Ilmuwan di Xinjiang, Cina, dilaporkan telah menciptakan kristal pertama di dunia yang mampu menghasilkan cahaya ultraviolet (UV) ekstrem yang diperlukan untuk mengoperasikan jam nuklir thorium. Penemuan ini menjadi tonggak sejarah baru yang memungkinkan kapal selam hingga rudal balistik bernavigasi dengan akurasi tinggi tanpa sedikit pun bergantung pada sinyal GPS atau Beidou. (more…)
Konflik di Timur Tengah telah merambah jauh ke dalam perang spektrum elektromagnetik yang tak kasat mata. Laporan terbaru mengungkapkan bahwa Iran telah meningkatkan intensitas jamming dan spoofing Global Navigation Satellite System (GNSS) GPS secara drastis. (more…)
Dunia intelijen internasional tengah dihebohkan oleh lonjakan drastis akurasi serangan rudal dan drone Iran dalam konflik terbaru di Timur Tengah. Para pakar militer mulai mempertanyakan bagaimana Teheran mampu menembus sistem pertahanan udara yang berlapis dengan presisi yang begitu tinggi. Jawaban dari teka-teki ini diduga kuat mengarah pada satu teknologi: BeiDou, sistem navigasi satelit milik Cina yang menjadi pesaing utama GPS Amerika Serikat. (more…)
Badan Penegakan Hukum Narkoba Amerika Serikat (DEA) baru saja mengonfirmasi langkah strategis untuk memperkuat unit taktisnya melalui akuisisi drone terbaru, Skydio R10. Wahana tanpa awak ini bukan sekadar alat hobi, melainkan instrumen intelijen mutakhir yang dirancang khusus untuk menembus tantangan terbesar dalam pertempuran kota: operasi di dalam ruangan yang sempit, gelap, dan kompleks. (more…)
Menanggapi ancaman peperangan elektronik yang terus berkembang ini, Angkatan Darat Amerika Serikat memprioritaskan pengembangan sistem navigasi yang tangguh. Inilah yang melahirkan Mounted Assured Positioning, Navigation, and Timing System Generation II (MAPS GEN II).
Meski tidak dimaksud untuk menggantikan peran navigasi GPS (Global Positioning System), namun Korea Selatan merasa perlu untuk membangun kemandirian dan kedaulatan atas sistem navigasi berbasis sateliit nasional. Lewat proyek ambisius yang disebut KPS (Korean Positioning System), Negeri Ginseng tak ingin selalu bergantung pada Amerika Serikat, dan memastikan akurasi navigasi di Semenanjung Korea. (more…)
Dengan dukungan anggaran besar dari negara, Rusia pada akhir tahun ini dijadwalkan akan meluncurkan tahap pertama Rassvet, yakni jaringan satelit komunikasi yang digadang punya kemampuan mirip Starlink, memberikan kemandirian dan kedaulatan akses komunikasi data berbasis satelit nasional. (more…)
Karena komunikasi adalah kunci, maka keamanan pada jaringan komunikasi, khususnya dalam perspektif militer selalu menjadi prioritas. Terkait hal tersebut, Departemen Pertahanan Australia telah meluncurkan proyek penelitian kuantum (quantum research project) untuk meningkatkan ketepatan waktu dan komunikasi yang aman bagi Angkatan Bersenjata Australia di medan perang. (more…)
Ketergantungan pada Global Positioning System (GPS) dalam navigasi modern menghadirkan kerentanan terhadap gangguan seperti jamming, spoofing, atau kondisi di mana sinyal GPS tidak tersedia. Untuk mengatasi masalah ini, teknologi navigasi alternatif yang tidak bergantung pada sinyal eksternal mulai dikembangkan, salah satunya adalah Quantum Inertial Navigation System (QuINS). (more…)
Dengan basis rancangan yang kustom, tiga kapal selam Nagapasa class TNI AL punya racikan sistem navigasi, sensor, dan sistem senjata yang digadang bisa memberi keunggulan dalam operasionalnya. Setelah di artikel terdahulu Indomiliter.com mengupas elemen radar intai taktis, CMS (Combat Management System), tipe periskop, dan sistem senjata yang diadopsi Nagapasa class, yang tak boleh dilewatkan adalah mengetahui tentang sistem navigasi Nagapasa class yang mengadopsi produksi buatan Perancis. (more…)