Shahed Drone SeriesKlik di Atas

Kejar Modernisasi Militer, Cina Perkenalkan Tank Type 100 Berteknologi Stealth

Sebagai salah satu upaya untuk terus mengejar modernisasi militer yang dipercepat dengan target menjadi kekuatan militer “kelas dunia” pada tahun 2049, Cina ‘ogah ngerem’. Belakangan, Cina baru saja memperkenalkan tank tempur utama generasi baru yang sangat canggih, Type 100.

Baca Juga: Jelang Parade Militer, Cina Pamer Medium Tank Modular dengan Propulsi Hibrida

Hadirnya tank ini seolah menandai pergeseran signifikan dalam filosofi desain kendaraan lapis baja Cina, dari yang semula sangat didominasi oleh pendekatan Soviet yang menekankan kesederhanaan, produksi massal dan kuantitas, bergeser menjadi “Informationalized Warfare” (Peperangan Berbasis Informasi). Tujuan utamanya adalah menciptakan platform tempur yang cerdas, lincah, dan terintegrasi penuh dalam jaringan pertempuran digital di era peperangan modern yang didominasi drone.

Tank Type 100 dikembangkan dan diproduksi oleh kompleks industri militer Tiongkok, dengan NORINCO sebagai entitas manufaktur utamanya. Tank ini mulai direncanakan untuk diproduksi pada pertengahan tahun 2010-an yang berfokus pada mobilitas, integrasi AI, dan pertahanan anti-drone. Lalu di akhir 2010-an, Cina mulai merakit tank ini dengan beragam teknik pengujian super ketat, termasuk integrasi teknologi utama seperti propulsi hibrida dan sistem perlindungan aktif (APS).

Jelang Parade Militer, Cina Pamer Medium Tank Modular dengan Propulsi Hibrida

Ranpur yang diklasifikasikan sebagai tank medium generasi keempat ini pertama kali terlihat secara resmi di hadapan publik pada parade militer Hari Kemenangan di Beijing pada September 2025. Bobot dari tank yang diawaki oleh 3 orang ini diperkirakan sekitar 40 ton (lebih ringan dari tank tempur utama Cina sebelumnya seperti Type 99A yang sekitar 54-58 ton).

Menyoal arsenal, meriam utama 105 mm dengan autoloader menjadi daya dobrak andalan dengan dua senjata sekunder yang tersemat di tank ini, yaitu senapan mesin koaksial 7,62 mm (QJY-201) serta Stasiun Senjata Jarak Jauh (RWS) di atas turet dengan senapan mesin berat 12,7 mm, yang dilengkapi sistem pencitraan optik dan termal, khususnya untuk pertahanan terhadap drone.

Cina juga menggunakan dua unit Sistem Perlindungan Aktif (APS) GL-6 dengan radar susunan bertahap (phased-array) untuk deteksi 360 derajat. Mampu meluncurkan proyektil untuk mencegat drone, rudal anti-tank (ATGM), dan roket RPG, termasuk amunisi serangan atas (top-attack). Guna mengurangi probabilitas serangan, tidak lupa Cina menyematkan Penerima Peringatan Laser, sensor UV, dan bentuk lambung/turet poligonal tidak beraturan.

Superioritas digital dan integrasi jaringan menjadikan tank ini memiliki peran sentral, yaitu sebagai network node (simpul jaringan) yang terintegrasi penuh dalam sistem peperangan digital Tentara Pembebasan Rakyat Cina (PLA). Tank ini juga berperan sebagai pusat informasi medan perang: berfungsi sebagai ‘quarterback’ yang mampu memadukan data dari berbagai sumber (sensor, radar, dan drone lainnya) untuk kesadaran situasional 360 derajat secara real-time.

Cina Uji Coba Prototipe Tank Bertenaga Hibrida (Diesel-Listrik) Untuk Beroperasi di Dataran Tinggi

Tank Type 100 ini seolah menandai kembalinya Cina ke konsep tank medium (berat sekitar 35–40 ton) yang lincah. Menggunakan sistem propulsi hibrida, tank ini mampu merengku kecepatan di jalan raya hingga 80 km/jam – menjadikannya sebagai salah satu kendaraan tempur berantai tercepat.

Tidak lupa teknologi Operasi Senyap (Stealth): Mode listrik yang dapat digunakan untuk pergerakan senyap, mengurangi jejak termal dan akustik, sebuah keunggulan signifikan dalam pengintaian atau penyergapan malam hari.

Berbekal beragam keunggulan untuk mendominasi medan perang, namun belum ada negara asing yang teken kontrak pembelian ranpur ini – bahkan negara-negara yang sudah ‘langganan’ belanja alutsista ke Cina, seperti Pakistan, Thailand, Myanmar dan Aljazair. (Nurhalim)

Korps Marinir Cina Lengkapi Ranpur Lapis Baja Amfibi ZBD05 dengan Rudal Anti Tank HJ-10

4 Comments