BMD-4M – Diterjunkan di Ukraina, Inilah Ranpur Andalan Pasukan Lintas Udara Rusia

Pengerahan Pasukan Lintas Udara Rusia – Vozdushno-desantnye voyska (VDV) menjadi ikon tersendiri dalam babak serangan ke wilayah Ukraina. Mengandalkan wahana pesawat angkut berat Ilyushin Il-76, ribuan prajurit linud Rusia diterjunkan untuk merangsek ke jantung pertahanan pasukan Ukraina. Terlepas dari pertempuran yang kini masih berkecamuk, keberadaan ranpur BMD-4M menjadi perhatian tersendiri.

Baca juga:Β Terjun Bebas dari Ketinggian 1.500 Meter, Begini Penampakan Ranpur BMD-1 Rusia

Pasalnya BMD-4M adalah varian terbaru dan tercanggih dari keluarga BMD series, sekaligus menjadi ranpur IFV (Infantry Fighting Vehicle) andalan VDV dalam operasi serbuan ke Ukraina. Sebagai alutsista pasukan linud, maka BMD-4M digelar dengan penerjunan lewat parasut (air droppable). Lantaran air droppable mengandung risiko tinggi, diketahui ada BMD-4M yang mendarat dengan posisi tidak menguntungkan, seperti terguling di parit, sehingga sulit untuk di-recovery.

Lepas dari itu semua, BMD-4M adalah jenis ranpur yang menarik untuk dikupas. Ranpur ini dirancang oleh Volgograd Tractor Plant and the Tula KBP Instrument Design Bureau dan diproduksi Kurganmashzavod JSC. BMD-4M diawaki oleh dua personel dan dapat membawa enam pasukan infanteri. Lulus kualifikasi uji coba pada tahun 2008, BMD-4M resmi masuk arsenal VDV pada April 2016.

Prosesi penerjunan BMD-4M dari Ilyushin Il-76.

Dilengkapi dengan sejumlah upgrade, IFV spesialis airborne ini punya panjang 6 meter, lebar 3,15 meter dan tinggi 2,7 meter. Bobot tempur BMD-4M mencapai 13,5 ton. BMD-4M punya lambung yang lebih lapang dibandingkan pendahulunya. . Pengemudi duduk di depan dan mesin ditempatkan di bagian belakang lambung, mirip dengan desain ranpur BMP-3F Korps Marinir.

Sebagai generasi baru keluarga BMD, BMD-4M sudah dibekali sistem navigasi satelit untuk memberikan rincian lokasi geografis. Kendaraan ini juga dilengkapi dengan sistem kontrol digital berbasis komputer.

BMD-4M mengusung jenis senjata utama serupa BMP-3F, yakni meriam semi-otomatis 2A70 kaliber 100 mm dengan berat 332 kg. Dalam satu kubah, meriam 2A70 dipasangkan bersama kanon otomatis 2A72 kaliber 30 mm. Kanon ini dapat menembakkan munisi GSh-6-30 dengan kecepatan luncur 960 meter per detik, serta kecepatan tembakan lebih dari 300 proyektil per menit. Untuk meriam 2A70 dapat menembakkan munisi 3UOF17 atau 3UOF19 dengan kecepatan sepuluh proyektil per menit. Kecepatan luncur proyektil kaliber 100 mm ini berkisar 250 – 355 meter per detik.

Persenjataan sekunder pada kubah ada senapan mesin koaksial PKT 7,62 mm. Sebagai catatan, laras meriam 100 mm di BMD-4M dapat menembakkan rudal anti tankArkan Tandem 9M117M1 dan Konkurs. Pada kubah juga dilengkapi dengan tiga pelontar granat asap masing-masing sisi di depan.

BMD-4M dilengkapi dengan fire control weapon system yang terintegrasi dengan panoramic TV aimed sight dan automatic target tracker.

Dapur pacu BMD-4M dipercayakan pada mesin diesel tipe UTD-29 multi-bahan bakar yang menghasilkan tenaga 500 hp. BMD-4M dapat ngebut di jalan raya dengan kecepatan 70 km per jam dan 10 km per jam untuk mengarung di air. Dengan bahan bakar penuh, daya jelajah BMD-4M hingga 500 km.

Baca juga:Β Sprut-SDM1, Inilah Ranpur Terbaru Pasukan Linud Rusia, Pernah Ditawarkan Serius ke Indonesia

Yang unik dari ranpur ini adalah mengadopsi sistem suspensi hidro-pneumatik yang dapat disesuaikan pada keenam roda dalam mendukung mobilitasnya di medan berat. Konkritnya, ground clearance BMD-4M dapat disesuaikan, yaitu berkisar dari 130 hingga 530 mm. (Gilang Perdana)

5 Comments