Roket anti tank dan perkubuan C90-CR buatan Instalaza SA, Spanyol, seolah laris digunakan sebagai senjata pada prototipe alutsista rancangan Politeknik Kodiklatad TNI AD. Setelah sebelumnya dipasang sebagai drone hexa copter, maka roket dengan peluncur sekali buang (disposable) ini juga digunakan sebagai senjata pada prorotipe yang disebut sebagai “Robot Tempur Roda Rantai.” (more…)
Pertanyaan netizen seputar kabar ranpur Fire Support Vehicle (FSV) Badak 6×6 kini telah terjawab, persisnya pada 19 Januari lalu, telah diserahkan 7 unit Badak 6×6 pesanan Kementerian Pertananan untuk TNI AD. Selain ranpur Badak 6×6, Kemhan juga menyerakan 26 unit ranpur Anoa 6×6 (varian APC dan komando) dan 10 unit rantis lapis baja Komodo 4×4 varian APC. (more…)
Berita penyerbuan pos TNI oleh kelompok separatis bersenjata di Papua telah menjadi keprihatinan bersama, terutama bagaimana pengawasan dapat dilakukan di pos terdepan dapat dilakukan secara efektif. Pasalnya dengan kontur medan yang berat, pengawasan pada sekeliling pos harus dilakukan siang dan malam terus-menerus. Jelas bukan hal yang mudah dijalani. (more…)
Radar firefinder sejatinya bukan sesuatu yang baru di lingkungan TNI AD, seperti di tahun 2013, Pusat Pendidikan (Pusdik) Armed TNI AD pernah merilis prototipe yang disebut juga sebagai weapon location radar. Namun yang diperkenalkan saat itu mengacu pada platform rantis Toyota New Hilux S-Cab 2.5 diesel. Penggunaan platform tentu berpengaruh pada kemampuan radar yang dapat digotong. (more…)
Dalam segmem senjata MLRS (Multiple Launch Rocket System), kaliber 122 mm boleh dikata menjadi yang paling banyak disorot, lantaran masif digunakan Armed Korps Marinir dan telah roketnya sendiri (R-Han 122) telah mampu diproduksi di dalam negeri. Namun, itu bukan berarti pengembangan roket MLRS di kaliber lain diabaikan. Seperti Litbang Politeknik Kodiklatad TNI AD telah merilis roket MLRS kaliber 90 mm. (more…)
Melihat kondisi geografis di Tanah Air, maka menuntut kolaborasi antara helikopter Puspenerbad dengan pesawat angkut C-130 Hercules TNI AU. Dengan ketersediaan helikopter TNI yang terbatas di medan operasi, maka dalam waktu singkat diperlukan kekuatan BKO (Bawah Kendali Operasi) tambahan. (more…)
Setelah unit keempat dan kelima dikirim pada 21 Juli lalu, pada hari ini, 19 November 2021, dilakukan pengiriman unit keenam helikopter Bell-412 EPI (Enhanced Performance Integrated) untuk kebutuhan Skadron 11 Serbu Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad). (more…)
Dinamika peperangan di masa mendatang harus diperhitungkan secara cermat, seperti munculnya ancaman yang potensial dihadapi unit Kavaleri adalah serangan dari senjata (rudal) anti tank berpemandu laser. Dan belum lama ini ada kabar dari Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AD (Dislitbangad), yaitu dimulainya uji fungsi prototipe I Laser Warning System (LWS) yang dipasang pada kubah tank ringan Scorpion 90. (more…)
Setelah tiba pada tahun 2019, M3 Amphibious Rig yang dioperasikan Batalyon Zipur 9 Kostrad, menjadi salah satu arsenal yang paling dicari netizen, maklum M3 Amphibious Rig yang belum lama diakuisisi dalam jumlah besar oleh Korea Selatan ini, jarang diperlihatkan ke publik. Dan setelah lama dinanti, pada Latihan Antar Kecabangan (Latancab) TNI AD TA 2021 Kartika Yudha di Puslatpur TNI AD, Martapura, OKU, Sumatera Selatan, M3 Amphibious Rig memperlihatkan kemampuan asasinya sebagai jembatan ponton amfibi. (more…)
Lumayan lama tak mendengar kabar alutsista yang satu ini, di tengah-tengah ulasan seputar alutsista baru, senjata legendaris dari arsenal artileri medan (armed) TNI AD ini seolah terlupakan. Namun, dari postingan kostrad.mil.id (22/10/2021), membuktikan bahwa alutsista yang tergolong tua ini masih siap dioperasikan dan dapat melakukan penembakan dengan baik. (more…)