MAPS GEN II: Penentu Posisi, Navigasi, dan Waktu yang Kebal Jamming untuk Kendaraan Militer

MAPS GEN II

Menanggapi ancaman peperangan elektronik yang terus berkembang ini, Angkatan Darat Amerika Serikat memprioritaskan pengembangan sistem navigasi yang tangguh. Inilah yang melahirkan Mounted Assured Positioning, Navigation, and Timing System Generation II (MAPS GEN II).

Baca Juga: Kejar Modernisasi Militer, Cina Perkenalkan Tank Type 100 Berteknologi Stealth

Teknologi kembangan Collins Aerospace ini bukan hanya sekadar penerima GPS baru, melainkan sebuah solusi PNT terintegrasi yang dirancang untuk memastikan kendaraan tempur dapat tetap beroperasi secara efektif, bahkan ketika sinyal satelit sengaja dimatikan atau direkayasa.

Secara sederhana, MAPS GEN II merupakan sistem Positioning, Navigate & Timing (PNT) generasi kedua yang dipasang pada kendaraan militer dan berfungsi sebagai “otak navigasi”. Peran utamanya adalah untuk menggantikan penerima GPS lawas, seperti Defense Advanced GPS Receiver (DAGR), dengan sistem yang menawarkan tingkat perlindungan dan akurasi yang jauh lebih tinggi.

Selain untuk memenuhi persyaratan PNT yang terjamin (Assured PNT), sebuah konsep yang menuntut sistem navigasi yang akurat dan kebal dari ancaman lingkungan elektromagnetik, MAPS GEN II juga dirancang untuk mengatasi berbagai tantangan lingkungan operasional.

Satu yang paling krusial adalah kehadiran gangguan elektromagnetik atau upaya pemalsuan sinyal oleh musuh. Dengan demikian, MAPS GEN II memastikan rantai komando, sistem senjata, dan kru kendaraan memiliki data PNT yang terpercaya untuk mengambil keputusan.

Kemhan India Perkenalkan Mounted Gun System (MGS) 155 8×8 ke Kemhan RI, Mungkinkah Bakal Dibeli Indonesia?

Kekuatan utama MAPS GEN II terletak pada kombinasi beberapa teknologi canggih. Salah satu inovasi terpenting adalah kemampuannya untuk memproses dan menggunakan sinyal Military Code (M-Code), sinyal terenkripsi baru yang jauh lebih kuat dan lebih tahan terhadap gangguan daripada sinyal GPS sipil atau militer sebelumnya, memberikan lapisan keamanan yang substansial.

Tidak hanya M-Code, perlindungan fisik terhadap gangguan diwujudkan melalui perangkat keras yang disebut Multi-Sensor Antenna System (MSAS-100), sebuah antena canggih anti-jamming dengan pola penerimaan yang terkontrol (Controlled Reception Pattern Antenna/CRPA). CRPA ini memungkinkan sistem untuk secara cerdas mengidentifikasi dan menolak arah datangnya sinyal jamming, sementara tetap menerima sinyal GPS yang sah.

Jangan lupakan NavHubâ„¢-100, sebuah arsitektur fusi sensor yang mengintegrasikan data dari berbagai sensor non-GPS, seperti unit pengukuran inersia (IMU), sensor odometri (pengukur jarak tempuh), dan sensor referensi kecepatan lainnya. Jadi, MAPS GEN II tetap dapat menavigasikan ranpur tanpa ketergantungan terhadap satelit.

MAPS GEN II telah melewati serangkaian pengujian operasional yang ketat dan menunjukkan kinerja yang melampaui persyaratan. Setelah mencapai Milestone C (Keputusan Produksi Penuh) pada Maret 2025, Angkatan Darat AS dan Korps Marinir AS kini secara aktif melaksanakan tahap fielding sistem ini pada ribuan platform kendaraan darat, termasuk kendaraan tempur dan kapal air militer.

Thales Pasok Helm Mounted Display (HMD) Scorpion untuk Jet Tempur FA-50 Pesanan Polandia

MAPS GEN II menandai lompatan yang krusial dalam domain Assured PNT. Integrasi M-Code, antena anti-jamming dan fusi sensor yang kuat, sistem ini telah mengubah kerentanan navigasi menjadi keunggulan operasional. Sistem ini menjamin bahwa, tidak peduli seberapa intensifnya upaya musuh untuk mengganggu GPS, kendaraan tempur modern akan selalu memiliki mata yang tajam dan navigasi yang terpercaya untuk menyelesaikan misi mereka. (Nurhalim)

Pilot F-16 TNI AU Dilengkapi JHMCS (Joint Helmet Mounted Cueing System), Ini Kecanggihannya!

One Comment