Author: indomiliter

Sempat Tertunda, Lockheed Martin Akhirnya Luncurkan Unit Perdana F-16 Viper Produksi Baru ke Taiwan

Molor setengah tahun dari jadwal sebelumnya pada September 2024, Amerika Serikat secara resmi akhirnya meluncurkan unit perdana jet tempur F-16V (Viper) yang merupakan produksi baru dari Lockheed Martin. Peluncuran unit perdana F-16 Viper dilangsungkan lewat sebuah seremoni (rollout ceremony) pada 28 Maret 2025 di fasilitas Lockheed Martin di Greenville, Carolina Selatan.

Unit yang diluncurkan adalah F-16D Block 70 (tandem seat), yang dijadwalkan akan diterima Taiwan pada akhir tahun ini. Acara tersebut menandai tonggak penting dalam upaya berkelanjutan Taiwan untuk memodernisasi kemampuan pertahanan udaranya. F-16C/D Block 70 yang baru dikirim, juga dikenal sebagai F-16V, adalah yang pertama dari 66 jet yang diperoleh berdasarkan paket senjata bernilai miliaran dolar yang disetujui pada tahun 2019 selama pemerintahan Presiden AS Donald Trump.

Menurut Kementerian Pertahanan Nasional Taiwan, seluruh 66 unit F-16V diharapkan akan dikirimkan pada akhir tahun 2026. Pengadaan ini bukan sekadar peningkatan teknologi, tetapi juga memiliki signifikansi geopolitik yang mendalam, khususnya terkait ancaman militer oleh Cina.

F-16C/D Block 70, yang sering disebut sebagai iterasi paling canggih dari keluarga Fighting Falcon, dilengkapi dengan teknologi mutakhir yang secara signifikan meningkatkan kemampuan pertahanan Taiwan. Salah satu fitur menonjol dari F-16V adalah radar APG-83 AESA (Active Electronically Scanned Array), yang menawarkan jangkauan, pelacakan target, dan kemampuan peperangan elektronik yang jauh lebih baik. Sistem radar ini memungkinkan pesawat untuk menyerang beberapa target dalam segala kondisi cuaca dengan presisi yang belum pernah ada sebelumnya.

Selain peningkatan radar, F-16V dilengkapi dengan komputer misi yang disempurnakan, tampilan kokpit canggih, dan perangkat peperangan elektronik yang lebih baik. Kemajuan ini memberi pilot kesadaran situasional dan efektivitas operasional yang lebih baik.

Lebih jauh lagi, rangka pesawat telah ditingkatkan secara struktural untuk memperpanjang masa pakai pesawat hingga 12.000 jam terbang, yang secara efektif meningkatkan masa pakai operasionalnya lebih dari 50% dibandingkan dengan model sebelumnya. F-16V juga dapat ditenagai oleh mesin General Electric F110-GE-129 atau Pratt & Whitney F100-PW-229, yang menghasilkan efisiensi bahan bakar yang lebih baik dan daya dorong yang lebih besar.

Selain menanti 66 unit F-16 Viper yang dibeli dalam kondisi baru, Angkatan Udara Taiwan juga mendapatkan F-16 Viper melalui paket upgrade, yang mana ada 139 unit F-16 lawas yang di-upgrade ke standar Viper.

Program “Peace Phoenix Rising” senilai US$4,5 miliar dijalankan untuk meningkatkan 139 unit F-16 Taiwan menjadi konfigurasi F-16V (Blok 70-72) telah selesai. US Air Force Life Cycle Management Center (AFLCMF) mengumumkan pada tanggal 5 Februari 2024. Program upgrade ini memberikan F-16 Taiwan kemampuan yang setara atau lebih unggul dari sebagian besar F-16 Angkatan Udara AS. F-16 terakhir yang di-upgrade dikirim pada bulan Desember 2023.

AFLCMC menyebut program upgade besar-besaran ini melengkapi F-16 Taiwan dengan radar Active Electronically-Scanned Array (AESA) AN/APG-83 buatan Northrop Grumman, Sniper Targeting Pod, Link 16, helmet-mounted cuing dan precision GPS navigation system. Kemampuan senjata juga diringkatkan dengan upgraded modular mission computer, ethernet high speed data network dan new center cockpit pedestal display serta heavyweight landing gear (roda pendaratan). (Gilang Perdana)

Cina Kembangkan “Metal Storm”: Kanon Multi-laras untuk Cegat Rudal Hipersonik, Kecepatan Tembak 10x Lipat dari Phalanx

Dengan kecepatan tembakan yang tinggi, kanon reaksi cepat multi-laras (gatling gun) seperti Phalanx, Goalkeeper dan Norinco Type 730, diklaim mampu menetralisir serangan rudal jelajah anti kapal yang melesat di level high subsonic. Namun, apakah kanon CIWS (Close In Weapon System) tersebut sanggup untuk mencegat serangan rudal jelajah hipersonik? (more…)

Airbus Raih Kontrak Pembangunan Wahana “Rosalind Franklin”: Penjelajah Otonom Pencari Jejak Kehidupan di Mars

Airbus Defence and Space (ADS) lewat siaran pers (29/3/2025), mengumumkan telah dipilih oleh Badan Antariksa Eropa – European Space Agency (ESA) dan Thales Alenia Space (TAS – usaha patungan antara Thales (67%) dan Leonardo (33%), kontraktor utama industri ExoMars, untuk membangun sistem utama wahana penjelajah Rosalind Franklin (d/h ExoMars) yang akan menjelajah Planet Merah, Mars. (more…)

Dari Kapal Perang, Angkatan Laut AS Sukses Uji Intersepsi Rudal Balistik Hipersonik dengan Rudal Hanud SM-6

Pasca penggunaan rudal balistik hipersonik pertama kali oleh Rusia dalam serangan ke Ukraina, otomatis program AS dan negara-negara NATO untuk menghadirkan sistem senjata pencegat anti rudal balistik menjadi prioritas. Mengingat pengembangan butuh waktu, saat ini kekuatan pencegatan rudal balsitik hipersonik bertumpu pada aset yang sudah ada, salah satunya adalah rudal Standard Missile-6 (SM-6) yang terpasang pada kapal perang permukaan. (more…)

Angkatan Udara Australia Salut atas 15 Tahun Operasional Jet Tempur F/A-18F Super Hornet

Selain Amerika Serikat, Kuwait dan Australia adalah pengguna jet tempur F/A-18F Super Hornet, dan Angkatan Udara Australia – Royal Australian Air Force (RAAF) jauh lebih senior dari Kuwait, lantaran telah mengoperasikan Super Hornet sejak tahun 2010, sementara Kuwait baru pada tahun 2021. Dan setelah 15 tahun pengoperasian, ada pernyataan khusus dari RAAF tentang kinerja Super Hornet. (more…)