Seputar DSEI 2019Klik di Atas

Didera Biaya Pemeliharaan Tinggi, Malaysia Bersiap Pensiunkan Tank Scorpion

Setelah kabar yang menerpa bahwa sebagian armada Sukhoi Su-30MKM AU Malaysia ternyata tidak serviceable, kini dari matra darat Negeri Jiran muncul kabar, yakni armada tank ringan Alvis Scorpion yang dioperasikan Tentera Darat Malaysia secara keseluruan disebut-sebut sudah tak beroperasi lagi. Dalam hitungan alutsista, Scorpion memang bukan tank baru, tapi jika disebut terlalu tua juga belum pas, sampai saat ini Kavaleri TNI AD masih mengoperasikan tank ringan buatan Inggris ini.

Baca juga: PT-91M Pendekar – Pelopor MBT Modern di Asia Tenggara

Untuk ukuran pengguaan, Malaysia ternyata lebih senior sebagai pengguna Scorpion dibandingkan Indonesia. TNI AD mulai menerima paket pengadaan Scorpion dan beragam varian APC Stormer pada tahun 1995, sementara Malaysia mulai menggunakan Scorpion pada tahun 1981 dan dioperasikan Armada Lapis Baja Brigade ke-10. Indonesia sendiri mengkusisi 90 unit Scorpion, yang diproyeksikan untuk memenuhi dua batalyon kavaleri, sedangkan Malaysia tercatat hanya mendatangkan 26 unit Scorpion.

Dikutip dari malaysiandefence.com (18/12), atas isu ketidaksiapan operasional Scorpion Malaysia, diwartakan armada tank ringan tersebut akan dipensiunkan. Hal tersebut telah direkomendasikan oleh Wakil Menteri Pertahanan Malaysia, Liew Chin Tong, mengatakan kepada Parlemen pada 18 Desember 2018, bahwa tidak ada satupun tank Scorpion yang beroperasi. Pangkal musababnya adalah tingginya biaya pemeliharaan dan usia ranpur yang dinilai telah usang.

Rekomendasi rencana pensiun tank Scorpion dibuat setelah pihak Angkatan Darat Malaysia melakukan studi tentang persyaratan kendaraan lapis baja untuk jangka panjang. Tank ringan ini tampaknya tidak kompatibel dengan rencana dan arahan Angkatan Darat Malaysia serta lebih banyak biaya yang dikeluarkan jika terus dipertahankan.

Selama ini AD Malaysia telah berupaya melakukan upgrade dan peningkatan kemampuan pada tank yang berbobot 8 ton ini. Armada tank Scorpion Malaysia telah menjalani Service Extension Program (SLEP) dan upgrade dari 2007 hingga 2011, hasilnya AD Malaysia memutuskan untuk melanjutkan pengoperasian ranpur sampai tahun 2018.

Dengan senjata andalan meriam Cockerill kaliber 90 mm, Pusat Kesenjataan Kavaleri (Pussenkav) TNI AD juga telah melakukan sejumlah modernisasi saat 22 tahun penggunaan Scorpion. Seperti dalam Pameran Alutsista di Rapim (Rapat Pimpinan) TNI 2017, satu unit Scorpion di display dengan tambahan perangkat khusus pada laras, atas kubah, dan pintu palka pengemudi.

Perangkat berupa modul tersebut adalah sistem kamera thermal generasi baru, lewat kamera thermal ini seorang komandan tank dapat memiliki opsi kamera termal dengan lensa 100 mm dan 25 mm. Posisi modul kamera thermal untuk komandan berada di atas kubah, posisinya berdekatan dengan mounting SMS (Senapan Mesin Sedang) FN MAG 7,62 mm. Layaknya prinsip kerja periskop, kamera thermal sang komandan dapat berputar 360 derajat untuk mengintai posisi di sekitaran.

Baca juga: Memasuki Usia 22 Tahun, Pussenkav TNI AD Pamerkan Retrofit Tank Scorpion 90

Bila aslinya Scorpion 90 menggunakan track link atau konektor antar segmen rantai model single pin menjadi double pin. Penggantian ini memudahkan perawatan, karena desain rantai orisinil Scorpion membuatnya sukar dirawat dan diganti pad shoenya. Dengan penggantian ke sistem double pin, maka penggantian pad shoe atau tapak/ sepatu karet bisa dilakukan dengan mudah, sehingga tidak meninggalkan jejak pada aspal dan awak lebih nyaman saat berkendara. (Gilang Perdana)

24 Comments