Ada yang unik dari program akusisi dan modernisasi alutsista Thailand, pasalnya Negeri Gajah Putih ini terlihat bisa luwes menggunakan alutsista besutan AS/Barat dan Cina. Untuk matra udara misalnya, program eMLU (enhanced Mid-Life Update) pada armada F-16 Fighting Falcon sudah lebih maju dan tuntas ketimbang Indonesia. Bicara helikopter angkut serbaguna, selain mengoperasikan Mi M-17V5, Angkatan Darat Thailand juga pengguna helikopter Black Hawk. (more…)
Masih terkait dengan persiapan Satgas Muara dan Perairan ke Papua, Batalyon Infanteri 3 dari Pasmar 2 Surabaya, terus mematangkan sejumlah persiapan guna mendukung penugasan di wilayah operasi. Setelah sebelumnya ditampilkan rantis jip KIA KM420 4×4 yang dipasangkan plat lapis baja, maka kendaraan lain berupa truk, ikut dipasangkan plat baja untuk tugas di Papua. (more…)
Topik bahasan seputar MLRS (Multiple Launcher Rocket System) kini sedang trending, khususnya pasca ‘hujan’ roket oleh pejuang Hamas Palestina ke wilayah Israel beberapa waktu lalu, yang sempat membuat sistem hanud Iron Dome kewalahan. Dan, dari Tanah Air, baru-baru ini ada kabar dari Sorong, Papua Barat. (more…)
Yang satu ini jelas bukan ranpur (kendaraan tempur), melainkan masuk kategori rantis alias kendaraaan taktis berupa jip berpenggerak 4×4. Namun, jangan salah, rantis berlabel KIA KM420 ini sudah layak disebut ‘battle proven,’ pasalnya KM420 telah digunakan saat Operasi Militer di NAD (Nanggroe Aceh Darussalam) melawan separatis GAM di periode 2003 – 2004. Dan, ada kabar bahwa jip buatan Korea Selatan ini akan dikirim ke Papua. (more…)
Label “PT-76M” identik sebagai varian tank amfibi PT-76 milik Korps Marinir TNI AL yang telah dimodifikasi pada tahun 1990. Namun, tahukah Anda, bahwa jauh sebelum ada label PT-76M pada PT-76 Indonesia, maka pada akhir dekade 50-an, sejatinya Rusia sudah lebih dulu ‘menerbitkan’ label PT-76M. (more…)
Ada kesamaan antara Korps Marinir Indonesia dan Korps Marinir Rusia, yaitu sama-sama mengandalkan ranpur amfibi BMP-3F produksi Kurganmashzavod PJSC. Uniknya, bila Korps Marinir TNI AL telah menerima BMP-3F sejak tahun 2010, lain halnya dengan Korps Marinir Armada Pasifik Rusia, pasalnya satuan pasukan pendarat tersebut justru baru saja menerima BMP-3F sebagai penggantian dari ranpur lama BMP-2. (more…)
Setelah delapan bulan sejak musibah tenggelamnya ranpur amfibi AAV (LVTP-7), Korps Marinir AS (USMC) akhirnya merilis hasil investigasinya atas kecelakaan yang menewaskan sembilan personel, yaitu terdiri dari delapan prajurit marinir dan seorang pelaut. Laporan investigasi yang dirilis pada 25 Maret 2021, menyebutkan adanya masalah pada kendaraan (mechanical error) dan manusia (human error). (more…)
Ada kabar anyar dari Korps Marinir, dalam rangka mendukung kesiapan tempur, Dinas Materiel Senjata dan Elektronika TNI Angkatan Laut (Dissenlekal) melaksanakan Uji Fungsi Amunisi di Pusat Latihan Tempur Marinir Baluran, Karang Tekok, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, baru baru ini. (more…)
Banyak jalan untuk mendapatkam self propelled MLRS (Multiple Launch Rocket Systems), selain dari dalam negeri yang prototipenya sudah dirilis, dari luar negeri juga bertabur pilihan. Khusus di segmen self propelled MLRS kaliber 122 mm, maka pengguna utamanya di Indonesia adalah Korps Marinir. Selain dominan mengoperasikan RM70 Grad/Vampire buatan Ceko, ada beberapa unit yang diketahui adalah buatan Cina. (more…)
Walau jumlahnya tak lebih dari 15 unit, namun, ranpur amfibi LVTP-7 atau dalam label Korea Selatan disebut KAAV7A1, termasuk arsenal alutsista yang diunggulkan oleh Resimen Kavaleri Korps Marinir. Dengan perawatan yang baik, ranpur asal hibah dari Korea Selatan pada tahun 2009/2010 ini masih terjaga kondisinya. Dan, ada kabar tentang LVTP-7 alias KAAV7A1, dimana ranpur itu akan mendapatkan upgrade pada sistem senjatanya. (more…)