Hadapi Mi-28 Iran, Israel Borong 30 Unit AH-64E Apache Berteknologi MUM-T dan GPS M-Code

Di tengah dinamika keamanan Timur Tengah yang kian memanas, Israel terus mempercepat langkah modernisasi militernya dengan dukungan penuh dari Washington. Setelah mengamankan persetujuan pembelian jet tempur F-15EX dan menambah skadron F-35I Adir, kini giliran lini pertahanan darat dan dukungan udara jarak dekat Israel yang mendapat suntikan tenaga masif.

Baca juga: Menuju 75 Unit: Israel Terima Tiga Jet Tempur F-35I Adir Baru di Nevatim untuk Perkuat Skuadron Stealth

Departemen Pertahanan Amerika Serikat melalui Defense Security Cooperation Agency (DSCA), pada 30 Januari 2026, secara resmi telah menyetujui potensi penjualan 30 unit helikopter serang AH-64E Apache Guardian versi terbaru kepada Pemerintah Israel. Kesepakatan senilai 3,8 miliar dolar AS ini merupakan upaya strategis untuk mempertahankan keunggulan kualitatif militer Israel (QME) di tengah meningkatnya ancaman regional.

Pengadaan 30 unit varian “Echo” ini akan memperkuat armada Apache Israel yang saat ini diperkirakan berjumlah sekitar 48 unit dari varian AH-64A Peten dan AH-64D Saraph. Dengan tambahan ini, total kekuatan pemukul udara-ke-darat Israel akan mendekati angka 80 unit, menjadikannya salah satu operator Apache terbesar dan paling berpengalaman di luar Amerika Serikat. Langkah ini mencerminkan ketergantungan strategis IAF pada platform Apache yang telah menjadi tulang punggung dalam berbagai operasi tempur mulai dari perbatasan Gaza hingga misi-misi infiltrasi jarak jauh.

Paket yang ditawarkan Washington mencakup ekosistem teknologi tempur yang sangat komprehensif. Inti dari kekuatan ini terletak pada penggunaan mesin T700-GE 701D yang lebih bertenaga serta sistem navigasi EAGLE-M yang mengintegrasikan GPS dengan M-code untuk menangkal upaya peretasan sinyal dari lawan.

Dari sisi ofensif, setiap unit dibekali radar pengendali tembakan AN/APG-78 Longbow versi mutakhir yang mampu mengunci banyak target sekaligus dari balik perlindungan medan. Sementara untuk aspek defensif, Israel mendapatkan sistem peringatan rudal (CMWS) generasi kelima yang sangat krusial untuk menghadapi ancaman rudal panggul atau MANPADS yang sering digunakan oleh kelompok-kelompok proksi di kawasan tersebut.

Salah satu fitur paling mematikan yang disematkan pada Apache Israel adalah teknologi Manned-Unmanned Teaming (MUM-T). Fitur ini memungkinkan pilot untuk mengendalikan drone dan menerima umpan video langsung dari kokpit, menciptakan kesadaran situasional yang tak tertandingi di medan tempur yang padat.

Israel Murka, Helikopter Serang AH-64 Apache ‘Guyur’ Hamas dengan M230 Chain Gun dan Rudal Hellfire

Sebagai sekutu ring satu, Israel juga memiliki tradisi kuat dalam mengintegrasikan sistem avionik lokal dan rudal Spike buatan dalam negeri ke dalam platform Amerika ini, yang membuat varian Apache mereka memiliki kemampuan hibrida yang sulit diprediksi oleh radar lawan.

Secara geopolitik, modernisasi besar-besaran ini diyakini sebagai respon langsung terhadap penguatan militer Iran, terutama setelah Teheran dikabarkan memperkuat lini udaranya dengan helikopter serang Mi-28 “Night Hunter” dari Rusia. Persaingan antara AH-64E Apache dan Mi-28 di langit Timur Tengah bukan sekadar adu kekuatan fisik, melainkan adu kecanggihan sensor dan perang berpusat pada jaringan.

Dengan paket terbaru dari Amerika Serikat ini, Israel memastikan bahwa mereka tetap memegang kendali atas ruang udara, mampu mendeteksi ancaman lebih awal, dan mengeksekusi serangan dengan presisi tinggi bahkan sebelum lawan menyadari kehadiran mereka. (Gilang Perdana)

Bedah Kargo Rahasia Il-76 Belarusia: Iran Mulai Operasikan Helikopter Serang Mi-28 Havoc dari Rusia