Gelaran Indo Defence 2018 tak lama lagi akan dijelang (7 – 10 November), dan seperti biasa, ajang pameran pertahanan dua tahunan ini akan memberikan kesempatan bagi para vendor alutsista dari dalam dan luar negeri untuk unjuk kebolehan, dan tentunya diakhiri unjuk penawaran kepada Kementerian Pertahanan RI. (more…)
Kemandirian alutsista sudah barang tentu menjadi hak setiap negara, meski terkadang lompatan teknologi yang dihasilkan membuat sebagian dari kita menjadi tercengang. Seperti Cina yang merilis pesawat Airborne Early Warning and Control (AEW&C) terbaru, KJ-200. Dibangun dari platform Shaanxi Y-8 yang ditenagai empat mesin turbo propeller, KJ-200 membetot perhatian lantaran mengadopsi radar airborne model tegak dengan teknologi Active Electronically Scanned Array (AESA). (more…)
Dengan bekal kemampuan deteksi obyek bawah laut yang terbilang lengkap, KR (Kapal Riset) Baruna Jaya I milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan KRI Rigel 933 dari Dinas Hidro Oseanografi (Dishidros) TNI AL, menjadi ujung tombak operasi pencarian dan evakuasi bangkai pesawat Lion Air JT610 yang jatuh di Tanjung Karawang pada Senin (29/10) lalu. (more…)
Sistem komunikasi personal pada prajurit merupakan tantangan tersendiri yang harus dipenuhi guna mewujudkan konsep future soldier. Bicara tentang hal tersebut, kebutuhan radio militer model genggam (handheld) tak bisa lagi dikesampingkan lagi, dari unit radio handheld yang kini sudah digunakan pada level regu misalnya, dipandang tak mencukup untuk mendukung kelengkapan prajurit yang secara kuantitas cukup besar. (more…)
Ada kabar yang membuat bangga datang dari Bumi Priangan, pasalnya BUMN Strategis PT Len Industri (Persero), pada Rabu siang (31/10), telah meluncurkan sistem radar terbaru buatan dalam negeri. Tidak tanggung-tanggung, radar yang dimaksud dari jenis 2D Air Surveillance Radar yang digadang untuk memenuhi kebutuhan militer. (more…)
Meski jarang ditampilkan dihadapan publik, tank penggelar jembatan atau tank bridgelayer bukan lagi sosok yang asing di Indonesia. Ransus (kendaraan khusus) roda rantai pengusung jembatan lipat (scissors bridgelayer) ini sudah dikenal kavaleri TNI AD sejak era kedatangan tank ringan AMX-13 di dekade 60-an, berlajut ke platform Stormer (AVLB) di dekade 90-an dan yang paling baru adalah Beaver AVLB yang digadang mendukung pergerakan MBT (Main Battle Tank) Leopard 2A4. (more…)
Pertengahan tahun lalu (2017), Saab Bofors Dynamics telah memperkanlkan apa yang disebut sebagai RBS-70 NG RWS (Remote Weapon Station) di Defence and Security Equipment International (DSEI), London, dan berlanjut ke penampakan mockup-nya di Singapore AirShow 2018. Bagi para penggiat dunia alutsista tentu melihat hadirnya RBS-70 NG sebagai rudal MANPADS (Man Portable Air Defence System) dalam model remote dan multiple launcher adalah sesuatu yang menarik, sekaligus mengundang tanda tanya. (more…)
Dalam cuplikan dokumenter seputar sejarah perjuangan Kemerdekaan kerap menyisipkan penampilan ranpur lapis baja roda rantai. Yang lumayan sering tampil seperti tank ringan M3/M5 Stuart dan tank medium M4A3 Sherman. Kedua tank tersebut adalah kombinasi andalan Belanda dalam dua kali Agresi Militernya di Indonesia. Nah, masih di segmen ranpur roda rantai yang digunakan semasa Londo berkuasa, ada yang juga kerap tampil di film dokumenter, namun namanya kurang dikenal. (more…)
Siapa yang tak kenal dengan Oto Melara 76 mm, digunakan setidaknya di 15 unit kapal perang TNI AL, menjadikan kanon reaksi cepat besutan Italia ini begitu mahsyur dalam jagad alutsista TNI. Kanon ini dalam beragam variannya terus didaptasi untuk kebutuhan kelas kapal perang. Nah, meski kondang sebagai senjata utama di kapal perang, namun siapa sangka Oto Melara 76 mm juga pernah didaptasi ke dalam platform kendaraan tempur lapis baja. (more…)
Diantara update beragam alutsista keluaran terbaru, menelusuri jejak alutsista tua yang masih tersisa menjadi sesuatu yang manarik, pasalnya ada sejarah yang melekat dari senjata tersebut. Di lini armanda TNI AL, seperti telah diulas sebelumnya, masih terdapat beberapa KAL (d/h sebagian pernah menjadi KRI) yang mengadopsi kanon Oerlikon 20 mm/70 MK dan kanon 2M3 25 mm Twin, yang keduanya notabene sudah eksis sejak era Perang Dunia II. (more…)