Cina Bakal Akuisisi (Lagi) Armada Jet Tempur Sukhoi Su-35, Ini Alasannya!

Cina pernah sesumbar bila kemampuan jet tempur Shenyang J-11D lebih baik dibanding Sukhoi Su-35 buatan Rusia. Hal tersebut didasarkan J-11D sudah dilengkapi radar Active Electronically Scanned Array (AESA). Namun belum lama ini ada kabar bahwa Cina justru kembali akan membeli paket Su-35, setelah 24 unit Su-35 pesanan tahun 2015 telah tuntas diserahkan ke Negeri Tirai Bambu pada April 2019. Pertanyaan yang mengemuka, mengapa Cina masih mengidamkan Su-35 bila mereka telah yakin kemampuan J-11D lebih unggul?

Baca juga: Dengan Radar AESA, Shenyang J-11D Disebut-sebut Lebih Hebat dari Sukhoi Su-35

Seperti diketahui, Cina merupakan pembeli asing pertama Su-35, kontrak bernilai sekitar US$2,5 miliar untuk pengiriman 24 jet tempur ke Cina ditandatangani pada 2015. Kontrak tersebut menetapkan pengiriman peralatan dan mesin cadangan. Dalam perspektif politik, adalah wajar bila Rusia ingin menawarkan alutsista-nya ke Cina yang merupakan kawan sekaligus kompetitor di blok negara komunis.

Dalam hal inovasi, Cina yang dikebal sukses meng-copas produk senjata buatan Rusia, kini telah menjelma sebagai kekuatan yang sangat maju di sektor dirgantara, salah satu yang amat kentara ambisi program jet tempur dan pembom stealth yang ingin menandingi Amerika Serikat.

Manuver Su-35 yang memukau dalam Paris Air Show 2013.

Dikutip dari nationalinterest.org (22/7), Moksow telah menawarkan kembali paket Su-35 ke Cina dan media lokal Cina menyebut Beijing kemungkinan besar akan menerima tawaran Rusia. Saluran Televisi Militer Cina melaporkan bahwa Cina dapat membeli lebih banyak Su-35 untuk menggantikan jet tempur yang berusia tua. Saat ini Cina memiliki sekitar 3.000 pesawat, termasuk 1.700 jet tempur, yang jumlahnya kira-kira menyamai kekuatan udara AS.

Namun yang jadi masalah, dari 1.700 jet tempur AU Cina, mayoritas sudah ketinggalan zaman, lantaran diproduksi di era Perang Dingin. Salah satu armada yang cukup banyak, dengan jumlah mencapai ratusan adalah varian turunan MiG-21 yang basisnya adalah buatan era 60-an. Seolah berpacu dengan waktu, analis militer meyakini pengembangan jet tempur yang saat ini tengah berjalan, seperti jet tempur siluman Chengdu J-20 tidak akan mencukupi untuk mendukung kesiapan tempur militer Cina, terutama jika dihadapkan pada tantangan logistik dalam mempertahankan armada jet tempur tua.

Thrust vectoring nozzle Su-35.

Pendapat berbeda diutarakan pengamat militer Cina, Fu Qianshao, kepada Globat Times Ia menyebut Cina dapat membeli lebih banyak Su-35, namun bukan untuk menggantikan pesawat tua, lantaran harga jet tempur Rusia tersebut dinilai terlalu mahal, dan Cina kadung memiliki armada jet tempur tua dalam jumlah besar. Fu menyebut penggantian jet tempur tua akan menggunakan produksi pesawat dari dalam negeri yang lebih murah.

“Setelah pembelian batch pertama Su-35, maka saat ini Cina tidak perlu lagi mempelajari jet itu secara teknis. Cina akan membeli Su-35 lebih untuk mendukung efisiensi, dimana akan lebih banyak suku cadang dan personel yang dapat menguasai pengoperasian pesawat twin jet itu,” ujar Fu.

Baca juga: Bikin Penasaran! Chengdu J-20 Segera Masuk Fase Produksi dan Tidak Akan di Ekspor

Lepas dari itu semua, tak bisa dipungkiri akuisisi atas tawaran Su-35 juga terkait faktor politik dan ekonomi. Dalam hal ekonomi, order Su-35 akan menyelamatkan industri pertahanan Rusia yang terpuruk, lantaran Rusia ‘kesulitan’ menjual Su-35 akibat sanksi – Countering Americaโ€™s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA) yang diterapkan AS. (Gilang Perdana)

83 Comments