KSAU Singapura: F-16 Fighting Falcon Terus Dioperasikan Hingga Satu Dekade Mendatang

F-16 AU Singapura di Pitch Black 2018

Menyambut hajatan pameran kedirgantaraan Singapore AirShow 2022, KSAU Singapura Mayor Jenderal Kelvin Khong memberikan update perkembangan modernisasi alutsista di negeri terkuat di Asia Tenggara tersebut, disebutkan bahwa Angkatan Udara Singapura (RSAF) sejak Juni 2021 telah mulai menerima F-16 Fighting Falcon yang mendapatkan paket upgrade.

Baca juga: Singapura Kirim Detasemen F-15SG dan F-16 ke Lanud Andersen di Guam

Dikutip dari Straitstimes.com (14/2/2022), hal tersebut dikatakan Kelvin Khong dalam sebuah wawancara tertulis pada Senin (14 Februari) menjelang Singapore Airshow 2022, yang berlangsung dari 15 -18 Februari. Kemampuan baru F-16 yang mendapatkan upgrade mencakup jangkauan yang diperluas untuk deteksi dan penanggulangan ancaman. Kokpit F-16 juga telah ditingkatkan dengan tampilan baru untuk meningkatkan kesadaran situasional bagi pilotnya.

Program upgrade F-16 Singapura dilakukan di fasilitas lokal. Seperti halnya program eMLU atas F-16 A/B Block15 OCU TNI AU, maka program upgrade F-16 Singapura juga dipimpin oleh Lockheed Martin. Bila eMLU F-16 di Indonesia melibatkan peran industri seperti PT Dirgantara Indonesia, di Singapura mitra lokal yang terlibat adalah ST Engineering Aerospace.

F-16D AU Singapura dengan Sniper ATP.

Pada Januari 2014, Singapura diketahui mendapatkan restu dari Amerika Serikat untuk melakukan modernisasi pada 40 unit F-16 C/D Block52 dan 20 unit F-16D Advanced Block 52. Paket peningkatan pada F-16 yang disetujui senilai US2,43 miliar, terdiri atas item pemasangan radar AESA (active lectronically scanned array) AN/APG-83 besutan Northrop Grumman, mission computers, helmet mounted sights dan integrasi pada berbagai jenis senjata baru, seperti GBU-38 Joint Direct Attack Munition (JDAM), GBU-49/50 Enhanced Paveway II dual-mode guided bombs dan CBU-105 Sensor-Fuzed Weapon.

Tidak cuma itu, paket upgrade juga mencakup integrasi rudal udara ke udara AIM-9X Sidewinder dan Joint Helmet Mounted-Cueing System (JHMCS).

Pada Desember 2015, Lockheed Martin telah diberikan kontrak senilai US$914 juta untuk melakukan upgrade pada armada F-16 Singapura, dan kemudian ada kontrak tambahan pada November 2016 senilai US$27 juta untuk empat opsi pendukung pada program F-16 Singapura.

Meski tak diakui secara resmi, F-16 Singapura dikabarkan juga dilengkapi electronic warfare suite buatan Israel. Seperti halnya F-16 kepunyaan Israel, F-16D dan 20 unit F-16 Advanced Block 52 (F-16D+) Singapura juga dilengkapi “spine’ dan conformal fuel tank, yang identik dengan F-16I Israel. Singapura adalah salah satu dari tiga negara Asia (Taiwan dan Korea Selatan) yang kini tengah meningkatkan armada F-16 ke standar Viper.

F-16 D Block 52 AU Singapura

KSAU Singapura mengatakan pengiriman jet yang ditingkatkan berikutnya akan berlangsung secara bertahap. F-16 mulai dioperasikan Singapura pada tahun 1998 dan masa operasionalnya akan habis setelah tahun 2030. “Kami akan terus mengoperasikan pesawat tempur ini setidaknya selama satu dekade lagi dan mempersiapkan pengganti F-16 di akhir masa operasionalnya,” tambahnya.

Pengganti F-16 Singapura, tak lain adalah F-35B Lihtning II, dimana jadwal pengiriman perdana jet tempur stealth pertama di Asia Tenggara ini akan dilakukan pada tahun 2026.

F-35B Lightning II, bisa lepas landas vertikal seperti Harrier.

Seperti diketahui, Kementerian Pertahanan Singapura pada 2019 mengumumkan akuisisi empat unit F-35B dengan delapan opsi tambahan lainnya. “Kami memiliki proses evaluasi yang ketat dan saat ini terus mengikuti perkembangan F-35 dengan cermat. Kami akan memastikan bahwa F-35B memenuhi persyaratan kami sebelum resmi dioperasikan,” ujar Kelvin Khong.

Baca juga: Singapura Akuisisi F-35B dengan Kemampuan STOVL, Ini Sejumlah Alasannya!

Jet tempur multi-peran F-15SG, sementara ini tetap menjadi komponen utama dari armada tempur AU Singapura, F-15SG pertama dikirim ke Singapura pada tahun 2009. Khong mengatakan, angkatan udara akan terus mengevaluasi kebutuhan untuk upgrade untuk memastikan relevansi dan efektivitas operasional F-15SG. (Gilang Perdana)

5 Comments