Meski usianya sudah sepuh, yaitu terbang perdana pada 15 April 1952, debut pembom strategis Boeing B-52 Stratofortress masih akan terus dipertahankan, setidaknya kiprah pembom battle proven lintas zaman ini akan dilanjutkan sampai tahun 2050. Ibarat menolak pensiun, belum lama ini Boeing justru merilis sebuah video yang memperlihatkan tuntasnya pengujian terowongan angin (wind tunnel) dari nacelles mesin baru yang akan dipasang pada B-52. (more…)
Jadwal penerbangan perdana pembom stealth B-21 Reader sudah dipatok pada tahun depan (2023). Nah, menjelang debut penerbangan perdananya, dan untuk mengobati rasa penasaran netizen sedunia, Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) telah mengumumkan bahwa pada bulan Desember mendatang, untuk pertama kalinya sosok pembom besutan Northrop Grumman itu akan dibuka tabirnya untuk publik. (more…)
Di luar fungsi utamanya sebagai pembom strategis, rupanya B-52H Stratofortress dapat menjalankan misi lain, yaitu membawa kontainer kargo khusus yang dimuat di dalam area weapon bay (bomb bay). Pangkalan Angkatan Udara Barksdale belum lama ini mengumumkan bahwa empat unit B-52H mengambil peran dalam demonstrasi yang memungkinkan pengurangan jejak logistik untuk pengerahan operasional pembom di masa depan. (more…)
Mimpi ekspansi Cina tentu tak bisa dilepaskan dari dukungan pesawat tanker, maklum dalam operasi yang melibatkan penempur dengan sasaran jarak jauh dari pangkalan, maka keberadaan pesawat tanker menjadi mutlak. Untuk urusan itu, Angkatan Udara Cina sejak lama sudah mempersiapkan armada pesawat tanker. Namun, secara kuantitas jumlah pesawat tanker Cina tidak lagi memadai, plus usianya yang tergolong tua. (more…)
Semenjak membentuk pakta pertahanan AUKUS bersama Amerika Serikat dan Inggris, arah dan strategi pertahanan Australia mengalami perubahan secara mendasar. Dengan mengacu pada potensi konflik di masa depan dengan Cina, kini Australia memproyeksikan pengembangan persenjataan dengan kemampuan serangan jarak jauh. (more…)
Di awal-awal Perang Dingin (akhir dekade 40an pasca berakhirnya Perang Dunia II), US Navy atau Angkatan Laut Amerika Serikat menghadapi kenyataan pahit dianaktirikan oleh Pentagon, yang notabene lebih ‘sayang’ dengan Komando Udara Strategis Angkatan Udara. Ini bisa dibuktikan dari mentahnya proposal supercarrier USS United States di tangan Pentagon demi pembom B-36 Angkatan Udara.
Amerika Serikat kini tak lagi menggertak Cina dengan menghadirkan pembom strategis B-1B Lancer di Indo Pasifik, menghadapi agresivitas Beijing tentu harus dilalukan secara cermat oleh Washington. Strategi unjuk kekuatana harus ditingkatkan, salah satunya dengen penggelaran pembom stealth B-2 Spirit. (more…)
Bayang-bayang perang nuklir selalu menjadi momok menakutkan saat terjadi konflik yang melibatkan negara-negara besar. Seperti gambaran efek kehancuran dari senjata nuklir dapat digambarkan dari serangkaian uji cobanya yang beberapa kali dilakukan di era Perang Dingin. Dan terkait uji coba senjata nuklir, peristiwa “Tsar Bomba” menjadi yang paling dikenal, lantaran inilah uji coba senjata nuklir terbesar yang pernah dilakukan. (more…)
Sudah lumrah bila angkatan udara punya pesawat pembom, tapi agak terdengar beda bila yang punya pembom adalah angkatan laut. Faktanya, memang hanya beberapa kekuatan terpilih di dunia yang punya pembom pada etalase penerbangan angkatan lautnya. Dan, Indonesia pernah menjadi salah satu kekuatan tersebut, yakni pada dekade 60-an. (more…)
Ketika Rusia disebut telah mengerahkan kekuatan militer pamungkasnya dalam Perang di Ukraina, maka tak sedikit netizen yang bertanya, dimana peran pembom strategis andalan Rusia seperti Tu-22 Backfire, Tu-95 Bear dan Tu-160 Blackjack? Pasalnya dengan 137 unit pembom strategis, Rusia menempati peringkat ketiga sebagai negara pemilik armada pembom terbesar, dimana secara kuantitas, urutan pertama ditempati Cina dan kedua adalah Amerika Serikat. (more…)