Peran drone tak bisa dilepaskan dari peperangan di Ukraina, selain masif diberitakan seputar aksi drone tempur Bayraktar TB2 dalam menggasak sasaran kendaraan tempur Rusia, rupanya ada jenis drone intai produksi dalam negeri yang berperan aktif dalam misi Intelligence, Surveillance and Reconnaissance (ISR). Drone yang dimaksud adalah Leleka 100 yang digunakan Angkatan Darat Ukraina. (more…)
Ajang peperangan Rusia vs Ukraina bakalan lebih seru dalam beberapa pekan mendatang, pasalnya di tengah pengempungan pasukan Rusia atas Kiev, diwartakan Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace akan kembali mengirimkan bantuan persenjatan. Setelah mengirimkan 3.615 unit rudal NLAW dan sejumlah kecil rudal Javelin, Inggris disebut akan mengirim rudal hanud MANPADS tercepat di dunia. (more…)
Negara-negara Eropa Barat dan Skandinavia belakangan ini rajin mengecek depo persenjataannya, pasalnya apa pun yang tergolong senjata ringan, mematikan dan tentunya masih bisa digunakan, ada potensi untuk dikirimkan sebagai bentuk bantuan bagi militer Ukraina yang kini sedang berperang dengan Rusia. Bila selama ini yang dikirim senjata hanud dan anti tank, maka ada yang berbeda dari yang dilakukan Belgia. (more…)
Kabar yang satu ini belum bisa dipastikan keakuratannya, namun, jika benar kejadian, mungkin bakal membuat heboh jagad persilatan. Pasalnya ada kabar bahwa korvet stealth milik Angkatan Laut Rusia yang tengah berlayar di pesisir Odessa, terkena roket Grad MLRS yang dilepaskan dari wilayah yang dikendalikan militer Ukraina. Lebih lanjut, disebut yang menjadi korban adalah korvet Vasiliy Bykov Class (Project 22160) dari Armada Laut Hitam. (more…)
Dengan panjang garis pantai 3783 kilometer, Ukraina nampak setengah hati dalam membangun kekuatan armada kapal perangnya. Sebagian besar armada Ukraina didominasi oleh kelas kapal patroli yang berusia tua. Dibelit masalah anggaran, Angkatan Laut Ukraina sebenarnya lumayan terbantu dengan program hibah dari Amerika Serikat, seperti rencana hibah dua frigat Oliver Hazard Perry Class yang belum kesampaian. (more…)
Rusia telah mengerahkan arsenal kekuatan daratnya secara maksimal dalam operasi militernya di Ukraina. Lantaran bermain total, maka seabreg alutsista mulai dari yang lekat ditelinga sampai yang asing didengar, telah dimunculkan dalam meladeni peperangan merebut kota-kota penting di Ukraina. Setelah di tulisan terdahulu dikupas self propelled howitzer 2S7M Malka yang berkaliber 203 mm, maka jangan dilupakan kehadiran 2S4 Tyulpan. (more…)
Selain mengirimkan puluhan roket anti tank Panzerfaust 3 untuk Ukraina, Kementerian Pertahanan Belanda dikabarkan juga akan mengirim 2 unit radar intai jarak dekat dan 5 unit radar pencari posisi senjata lawan (fire finder weapon locating radars) ke Ukraina. (more…)
A-10 Thunderbold II “The Tank Buster” – pengguna setia rudal Maverick
Meski telah mendapat bantuan persenjataam dalam jumlah besar oleh Amerika Serikat dan negara-negara NATO, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy merasa itu belum cukup, pasalnya paket persenjataan yang dikirimkan untuk militer Ukraina masuk dalam kategori ‘menghambat’ serangan Rusia. Zelenskyy berdalih, untuk menahan laju serangan Rusia, selain sanksi keras, adalah penting untuk benar-benar mengalahkan Rusia di medan perang. (more…)
Terkait dukungannya pasca invasi Rusia ke Ukraina, Pemerintah Jerman rupanya ingin ‘cuci gudang’ dengan mengirimkan stok persenjataannya ke Ukraina. Setelah sebelumnya memutuskan mengirimkan 400 peluncur plus 1.000 roket anti tank Panzerfaust 3 dan 500 rudal hanud MANPADS Stinger untuk Ukraina, kabar terbaru menyebut pemerintahan Kanselir Olaf Scholz akan mengiri 2.700 rudal MANPADS keluaran lawas. (more…)
Di segmen senjata anti tank, jenis roket anti tank dengan peluncur sekali pakai (disposable) lebih banyak diproduksi Amerika Serikat dan negara-negara Eropa Barat, sebaliknya sedikit terdengar senjata anti tank disposable dirilis oleh Rusia (Uni Soviet) atau negara-negara eks Pakta Warsawa. (more…)