Sebagai negara dengan pengaruh politik paling kuat dan pemangku segudang teknologi inti, maka tak jarang Amerika Serikat mengambil peran dalam persetujuan atas penjualan produk alutsista, meski badan hukum dan basis produksi atas produk yang dimaksud bukan berada di AS. Seperti contoh dalam penjualan dan potensi produksi lokal atas ranpur lapis baja Stryker 8×8 ke India. (more…)
Dikenal menguasai produksi alutsista berat, maka bukan perkara sulit bagi India untuk memproduksi kendaraan tempur (ranpur) lapis baja beroda ban 8×8. Sebagai bukti, India telah memproduksi Kestrel 8×8 buatan Tata Motors. Namun, ada kabar teranyar, bahwa ada potensi India bakal memproduksi panser kondang buatan Negeri Paman Sam, Styrker 8×8. (more…)
Bushmaster dengan RCWS (Remote Control Weapon System).
Keberpihakan pada industri dalam negeri dengan penekanan aspek tenaga kerja lokal, menjadi nilai positif yang dapat ditiru dari kebijakan pengadaan alat pertahanan dari Negeri Kanguru. Seperti belum lama ini, Pemerintah Australia mengatakan akan memesan lebih dari 40 unit rantis lapis baja Bushmaster 4×4. (more…)
Rheinmetall dari Jerman mungkin perlu waspada, pasalnya produk andalannya yakni sistem pertahanan udara (self propelled) Skyranger 30 dan Skyranger 35 yang dipasang pada ranpur Boxer 8×8, bakal mendapat saingan langsung dari Aselsan Manufaktur sistem senjata dari Turki itu belum lama ini memperkenalkan apa yang disebut sebagai Kalkan-050G. (more…)
Kazakhstan rupanya tertarik dengan kendaraan tempur (ranpur) lapis baja Infantry Fighting Vehicle (IFV) Terrex 8×8 besutan ST Engineering, Singapura. Ranpur amfibi yang didapu sebagai IFV terbaik di Asia Tenggara ini dilirik sebagai basis pengembangan bagi IFV untuk Kazakhstan. (more…)
Rheinmetall selama ini identik sebagai manufaktur yang memproduksi kendaraan tempur berkategori berat sekelas Main Battle Tank (MBT) beserta persenjataan pendukungnya. Namun, ada yang tersisa dari Eurosatory 2024, pada pameran pertahanan yang dihelat di Paris, Perancis pada 15-18 Juni 2024, manufaktur dari Jerman ini memperlihatkan prototipe kendaraan taktis (rantis) lapis baja berpenggerak roda ban 4×4 yang diberi label Rheinmetall Panzerjaeger. (more…)
Lantaran punya efek hentakan (tolak balik) yang terbilang kuat, maka lazimnya self propelled howitzer atau howitzer swagerak dipasang pada platform kendaraan berat, seperti dari basis heavy truck atau tank. Sekalipun ada yang menggunakan platform rantis model jip 4×4, itu pun dibatasi pada adopsi kaliber 105 mm. Namun, Angkatan Darat Ethiopia melakukan modifikasi yang terbilang kontroversial. (more…)
Seperti telah dikupas pada artikel terdahulu, walau Australia tidak memiliki Korps Marinir, namun militer Negeri Kanguru dengan Amphibious Ready Group (ARG)-nya mampu menghadirkan operasi serbu amfibi secara efektif. Selain peran sentral dari kapal induk helikopter atau LHD (Landing Helicopter Dock) HMAS Adelaide (Canberra class) dalam Latihan Bersama (Latma) “Keris Woomera 2024”, rupanya ada jenis ransus (kendaran khusus) amfibi ARG yang belum kami bahas. (more…)
Satu lagi ranpur (kendaraan tempur) produksi Korea Selatan yang berhasil meraih pasar ekspor, yakni K808 8×8 White Tiger yang 30 unit telah dipesan oleh Kementerian Pertahanan Peru. Tidak membeli begitu saja, dalam kontrak pengadaan ini, Peru mendapatkan alih teknologi untuk produksi K808 oleh perusahaan dalam negeri Peru. (more…)
Setelah sebelumnya dihadirkan dalam varian roda rantai (SH16) dan varian roda ban 6×6 dalam platform heavy truck, North Industries Group Corporation Limited (Norinco) pada Zhuhai Airshow 2024 kembali memperkenalkan jenis self propelled (swagerak) howitzer dengan turret (kubah) tanpa awak. Inovasi terbaru ini mengadopsi sasis ranpur (kendaran tempur) roda ban VN-23 8×8 yang juga produksi Norinco. (more…)