Australia terbilang gercep (gerak cepat), setelah mulai mengoperasiakan F-35A Lightning II, kabar terbaru menyebutkan bahwa Angkatan Udara Australia (RAAF) kini telah mulai menggunakan hulu ledak untuk bom pintar (smart bomb) yang merupakan produksi dalam negeri. (more…)
Sekilas mirip dengan radar Master-T buatan Thales Raytheon System, Balitbang (Badan Penelitian dan Pengembangan) Kementerian Pertahanan yang melibatkan PT Len Industri, PT LAPI ITB, PT Radar Telekomunikasi Indonesia (RTI) dan PT Infoglobal, telah merilis prototipe radar Ground Controlled Interception (GCI) buatan lokal. (more…)
Nama drone Orbiter series produksi Aeronautics Defense Systems telah mendunia, seperti seri Orbiter 1K yang moncer saat digunakan dalam konflik di Nagorno-Karabakh, dimana Orbiter 1K bertindak sebagai drone kamikaze yang dioperasikan militer Azerbaijan melawan pasukan Armenia. Dan masih dari keluarga Orbiter, ada kabar bahwa Korps Paskhas TNI AU juga mengoperasikan keluarga drone Orbiter. (more…)
Alutsista bekas dari negara maju kerap menjadi incaran. Sebut saja Inggris yang sejak September 2021 merilis Defence Equipment Sales Authority (DESA) 2021. Bangladesh dan Mesir setidaknya menjadi dua negara yang telah memesan paket persenjataan yang ditawarkan dalam DESA 2021. Dimana Mesir memborong dua unit kapal logistik Fort Class dan Bangladesh yang membeli lima kapal perang penyapu ranjau Sandown Class. (more…)
Masih hangat dalam ingatan ketika sebuah jet tempur F-35A Lightning II milik Angkatan Udara Korea Selatan mendarat darurat dengan belly landing pada 4 Januari lalu. Atas insiden tersebut, AU Korea Selatan memberlakukan temporary grounded pada seluruh armada F-35A, dimana saat ini AU Korea Selatan mengoperasikan 30 unit F-35A, dari total 40 unit yang dipesan. (more…)
Belum lama berselang, Filipina dan India telah mengesahkan nilai kontrak atas pengadaan satu baterai rudal jelajah Brahmos dengan nilai US$374 juta. Sebagai rudal jelajah anti kapal supersonik, keberadaan Brahmos dipersiapkan Filipina untuk ‘memagari’ wilayah teritorialnya dari masuknya armada kapal perang asing, yang tak bisa dipungkiri bahwa agresi militer Cina menjadi momok tersendiri bagi Manila. (more…)
Israel memang bukan yang pertama dalam menciptakan drone yang mampu melawan drone dengan senapan mesin. Belum lama ini, Smart Shooter Ltd dari Yagur, Israel, memperkenalkan prototipe drone quadcopter yang dilengkapi senapan serbu, lengkap dengan magasin berisi 30 peluru. Diberi label Smash Dragon, drone ini dirancang untuk mengeliminasi drone lawan dengan cara praktis, yaitu dengan berondongan proyektil. (more…)
Dengan suspensi torsion bar, BMP-3F handal melahap medan off road
Setelah lebih dari tiga dekade memproduksi ranpur amfibi legendaris BMP-3, ada kabar dari pihak manufaktur, yaitu Kurganmashzavod (Kurgan Machine Building Plant) menyatakan bakal mengalihkan jalur produksi BMP-3 untuk mempercepat produksi ranpur Sprut SDM1 Octopus untuk kebutuhan pasukan Lintas Udara Rusia. (more…)
Tak ingin Krisis Rudal Kuba pada tahun 1962 terulang, dimana Uni Soviet kala itu menempatkan arsenal rudalnya di Kubah untuk menyerang daratan Amerika Serikat, maka Washington kini mulai melancarkan operasi intelijen untuk mendeteksi kemungkinan adanya penggelaran sistem rudal Rusia, tidak hanya di Kuba, melainkan juga di Venezuela, yakni dua negara yang dikenal sebagai sobat Kremlin di Benua Amerika. (more…)
Salah satu keunggulan dari drone tempur Bayraktar TB2 adalah mampu menghancurkan sasaran dari jarak 7 km. Dengan jarak 7 km dari sasaran, menjadikan drone kebanggaan Turki ini dapat lolos dari terjangan sistem hanud jarak dekat konvensional. Namun, lain dari itu, kemampuan serangan jarak jauh dari drone tersebut tentu sangat terkait pada jenis sensor penjejak yang dibawanya. (more…)