Update Krisis IranKlik di Atas

Sukses Vietnam! Mengubah Meriam Tarik M-46 Soviet Menjadi SPH Modern PTH-130 pada Sasis KamAZ-6560

Angkatan Darat Vietnam kembali membutikan kreativitasnya dalam modifikasi sistem senjata artileri medan (armed), kali ini dengan menjadikan meriam tarik lawas era Soviet M-46 kaliber 130 mm, menjadi self propelled howitzer (SPH) PTH-130, yang mengusung platform kendaraan taktis (rantis) truk KamAZ-6560 8×8 buatan Rusia.

Baca juga: Pengguna Pertama di Asia Tenggara, Vietnam Resmi Akuisisi 20 Unit Self Propelled Howitzer K9 Thunder

PTH-130 telah dioperasikan oleh Angkatan Darat Vietnam, dan dipamerkan di berbagai acara pertahanan selama beberapa tahun; Rencana varian PTH-130 dari sasis KrAZ-255B sudah ada sejak tahun 2017. Proyek ini merupakan kelanjutan dari uji coba PTH-105, yang menjadikan howitzer tarik 105 mm buatan AS yang dipasang pada truk Ural. Dan yang terbaru, PTH-130 mengusung sasis truk KamAZ-6560.

Kabin pada sasis KamAZ-6560 tampaknya telah menambahkan perlindungan balistik, kemungkinan terhadap peluru 7,62 mm. Belum ada pernyataan resmi mengenai perubahan pada sistem artileri itu sendiri.

PTH-130 pada dasarnya adalah sistem artileri yang menggabungkan meriam tarik era Perang Dingin dengan sasis truk militer modern. Mengubah meriam tarik M-46 yang membutuhkan waktu lama untuk dipasang dan dipindahkan, menjadi sistem swagerak dengan mobilitas tinggi. Ini sangat penting untuk taktik “tembak-dan-lari” (shoot-and-scoot) untuk menghindari tembakan balasan musuh.

Racik Alutsista Tua, Vietnam Kembangkan Artileri Swagerak D-44 dengan Basis Truk Ural 6×6

Varian awal meriam M-46 dipasang pada sasis truk off-road KrAZ-255B 6×6. Varian ini dikenal sebagai PTH130-K255B. Dan yang terbaru, meriam M-46 pada sasis truk KamAZ-6560 8×8 dari Rusia, yang menawarkan perlindungan balistik pada kabin dan mobilitas yang lebih baik.

Meriam M-46 kaliber 130 mm (diproduksi mulai tahun 1951 hingga 1971), punya jangkauan maksimum sekitar 27,5 km dengan amunisi standar, dan bisa mencapai hingga 37-38 km dengan peluru aktif-reaktif. Laju tembakan M-46 adalah 6 hingga 8 putaran per menit (tergantung mode tembak).

Angkatan Darat Filipina Resmikan Batalyon Artileri Baru dengan 12 Unit SPH Atmos 2000

Proyek PTH-130, bersama dengan self propelled Vietnam lainnya seperti PTH-105 (menggunakan howitzer M101 105mm) dan PTH-152 (menggunakan howitzer D-20 152mm), menunjukkan Vietnam secara mandiri mampu memodifikasi dan mengintegrasikan peralatan militer yang sudah tua (meriam) dengan teknologi kendaraan modern (truk) untuk menciptakan sistem tempur baru, dan dalam aspek operasional, meriam swagerak berbasis truk lebih mudah dan cepat dipindahkan ke posisi tembak daripada meriam tarik tradisional.

Secara umum, PTH-130 adalah contoh dari kemampuan industri pertahanan Vietnam untuk mengoptimalkan inventaris lama mereka agar tetap relevan dalam peperangan modern. (Gilang Perdana)

Eksperimen, Howitzer M2A2 105mm Pernah Dipasang di Helikopter

3 Comments