Operasi militer Rusia di Ukraina adalah pertaruhan besar bagi masa depan pemasaran produk persenjataannya. Jika makin banyak persenjataan Rusia yang dibuat keok di laga pertempuran, maka akan berdampak negatif pada citra alutsista Rusia. Untuk itu, deployment persenjataan harus dihitung secara serius, seperti dampaknya secara industri. Seperti di hari kelima invasi Rusia, diwartakan Angkatan Udara Rusia telah mengerahkan tujuh unit pembom tempur Sukhoi Su-34 Fullback ke Kharkiv. (more…)
Pengerahan Pasukan Lintas Udara Rusia – Vozdushno-desantnye voyska (VDV) menjadi ikon tersendiri dalam babak serangan ke wilayah Ukraina. Mengandalkan wahana pesawat angkut berat Ilyushin Il-76, ribuan prajurit linud Rusia diterjunkan untuk merangsek ke jantung pertahanan pasukan Ukraina. Terlepas dari pertempuran yang kini masih berkecamuk, keberadaan ranpur BMD-4M menjadi perhatian tersendiri. (more…)
Tanpa menyebutkan jenis senjata secara spesifik, Pemerintah Astralia lewat Perdana Menteri Scott Morrison telah membuat keputusan untuk mengirimkan bantuan persenjataan ke Ukraina. Morrison menyebut telah mengalokasikan dana sekitar US$50 juta (Aus$70 juta) untuk pembelian persenjataan berupa amunisi dan rudal ringan untuk menghadapi invasi Rusia.
Swedia rupanya mendobrak tradisi, dikenal sebagai negara yang menjunjung netralitas, namun pada konflik Rusia dan Ukraina, negara skandinavia itu telah memposisikan dirinya untuk mendukung penuh militer Ukraina. Perubahan arah politik Swedia ini pun banyak dikaitkan dengan beragam isu, seperti adanya ancaman dari Rusia kepada Swedia dan Finlandia, jika kedua negara netral itu bergabung ke NATO. (more…)
Perang menyisakan kepedihan, selain apa yang dirasakan warga sipil di Ukraina, ada kabar menyedihkan dari dunia dirgantara, dimana pesawat angkut (kargo) terbesar di dunia, Antonov An-225 Mriya, dilaporkan total lost akibat kebakaran yang menimpa hanggar penyimpanannya di Bandara Gostomel (Hostomel), Kiev. Selain An-225 Mriya, dalam insiden serangan udara, ikut hancur beberapa pesawat angkut ikonik nan legendaris, seperti Antonov An-22 Antei dan Antonov An-124-100 Ruslan. (more…)
Tak sedikit warganet dunia yang bertanya, kemanakah drone tempur Bayraktar TB2 yang dioperasikan Ukraina, pasalnya hingga hari ketiga invasi Rusia, belum terdengar debut drone battle proven produksi Turki tersebut. Dan baru pada hari keempat invasi, yaitu 27 Februari 2022, dirilis video pertama aksi serbuan Bayraktar TB2 sejak serangan Rusia yang dimulai pada 24 Februari lalu. (more…)
Mengikuti jejak mitranya di NATO, Pemerintah Jerman telah memutuskan mengirimkan bantuan persenjataan untuk membantu militer Ukraina. Jenis senjata yang dikirim adalah senjata panggul, yaitu roket anti tank Panzerfaust 3. Berdasarkan sumber dari media internasional, jumlah yang dikirim mencapai 400 peluncur dengan 1.000 roket. Masih dari jenis senjata yang sama, Belanda juga diwartakan mengirim 50 peluncur Panzerfaust 3 ke Ukraina. (more…)
“Ghost of Kyiv (Kiev)” telah menjadi trending berita di seputar serangan Rusia ke Ukraina. Meski kebenarannya masih harus diuji, kabar bahwa jet tempur MiG-29 Angkatan Udara Ukraina mampu merontokan enam jet tempur Rusia di hari pertama invasi (24/2/2022), kadung menjadi sorotan dunia. Betapa tidak, MiG-29 yang notabene adalah penempur lawas era soviet, diwartakan dapat menjatuhkan dua pesawat tempur Sukhoi Su-35, satu Sukhoi-27, satu MiG-29, dan dua Su-25 Rusia. (more…)
Jauh sebelum invasi Rusia ke Ukraina, rupanya Polandia dan Ukraina punya obsesi bersama untuk merancang sistem pertahanan udara jarak sedang – medium-range air defense system. Persisnya UkrOboronProm, kelompok industri pertahanan milik negara (Ukraina) menawarkan perusahaan Polandia WB Electronics untuk bersama-sama mengembangkan versi yang lebih baik dari sistem pertahanan udara yang diluncurkan di permukaan, dengan basis rudal eksisting R-27 produksi Artem,Ukraina. (more…)
Sejak serangan yang dilancarkan Rusia pada 24 Februari lalu, praktis berita didominasi oleh langkah operasi militer Rusia yang merangsek masuk wilayah Ukraina timur. Militer Ukraina pun tak tinggal diam, perlawanan sengit dilakukan di darat dan udara guna menahan laju pasukan Rusia. Dan baru pada 25 Februari ini, untuk pertama kalinya Ukraina melakukan serangan balasan langsung ke wilayah Rusia. (more…)