Setelah Satu Setengah Tahun ‘Grounded”, Korps Marinir AS Bersiap Operasikan Ranpur Amfibi ACV 8×8 dalam Waktu Dekat

Korps Marinir Amerika Serikat (USMC) mengumumkan bahwa dalam beberapa bulan mendatang akan mulai mengoperasikan ranpur amfibi roda ban Amphibious Combat Vehicle (ACV) 8×8, termasuk dalam penggelaran di kawasan Pasifik. Rencana pengerahan ACV 8×8 dilakukan setelah hampir satu setengah tahun dilakukan ‘pembatasan’ operasional, sebagai akibat serangkaian insiden yang menimpa ranpur produksi BAE Systems tersebut.

Baca juga: Ranpur Korps Marinir AS Terbalik Saat Pendaratan Amfibi, Operasional ACV 8×8 Kembali Dibatasi

Pada bulan Oktober 2022, sebuah ranpur ACV 8×8 terguling selama latihan pendaratan, sehingga mendorong Korps Marinir AS menghentikan sebagian besar pengoperasian kendaraan tersebut. Di tahun yang sama, untuk kedua kalinya terjadi insiden pada ACV 8×8, juga terjadi saat momen pendaratan di tengah ombak yang keras.

Korps Marinir AS mengaitkan kecelakaan tersebut dengan kurangnya pelatihan dan melakukan sertifikasi ulang bagi operator dan pengelola kendaraan, memfokuskan pelatihan baru pada perbedaan ranpur USMC sebelumnya.

Dilansir Marine Times (26/1/2024), dengan adanya prosedur pelatihan baru, Korps Marinir AS berencana untuk mengerahkan ACV 8×8 ke 15th Marine Expeditionary Unit pada sekitar bulan Maret, kata Asisten Komandan USMC, Jenderal Christopher Mahoney pada hari Kamis di acara Hudson Institute di Washington. USMC sebelumnya bungkam mengenai kapan akan mencabut pembatasan pengoperasian kendaraan tersebut.

15th Marine Expeditionary Unit akan dikerahkan ke Boxer Amphibious Ready Group secara bertahap, dengan Landing Platform Dock (LPD) USS Somerset (LPD 25) yang akan dikerahkan secara rotasi ke kawasan Pasifik selama enam bulan.

ACV adalah kendaraan tempur amfibi beroda delapan dapat diluncurkan dari kapal, melewati ombak dan kemudian meluncur ke pantai, sehingga memungkinkan untuk melalukan operasi serbuan amfibi sampai jauh ke daratan. Namun kendaraan tersebut menghadapi tantangan, tidak hanya di air tetapi juga di darat, termasuk terguling pada bulan Desember 2023 yang menewaskan seorang prajurit di pangkalan Marinir California.

Bahkan operator yang telah mendapatkan sertifikasi ulang belum diizinkan untuk transit di zona selancar (air) dengan pasukan yang berangkat atau ketika ketinggian rata-rata ombak tertinggi mencapai 4 kaki atau lebih, kata juru bicara USMC Kapten Ryan Bruce pada Desember 2023.

Bruce mengatakan,“Kami sedang berlatih dan bereksperimen dengan platform tersebut (ACV) saat ini, namun kami tidak akan terburu-buru mengumumkan kemampuan penerapan yang akan datang sampai kami yakin bahwa kami telah menyelesaikan pekerjaan rumah kami.”

“Ada Masalah Mekanis Pada Roda,” Investigasi Korps Marinir AS Atas Insiden Terbaliknya Ranpur Amfibi ACV Saat Pendaratan Amfibi

ACV adalah varian dari BAE/Iveco SuperAV, yakni ranpur APC amfibi 8×8. Diproduksi oleh BAE Systems, ACV ditenagai mesin diesel dengan kekuatan 690 hp. Panser amfibi ini beratnya mencapai 35 ton, diawaki 3 personel dan dapat membawa 13 pasukan marinir. ACV dapat melesat di darat dengan kecepatan maksimum 104 km per jam dan kecepatan melaju di air 6 knots, dengan dukungan dua propeller.

ACV dipersiapkan dalam varian kanon RCWS kaliber 30 mm; varian senapan mesin berat 12,7 mm dan varian pelontar granat MK19 kaliber 40 mm. Dengan bahan bakar penuh. ACV dapat menjelajah di darat hingga 523 km dan di air hingga 22 km.

Doktrin Korps Marinir Amerika Serikat (USMC) telah memutuskan adopsi ranpur amfibi roda ban Amphibious Combat Vehicle (ACV) 8×8, sebagai pengganti ranpur amfibi roda rantai AAV (LVTP-7) yang usianya telah menua. (Gilang Perdana)