KSAU Singapura: Fokker F50 Maritime Enforcer MK2 Akan Terus Dioperasikan, Inilah Pesawat Intai Maritim Tercanggih di Asia Tenggara

Masih dalam kaitan Singapore AirShow 2022 yang dihelat 15 – 18 Februari di Changi Exhibition Expo, KSAU Singapura Mayor Jenderal Kelvin Khong memberikan beberapa pernyataan menarik seputar updata postur angkatan udara terkuat di Asia Tenggara itu. Selain mengumumkan penggunaan armada F-16 hasil upgarde sampai satu dekade mendatang, KSAU Singapura juga menyampaikan keterangan tentang kesiapan tempur dan operasional dari elemen pesawat patroli maritim – maritime patrol aircraft (MPA).

Baca juga: KSAU Singapura – F-16 Fighting Falcon Terus Dioperasikan Hingga Satu Dekade Mendatang

Dikutip dari Janes.com (15/2/2022), AU Singapura (RSAF) diwartakan telah meng-upgrade pesawat intai maritim Fokker F50 Maritime Enforcer MK2, dan meningkatkan kerja sama dengan AL Singapura untuk melindungi teritori dan kepentingan Singapura di lautan. Hal tersebut diungkapkan oleh Kelvin Khong dalam jawaban tertulis atas pertanyaan yang telah dikirimkan media menjelang Singapore Airshow 2022.

AU Singapura saat ini mengoperasikan lima badan pesawat Fokker-50 dalam konfigurasi patroli maritim yang disebut F50 Maritime Enforcer MK2, sementara empat pesawat lainnya telah dikonfigurasi untuk peran utilitas umum. Pesawat ini pertama kali dikirim pada tahun 1993 dan semua dioperasikan oleh Skadron 121 RSAF.

Ketika dioperasikan sebagai pesawat patroli maritim, F50 Maritime Enforcer MK2 biasanya diawaki oleh dua pilot dan seorang loadmaster dari angkatan udara, dan tiga operator sistem dari angkatan laut. Sementara itu, varian pesawat angkut utilitas dapat menampung hingga 39 penerjun payung lengkap atau 21 korban di tandu dengan dua petugas medis.

Mayor Jenderal Khong mengungkapkan bahwa armada pesawat patroli maritim Fokker-50 RSAF menjalani program perpanjangan masa pakai pada tahun 2017 untuk mengganti komponen yang menghadapi keusangan. “Kami akan terus mengoperasikan Fokker F50 dengan meningkatkan atau memperoleh sistem baru jika diperlukan guna memastikan kami tetap mampu secara operasional dan efektif,” tambahnya.

Fokker F50 Maritime Enforcer MK2 dilengkapi belly dome yang berisi radar maritim pulse doppler AN/APS-134(v)7. Dari kemampuannya, AN/APS-134(v)7 dapat menangkap sasaran hingga jarak 296,3 km. Radar generasi 90-an ini berputar dengan kecepatan 150 rpm untuk mendeteksi objek kecil di permukaan laut seperti periskop kapal selam atau kapal pembajak. Fokker memesan enam unit radar APS-134(v)7 dengan nilai US$26 juta pada tahun 1992 untuk melayani pesanan AU Singapura dengan penyerahan akhir pada 1996.

Fokker F50 Maritime Enforcer MK2 dapat meluncurkan torpedo Mk44/Mk46, Stingray, A244/S, rudal anti kapal AM-39 Exocet, AGM-84 Harpoon, atau Sea Eagle. Awalnya Singapura begitu merahasiakan kapabilitas Fokker F50. Namun kemudian semuanya terungkap setelah Singapura mengajukan pembelian 24 unit AGM-84 Harpoon yang merupakan varian Harpoon yang diluncurkan dari pesawat udara pada tahun 1996.

Baca juga: Fokker F50 Maritime Enforcer MK2 – Intai Maritim Taktis dengan Kemampuan Penindakan Penuh di Lautan

Untuk melibas kapal selam, Fokker F50 Maritime Enforcer dapat menjatuhkan sonobuoy untuk mendeteksi kapal selam. Secara keseluruhan untuk membawa payload senjata, F50 dilengkapi dengan dua pylon di bawah tiap sayap dan satu pylon di setiap sisi fuselage sehingga total ada enam pylon yang siap digunakan untuk operasi lawan permukaan dan lawan bawah permukaan. (Dani Sapari)

6 Comments