. Meski tekanan dan bayang-bayang sanksi dari Amerika Serikat masih menjadi momok bagi Rusia dan Indonesia, tetapi demi menjaga wibawa dan kehormatan negara, komitmen pengadaan Su-35 terus dijalankan dengan alternatif skenario pembayaran. (more…)

Bila tiada aral melintang, kedatangan gelombang perdana Sukhoi Su-35 tinggal dalam hitungan bulan, meski detail barter belum disepakati dan risiko sanksi dari Amerika Serikat masih terbuka, namun persiapan untuk menyambut kedatangan sang heavy fighter sudah dalam proses di Lanud Iswahjudi, Madiun. Dan diantara beragan keunggulan Super Flanker ini adalah adopsi teknologi panjejak target berbasis elektro optik keluaran terbaru. (more…)

Tentang rencana mundurnya Indonesia dari program KFX/IFX plus kabar adanya tekanan dari Washington pada proses pengadaan Sukhoi Su-35 Super Flanker, sempat membuat ‘kegaduhan’ dalam jagad pemerhati alutsista di Tanah Air. Dan masih terkait pengadaan alutsista, belum lama berselang ada pernyataan dari petinggi Rostec, perusahaan negara di bidang pengembangan dan ekspor komoditi teknologi tinggi Rusia, disebutkan ada kemungkinan Indonesia membeli lima unit Su-35 tambahan. (more…)