GDLS-C Luncurkan LAV 6.0 MK II – Ranpur Roda Ban 8×8 dengan Senjata dan Proteksi yang Ditingkatkan

General Dynamics Land Systems–Canada (GDLS-C) belum lama ini meluncurkan ranpur di kelas roda ban 8×8, melanjutkan kesuksesan LAV 25 dan LAV III, pada pameran pertahanan CANSEC 2025 (28-29 Mei 2025) di Ottawa, diluncurkan ranpur jenis Infantry Fighting Vehicle (IFV) yang diberi label LAV 6.0 MK II.

Baca juga: Jadi Korban ‘Ambush,’ Ranpur LAV-25 Arab Saudi Bergelimpangan di Yaman

Menurut informasi yang dipublikasikan di akun resmi Facebook General Dynamics Land Systems–Canada pada tanggal 29 Mei 2025, perusahaan tersebut meluncurkan LAV 6.0 Mk II. LAV 6.0 Mk II dibangun berdasarkan warisan LAV III, yang menjadi tulang punggung mobilitas infanteri Kanada selama hampir dua dekade.

Armada LAV III kini sepenuhnya digantikan oleh LAV 6.0, yang secara resmi ditetapkan sebagai IFV utama Angkatan Darat Kanada. Platform segala cuaca ini memberikan perlindungan superior terhadap ancaman balistik dan alat peledak rakitan, sebagian berkat desain lambung Double-V yang telah teruji dalam pertempuran.

Salah satu fitur paling mencolok dari versi Mk II adalah persenjataannya. Ranpur ini dilengkapi dengan kanon otomatis 30 mm yang distabilisasi, memungkinkan penembakan presisi saat bergerak. Senapan mesin koaksial 7,62 mm mendukung sistem senjata utama ini untuk menghadapi ancaman dari jarak dekat.

Di atas turret terpasang sistem peluncuran ganda untuk rudal anti tank berpemandu, yang memberikan LAV 6.0 Mk II kemampuan untuk menetralkan ancaman lapis baja berat pada jarak yang jauh.

Ranpur ini mampu mengintegrasikan loitering munition (drone kamikaze) ke dalam sistem misinya dalam lompatan modernisasi utama. Sistem udara ini memungkinkan pengintaian waktu nyata dan serangan presisi pada target bernilai tinggi atau sensitif waktu jauh di luar garis pandang, yang secara signifikan meningkatkan jangkauan taktis dan fleksibilitas operasional kendaraan. Kemampuan ini memungkinkan komandan infanteri untuk memberikan efek yang menentukan dengan paparan minimal terhadap pertempuran langsung.

Peningkatan Utama pada LAV 6.0 Mk II mencakup desain lambung ganda berbentuk “V” (Double-V Hull) untuk perlindungan optimal terhadap ranjau dan alat peledak improvisasi (IED) dan Kursi yang dirancang untuk meredam energi ledakan, meningkatkan keselamatan awak.

LAV 6.0 MK II ditenagai mesin diesel turbocharged 450 tenaga kuda dengan transmisi otomatis tujuh percepatan. Ranpur ini punya kecepatan hingga 100 km/jam di jalan dan melintasi rintangan air hingga kedalaman 1,5 meter. Sistem penggerak yang dapat beralih antara empat roda dan delapan roda, memberikan kelincahan di berbagai medan.

LAV 6.0 Mk II diawaki 3 personel – terdiri dari pengemudi, komandan, dan penembak. Sementara kapasitas yang dibawa mencakup 6 hingga 7 pasukan infanteri di kompartemen belakang, tergantung pada konfigurasi dan sistem tambahan yang dipasang (misalnya sistem kendali tembak atau komunikasi canggih).

“Gerah” Lihat Ranpur LAV-25 Arab Saudi Rontok di Yaman, Kanada Lakukan Investigasi

Jumlah pasti pasukan yang dapat dibawa bisa sedikit bervariasi tergantung pada varian (misalnya Infantry Section Carrier, Reconnaissance, atau Command Post Vehicle), namun konfigurasi standar umumnya membawa 6 personel tempur selain awak. Dengan demikian, total kapasitas personel di dalam LAV 6.0 Mk II bisa mencapai 9–10 orang.

Berbeda dengan LAV 25 yang kondang digunakan Korps Marinir AS (USMC), maka LAV 6.0 MK II tidak mempunya kemampuan amfibi. Bobot LAV 6.0 MK II jauh lebih berat (28-30 ton) karena perlindungan tambahan seperti lambung berbentuk V, perlindungan ranjau, dan sistem tempur modern.

LAV 6.0 MK II dirancang untuk ketahanan di darat dan perlindungan terhadap ancaman modern (IED, ranjau, RPG). Fokus pada mobilitas taktis darat, bukan operasi lintas air. Sebagai perbandingan, berat LAV 25 yang punya kemampuan amfibi adalah 12,8 ton. (Bayu Pamungkas)

Meski Diproduksi Perusahaan Kanada, Ini Sebab Ekspor Ranpur Stryker 8×8 Tetap dalam Kendali AS