Gunakan Rudal Balistik OTR-21 Tochka, Ukraina Balas Serang Pangkalan Udara Rusia

Sejak serangan yang dilancarkan Rusia pada 24 Februari lalu, praktis berita didominasi oleh langkah operasi militer Rusia yang merangsek masuk wilayah Ukraina timur. Militer Ukraina pun tak tinggal diam, perlawanan sengit dilakukan di darat dan udara guna menahan laju pasukan Rusia. Dan baru pada 25 Februari ini, untuk pertama kalinya Ukraina melakukan serangan balasan langsung ke wilayah Rusia.

Baca juga: Babak Awal Serangan ke Ukraina, Rusia Luncurkan Rudal Jelajah 3M-54 Kalibr

Serangan tersebut dilakukan dengan menggunakan rudal balistik jarak dekat. Dikutip dari Janes.com (25/2/2022) yang melansir dari postingan di media sosial, serangan Ukraina menyasar ke Pangkalan Udara Millerovo di wilayah Rostov Rusia, yang berjarak sekitar 20 km dari garis perbatasan Rusia-Ukraina. Menurut laporan, pangkalan itu terkena sejumlah rudal balistik OTR-21 Tochka (SS-21 Scarab/9M79).

Dari citra satelit dan foto-foto yang beredar, pangkalan udara itu mengalami sejumlah kerusakan, setidaknya satu unit Sukhoi Su-30SM ‘Flanker-H’ dari Resimen Penerbangan Tempur Pengawal ke-31 Pasukan Dirgantara Rusia (VKS) ke-31 terbakar. Tentu yang menjadi pertanyaan, seperti apakah kemampuan rudal balistik OTR-21 Tochka, sehingga mampu menembus sistem hanud Rusia?

OTR-21 Tochka adalah rudal balistik jarak pendek – close-range ballistic missile (CRBM). Rudalnya sendiri mengusung jenis 9M79 yang memiliki jangkauan antara 15 dan 70 km. Rudal 9M79 dapat dipersenjatai dengan unitary high-explosive blast fragmentation dan hulu ledak submunisi. Angkatan Darat Ukraina diketahui telah menerima atau mewarisi 500 rudal dengan 90 peluncur, meskipun tidak diketahui berapa banyak yang tersisa dalam inventarisnya.

OTR-21 Tochka bukan sistem rudal baru, senjata taktis ini adalah peninggalan era Uni Soviet yang dibuat oleh KBM (Kolomna). Diranncang sejak 1968, OTR-21 Tochka mulai digunakan Soviet sejak 1976, Tochka dikedepankan untuk serangan tepat ke sasaran taktis musuh, seperti pos kendali, jembatan, fasilitas penyimpanan, konsentrasi pasukan, dan lapangan terbang. Hulu ledak fragmentasi dapat diganti dengan hulu ledak nuklir, biologi atau kimia. Propelan padat membuat rudal mudah dirawat dan disebarkan.

Unit OTR-21 Tochka umumnya digelar dalam struktur brigade. Ada 18 peluncur dalam tiap brigade; setiap peluncur dilengkapi dengan 2 atau 3 rudal. Sebagai platform kendaraan adalah BAZ-5921 6×6 yang berperan sebagai transporter erector launcher (TEL). Kendaraan pengusung ini punya kemampuan amfibi. Ditenagai mesin diesel, BAZ-5921 punya kecepatan maksimum di jalan raya 60 km per jam, dan kecepatan mengarung di air 8 km per jam. Untuk perlindungan pada awaknya, OTR-21 Tochka dilengkapi proteksi anti nubika.

Ada tiga varian OTR-21 Tochka yang berhasil dikembangkan, yakni Scarab A – berat 2.000 kg (1976), Scarab B – berat 2.010 kg (1989) dan Scarab C – berat 1.800 kg (1990). Rudal ini punya panjang 6,4 meter dengan diameter 0,65 meter. Tiga varian masing-masing punya jarak jangkau berbeda meski sumber tenaganya adalah single-stage Solid fuel rocket 96kN – Scarab A (70 km), Scarab B (120 km) dan Scarab C (185 km).

Mengandalkan inertial guidance dan passive radar, dan OTR-21 Tochka dapat melesat hingga Mach 5.3 dengan tingkat akurasi 150 meter. Pengguna terbesar OTR-21 Tochka saat ini adalah Rusia yang ditaksir punya 220 peluncur.

Baca juga: Rusia Luncurkan Rudal Anti Radiasi Kh-31P ke Ukraina, Sejenis dengan yang Dimiliki TNI AU

Negara lain pengguna selain Ukraina dan Rusia adalah Armenia, Azerbaijan, Belarusia, Bulgaria, Suriah, Korea Utara, Kazakhstan dan Yaman. Soal pengalaman perang, OTR-21 Tochka rasanya sudah kenyang, di antaranya aktif digunakan pada Perang Sipil di Yaman, Perang di Donbass, konflik di Suriah sampai Nagorno-Karabakh. (Maskun)

11 Comments