Tag: Satran

KRI Pulau Rimau 724 (Kondor Class) Berhasil Menetralisir Ranjau di Perairan Kota Makassar

(TNI AL)

Satu hari pasca ledakan bom bunuh diri yang menyasar Gereja Katedral di Makassar, pada hari Senin, 29 Maret 2021, terjadi ledakan di wilayah Perairan Kota Makassar, tepatnya di sekitar Perairan Makassar New Port (MNP). Namun, ledakan di perairan itu bukan berasal dari aksi terorisme, melainkan kapal penyapu ranjau KRI Pulau Rimau 724 yang termasuk dalam Kondor Class, berhasil menetralisir ranjau sisa Perang Dunia II. (more…)

Januari 2021, Kapal Pemburu Ranjau Terbaru Pesanan TNI AL Masuki Tahap First Steel Cutting

(Kemlu.go.id)

Setelah lama dinanti, akhirnya ada kejelasan tentang rencana akuisisi kapal pemburu/sapu ranjau – Mine Countermeasures Vessels (MCMV) Frankenthal Class dari Jerman. Maklum, sejak Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI melakukan penandatanganan kontrak untuk desain dan pembangunan kapal penyapu ranjau pada Januari 2019, lantas berita akuisisi kapal pemburu ranjau penerus Tripartite Class ini tak terdengar lagi. (more…)

PAP-104 MK4 – Mengenal ROV Penetralisir Ranjau di KRI Pulau Rupat 712

Selain jamak hadir sebagai kelengkapan pada kapal riset, Remotely Operated Vehicle (ROV) juga lumrah sebagai fitur standar yang ada di kapal pemburu/penyapu ranjau. Seperti di kapal pemburu ranjau Tripartite Class TNI AL – KRI Pulau Rengat 711 dan KRI Pulau Rupat 712. Di kedua kapal tersebut, yang menjadi andalan adalah ROV PAP-104 MK4 dengan sosok yang mudah dikenali dari warnanya. (more…)

Pensiunkan Tripartite Class, Belanda dan Belgia Satu Pilihan untuk Kapal Pemburu Ranjau

Sebelum dua kapal pemburu ranjau Frankenthal Class tiba di Indonesia, maka saat ini yang menjadi alutsista andalan pada Satuan Kapal Ranjau (Satran) TNI AL adalah dua kapal Tripartite Class, KRI Pulau Rengat 711 dan KRI Pulau Rupat 712. Meski usianya tak lagi muda, lantaran sudah beroperasi lebih dari 30 tahun, namun Tripartite Class adalah satu-satunya jenis kapal perang buru ranjau yang hingga kini juga masih dioperasian oleh AL Belanda dan AL Belgia. (more…)

Satuan Kapal Ranjau Koarmada II Latihan Menggunakan “Smart Mine”

(Sumber: Twitter Koarmada2SBY)

Selama ini publik lebih banyak mendengar serangkaian latihan buru dan sapu ranjau yang dilakukan Satuan Kapal Ranjau (Satran) TNI AL. Dengan kapal berkemampuan khusus, misi melibas ranjau jelas adalah kegiatan yang beresiko tinggi. Nah, kali ini ada kabar sebaliknya, yaitu Satran Koarmada II diwartakan melakukan latihan pengoperasian ranjau, ini artinya fungsi ranjau bukan dinetralisir, melainkan ‘dipasang’ untuk kebutuhan suatu operasi. (more…)

Setelah Lama Dinanti, Kemhan Resmi Akuisisi 2 Kapal Pemburu Ranjau dari Jerman

Bahwa Indonesia akan mengakuisisi dua unit kapal penyapu ranjau, jelas bukan berita baru, bahkan jenis kapal penyapu ranjau yang dipilih pun telah diketahui sejak 2016 silam, yakni Frankenthal Class buatan Jerman. Pun anggaran yang digelontorkan Kementerian Pertahanan untuk dua Mine Countermeasures Vessels (MCMV) ini telah dipatok sebesar US$204 juta. Bila pembaca cermat, mockup Frankenthal Class sempat ditampillan dalam Indo Defence 2018. (more…)

Pensiunkan Kondor Class, TNI AL Pilih Frankenthal Class Sebagai Kapal Penyapu Ranjau Terbaru

Seolah mengamini isi pemberitaan di Indomiliter.com yang mewartakan Jerman dipilih sebagai pemasok kapal penyapu ranjau TNI AL, situs Janes.com (11/9) telah merilis informasi lanjutan tentang pengadaan kapal penyapu ranjau terbaru untuk Satuan Kapal Ranjau (Satran) tersebut. Disebutkan bahwa jenis kapal penyapu ranjau pilihan TNI AL adalah varian dari Frankenthal Class buatan Lurssen Defence. (more…)

TNI AL Pilih Jerman Sebagai Pemasok Kapal Penyapu Ranjau Terbaru

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi pada Februari 2015 pernah mengungkapkan rencana pengadaan dua unit kapal penyapu ranjau jenis baru untuk memperkuat Satuan Kapal Ranjau (Satran), rencana pengadaan ini tentu wajar adanya, mengingat sudah tiga dekade Satran tak mendapatkan modernisasi alutsista. Sampai saat ini kapal penyapu ranjau andalan Satran adalah dua unit Tripartite Class hasil pengadaan tahun 1988. (more…)

Hiu Merah: Robot ROV Laut Dalam Produksi Dalam Negeri

ROV (Remotely Operated Vehicle) bukan sesuatu yang baru diterapkan di Indonesia, robot penyelam laut dalam ini setidaknya sudah digunakan kalangan sipil, seperti Badan Penerangan dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan tentunya TNI AL, khususnya pada Satuan Kapal Ranjau (Satran) di Tripartite Class dan kapal Oseanografi Rigel Class. Namun, meski dalam status prototipe, Balitbang Kementerian Pertahanan dan PT Robomarine Indonesia sejak tahun 2015 telah merintis ROV produksi dalam negeri. (more…)