Digantikan ACV 8×8, Korps Marinir AS Resmi Pensiunkan Ranpur Amfibi AAV-P7/A1 (LVTP-7)

Dalam sebuah upacara di Marine Corps Base Camp Lejeune, Jacksonville, North Carolina, Amerika Serikat, pada tanggal 19 Me 2025, Korps Marinir AS (USMC) secara resmi mengentikan penggunaan ranpur (kendaraan tempur) APC serbu amfibi roda rantai legendaris AAV-P7/A1 (LVTP-7) yang telah dioperasikan selama lebih dari lima dekade.
Baca juga: Korps Marinir AS (USMC) Berencana Jual AAV (LVTP-7), Indonesia Wajib Monitor
Batalyon Amfibi Serbu ke-2 menonaktifkan unit terakhir AAV-P7/A1, yang melambangkan pergeseran dalam doktrin amfibi mekanis. Penghentian penggunaan ini sejalan dengan upaya modernisasi alutsista USMC, yang beradaptasi dengan konflik di masa mendatang, khususnya di wilayah pesisir dan Indo-Pasifik.
AAV-P7/A1 atau disebut LVTP-7 di arsenal Kavaleri Korps Marinir TNI AL, awalnya dikembangkan pada tahun 1970-an oleh FMC Corporation dan kemudian ditingkatkan dan didukung oleh BAE Systems. AAV-P7/A1 adalah pengangkut personel lapis baja amfibi yang dirancang untuk mengangkut pasukan marinir dan peralatan dari kapal ke pantai dan melintasi berbagai medan.
Ranpur yang masih banyak dioperasikan banyak negara ini, mampu mengangkut hingga 25 pasukan pendarat selain tiga awak. AAV-P7/A1 memiliki lambung aluminium yang dilas untuk daya apung amfibi dan perlindungan balistik. Ranpur APC ini didukung oleh mesin diesel Cummins VT400 V-8 yang menghasilkan 400 hp, memungkinkan kecepatan hingga 72 km/jam di darat dan 13 km/jam di air.
Selain Yunani, Rumania Juga Borong Ranpur Amfibi AAV (LVTP-7) Bekas dari USMC
AAV-P7/A1dipersenjatai dengan senapan mesin M2HB 12,7 mm dan peluncur granat otomatis Mk19 40 mm yang dipasang di turret yang berisi satu pengawak. Peningkatan pada konfigurasi A1 mencakup peningkatan lapis baja, suspensi yang lebih baik, dan sistem transmisi yang dimodernisasi.
AAV-P7/A1terus ditingkatkan untuk memenuhi berbagai ancaman dan persyaratan operasional yang terus berkembang, terutama di lingkungan yang rentan terhadap IED pasca-2000-an. Meskipun memiliki ketahanan dan efektivitas, kecelakaan pelatihan tahun 2020 yang mengakibatkan kematian menimbulkan keraguan atas kemampuan bertahannya dalam skenario serangan amfibi modern, sehingga mempercepat rencana untuk penonaktifan dan penggantiannya.
Bedah Ranpur “Stupid Crazy” LVTP-7 Resimen Kavaleri Korps Marinir
AAV-P7/A1 secara bertahap digantikan Amphibious Combat Vehicle (ACV) – ranpur amfibi roda ban 8×8 yang juga dikembangkan oleh BAE Systems bekerja sama dengan Iveco Defence Vehicles.
ACV dirancang untuk mengatasi kekurangan kemampuan bertahan AAV dan selaras dengan persyaratan tempur masa depan di lingkungan maritim yang diperebutkan. Tidak seperti pendahulunya, ACV memiliki fitur perlindungan anti ledakan yang lebih baik, ketahanan terhadap ranjau, dan mobilitas yang lebih baik di laut dan medan yang terjal. Kendaraan ini mengintegrasikan sistem komando dan kontrol digital dan diharapkan dapat berfungsi sebagai pusat jaringan untuk operasi ekspedisi di medan perang multidomain. (Gilang Perdana)


