Seputar DSEI 2019Klik di Atas

Kawasaki D-Tracker 250: Kuda Besi Tunggangan Pasukan Infanteri Pengaman Ibu kota

kendaraan-tni-di-stadion-gelora-bung-karno_20151018_121124

Dalam doktrin perang kota dan perang hutan (bukan rimba), penggunaan motor berkemampuan khusus jamak disertakan untuk menunjang mobiltas. Mulai dari pasukan reguler sampai pasukan elite paham betul peran dari motor trail yang punya ketahanan tinggi saat melibas medan berat. Di lingkup TNI, Kawasaki D-Tracker 250 adalah salah satu tipe motor trail yang jadi andalan Brigade Infateri-1 PIK/Kodam Jaya untuk melalukan tindakan pengamanan di wilayah DKI Jakarta.

Baca juga: VAB – Kisah Panser Perisai Ibu Kota

jarkata_infonet3

Meski jadi tunggangan pasukan Baret Hijau, Kawasaki D-Tracker 250 wujudnya tak ada beda dengan versi sipil. Namun karena digunakan untuk kepentingan militer, motor trail premium ini di cat warna hitam, khas motor komando. Dirunut dari spesifikasi, Kawasaki D-Tracker 250 mengusung gaya khas supermoto, tinggi, dan ramping. Motor ini punya ground clearance 265 mm. Digadang untuk beraksi di jalanan kota metropolitan, Kawasaki D-Tracker 250 menggunakan ban aspal jenis IRC Road Winner dengan kombinasi ukuran 17-17 inch.

e5b4e8d6d92c5139973df79678e9b2c3

21330_18938_sip-motor

Baca juga: Pindad Komodo Intai 4×4 – Reptil Lapis Baja Yonif Mekanis 203/AK Kodam Jaya

Kawasaki D-Tracker 250 tergolong mantab untuk penggunaan sehari-hari karena riding position tegak khas motor trail yang tidak membuat badan cepat pegal. Kawasaki D-Tracker 250 punya power 24 HP/9.000 rpm dan torsi 21 Nm/7.000 rpm. Kecepatan maksimal motor ini bisa ngebut diatas 120 km per jam. Salah satu bagian yang paling istimewa dari Kawasaki D-Tracker 250 adalah suspensi. Karena mengambil platform yang sama dari motor trail, suspensi Kawasaki D-Tracker 250 sangat nyaman buat melibas jalanan rusak sekalipun.

Kawasaki D-Tracker 250 mengusung mesin berkapasitas 249 cc, DOHC, 4-Tak, silinder tunggal, menggunakan pendingin cairan, dan digerakkan dengan transmisi 6 percepatan. Kawasaki D-Tracker 250 dibandrol dengan harga Rp63 jutaan.

kawasaki-d-tracker-x-250-hijau

img_20141127_085128_1-1024x576

Hibah dari Pemprov DKI
Total ada 326 unit Kawasaki D-Tracker 250 yang melengkapi arsenal Brigif 1 Kodam Jaya. Ke-326 unit motor ini adalah hibah dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan menggunakan APBD tahun 2014. “Motor ini saya harapkan bisa mempercepat mobilitas. Kita seperti di Amerika, paling tidak 8 menit sudah sampai dengan motor ini dengan cepat,” ujar Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) dalam sambutannya saat penyerahan motor di halaman Balai Kota, dikutip dari situs tniad.mil.id (7/8/2015). Satu unit motor Kawasaki D-Tracker 250 harganya berkisar sekitar Rp60 juta dengan kapasitas 250 cc. Sehingga bila dikalikan 326 unit maka totalnya menjadi sekitar Rp18 miliar. (Sapto)

Aksi Kopassus dengan motor trail.
Aksi Kopassus dengan motor trail.
Aski Den Bravo TNI AU dengan motor Kawasaki KLX250.
Aski Den Bravo TNI AU dengan motor Kawasaki KLX250. (Foto: ipenk666)

Spesifikasi Kawasaki D Tracker 250
– Tipe Meisn: 4-tak, DOHC
– Torsi Maksimum : 21Nm/7000rpm
– Diameter x Langkah :7261,2mm
– Volume Silinder: 1 silinder 249 cc
– Suspensi Depan: Telescopic Fork Supension
– Suspensi Belakang: Monoshock Suspension
– Rem Depan: Hydraulik ( Disc Brake )
– Rem Belakang: Hydraulik ( Disc Brake )
– Panjang x Lebar x Tinggi: 2.065 x 790 x 1175 mm
– Jarak Poros Roda: 1.435 mm
– Jarak ke Tanah: 265 mm
– Kapasitas Bensin: 7.3 liter
– Jumlah Transmisi: 6 – Speed

11 Comments