Hanya berselang dua hari, PT Dirgantara Indonesia kembali mengirimkan helikopter serang serbaguna Bell-412 EPI (Enhanced Performance Integrated) untuk Skadron 11 Serbu Puspenerbad. Pengiriman yang dilakukan pada hari Jumat (19/2/2021) adalah delivery unit ketiga dari total sembilan unit pesanan Bell-412 EPI pesanan Kementerian Pertahanan RI. (more…)
Setelah pada Desember 2020 melakukan pengiriman unit perdana helikopter Bell-412 EPI (Enhanced Performance Integrated) untuk Puspenerbad. Maka ada kabar terbaru dari Bandung, bahwa pada hari Rabu (17/2/2021), PT Dirgantara Indonesia kembali melakukan pengiriman unit kedua Bell-412 EPI yang akan dioperasikan Skadron-11 Serbu Puspenerbad. (more…)
Sebagai pengguna truk ponton M3 Amphibious Rig, Indonesia memang lebih senior ketimbang Korea Selatan, pasalnya sejak tahun 2019, gelombang perdana kendaraan khusus untuk satuan Zeni Tempur (Zipur) TNI AD itu telah tiba di Indonesia. Namun, untuk urusan alih teknologi alias transfer of technology (ToT) M3 Amphibious Rig, rasanya Indonesia harus belajar dari cara Korea Selatan. (more…)
Bulan Januari 2021 ini rupanya menjadi momen bersejarah bagi Bell Textron Inc, pasalnya manufaktur helikopter asal Amerika Serikat ini telah mengukuhkan 40 tahun eksistensi Bell-412. Di bulan Januari ini, Bell-412 mencatatkan pengiriman lebih dari 1.100 unit ke seluruh dunia. Dengan total 6,5 juta jam terbang, sampai saat ini Bell Textron telah merilis 11 varian Bell-412, termasuk beragam varian yang dioperasikan oleh TNI AD, TNI AL dan Polri. (more…)
Modernized Target Acquisition Designation Sight (M-TADS) merupakan perangkat vital pada helikopter serang AH-64E Apache Guardian. Bila perangkat ini tak berfungsi, maka ‘kesaktian’ Apache bisa tumpul, lantaran untuk penembakan di malam hari dan integrasi ke IHADSS (Integrated Helmet and Display Sight System) tidak dapat dilakukan. (more…)
Sebagai salah satu unit elite TNI AD, pasukan Raider sejak lima tahun silam telah mendapatkan standar senapan serbu yang khas. Hal tersebut dibuktikan dengan diadopsinya Pindad SS-1 R5 yang dirancang untuk Batalyon Raider. Dan, seiring modernisasi persenjataan perorangan, pasukan Raider kini mendapatkan senapan jenis baru, masih dipasokan oleh PT Pindad, senjata tersebut adalah SS-2V5 A1. (more…)
Foto: koleksi keluarga besar Letjen TNI (Purn) Dading Kalbuadi – di scan oleh Jani Sari Library)
AMX-13 VCI (Véhicule de Combat d’Infanterie) dikenal sebagai salah satu alutsista berusia tua yang masih dioperasikan oleh satuan Kavaleri TNI AD. Dari platform tank ringan AMX-13, ranpur lapis baja angkut personel ini mudah dikenal sosoknya oleh pemerhati alutsista. Seperti sudah identik senjata yang dibawanya adalah satu pucuk senapan mesin berat M2HB kaliber 12,7 mm dalam kubah yang terbuka (open mounting). Namun, ternyata ada fakta lain yang menarik. (more…)
TNI AD bisa dikatakan jarang menggunakan alutsista buatan Rusia, pun seandainya ada, itu adalah peninggalan era Uni Soviet yang didatangkan pada dekade 60-an, misalnya seperti meriam hanud S-60 57 mm yang hingga kini masih awet digunakan. Begitu juga dengan rantis (kendaraan taktis), jarang terlihat TNI AD mengoperasikan buatan dari Rusia. (more…)
Melihat bentuknya, rasanya hampir setiap warga Indonesia tahu sosok jenis panser angkut personel ini. Mungkin namanya tak semua orang tahu, tapi tentang Alvis Saracen 6×6 sepertinya sudah ada di benak ingatan semua warga, lantaran debut bersejarah ranpur besutan Inggris ini yang menjadi ikon di film legendaris “Pengkhianatan G30S/PKI.” (more…)
Belakangan ini, akun media sosial TNI banyak memposting seputar kegiatan latihan, terkhusus di lini kavaleri, kerap terlihat sosok tank ringan AMX-13 meriam yang legendaris. Dan, seperti diketahui kavaleri TNI AD mempunyai dua varian AMX-13 varian meriam, yaitu AMX-13 dengan meriam kaliber 105 mm dan AMX-13 dengan meriam kaliber 75 mm. Namun, tak sedikit netizen yang kesulitan membedakan di antara kedua jenis AMX-13 meriam, pasalnya basis tanknya sama, begitu juga desain dan model kubah pun serupa. Lantas bagaimana cara membedakan antara keduanya? (more…)