Seputar DSEI 2019Klik di Atas

2M7 Twin Gun: Bukti Eksistensi Senapan Mesin Berat dari Era Operasi Trikora

Foto: istimewa

Diantara update beragam alutsista keluaran terbaru, menelusuri jejak alutsista tua yang masih tersisa menjadi sesuatu yang manarik, pasalnya ada sejarah yang melekat dari senjata tersebut. Di lini armanda TNI AL, seperti telah diulas sebelumnya, masih terdapat beberapa KAL (d/h sebagian pernah menjadi KRI) yang mengadopsi kanon Oerlikon 20 mm/70 MK dan kanon 2M3 25 mm Twin, yang keduanya notabene sudah eksis sejak era Perang Dunia II.

Baca juga: Perkuat Dua Lanal, TNI AL Resmikan KAL 28 dengan Kanon Oerlikon 20mm/MK4

Dan masih menapaki senjata tua yang melekat di kapal perang, masih ada lagi yang mungkin selama ini terlupakan, yaitu 2M7, jenis senjata yang termasuk golongan SMB (Senapan Mesin Berat), lantaran platformnya adalah DShK-38 kaliber 12,7 x 108 mm. Dari namanya sudah bisa ditebak, senjata yang disebut ini adalah buatan Rusia (d/h Uni Soviet). Dan dimana senjata ini ditempatkan pun, kiranya mudah ditebak.

Persisnya memang masih ada beberapa kapal perang buatan Uni Soviet eks Operasi Trikora yang masih dioperasikan TNI AL, diantaranya seperti kapal tanker dan kapal logistik, KRI Balikpapan 901, KRI Sambu 902, dan KRI Sorong 911.

Dirunut dari sejarahnya, 2M7 mulai digunakan Uni Soviet pada tahun 1942, persisnya senjata laras ganda ini disematkan di buritan sebagai penangkis serangan udara. 2M7 terdiri dari penempatan dua pucuk senjata DShK yang dipasang bertingkat (vertikal). Kombinasi dua pucuk senjata yang mampu menyalak bersamaan jelas menjadi efek menakutkan, termasuk untuk menghantam sasaran jarak dekat di permukaan. Varian lain dari 2M7 mengusung platform senjata KPV, serupa dengan DShK namun mempunyai laras lebih kurus dengan kaliber 14,5 x 114 mm.

2M7 dengan SMB KPV 14,5 mm

Baca juga: KRI Sorong 911 – Kapal Tanker Pendukung Operasi Pendaratan Amfibi di Dili

DShK-38 mampu memuntahkan 600 butir peluru per menit. Sedangkan jarak tembak maksimumnya mencapai 2000 meter dengan kecepatan luncur peluru 850 meter per detik. (Gilang Perdana)

3 Comments