
Kilas balik di tahun 2004, Citro Subono, perwira Korps Marinir yang saat itu berpangkat Kapten membuat gebrakan dengan meluncurkan prototipe JASGU (Jip Amfibi Serba Guna). JASGU terbilang rantis yang banyak dibicarakan orang, pasalnya rancang bangun dan produksinya memang hanya melibatkan SDM lokal. Dan selang 10 tahun kemudian, Citro Subono dengan pangkat Letnan Kolonel, menciptakan kembali sosok rantis amfibi serba guna dengan ukuran dan kapasitas lebih besar, atau layak bila disebut sebagai Truk Amfibi Serba Guna (TASGU). (more…)

Rupanya ada kesamaan tradisi antara militer Iran dan Indonesia, yakni sama-sama mempertahankan eksistensi alutsista eks Uni Soviet. Terkhusus di lini ranpur (kendaraan tempur) roda rantai, Iran dan Indonesia masih melanjutkan tradisi pengoperasian BTR-50. Dan seolah menandingi program retrofit yang dilakukan Korps Marinir, BTR-50 milik Iran, belum lama ini ditampilkan dalam wujud yang benar-benar beda, khususnya dalam adopsi persenjataan. BTR-50 tidak lagi sebatas APC (Armored Personnel Carrier), di tangan Iran, modifikasi ranpur lawas ini malah telah mencapai level IFV (Infantry Fighting Vehicle). (more…)

Telah terjadi insiden kecil di parade militer Victory Day yang digelar secara besar-besar pada 24 Juni kemarin di Red Square, Moskow. Insiden sayangnya memimpa ranpur (kendaraan tempur) maskot Rusia, yaitu panser anyar VPK-7829 Bumerang 8×8, jenis panser yang digadang untuk menggantikan panser BTR-80A Korps Marinir. Insiden terjadi pada Bumerang varian IFV (Infatry Fighting Vehicle) – VPK-7829 K-17 Bumerang, dimana bagian mesin ranpur terlihat mengalami kebakaran dan mengeluarkan asap kala melintas di tengah kerumunan warga. (more…)

Meski telah mendapatkan program retrofit pada awal dekade 90-an, yang menjadikan persenjataannya setara dengan tank ringan TNI AD Alvis Scorpion, namun lantaran usia ‘aslinya’ yang sudah begitu tua (tiba tahun 1962), ranpur tank amfibi PT-76M Korps Marinir perlu mendapatkan rekondisi, yang tak lain agar kinerja tank legendaris ini dapat tetap terjaga secara maksimal. (more…)

Kilas balik ke tahun 2002, Kavaleri Korps Marinir pernah diperkuat 12 unit panser amfibi BTR-80A. Bahkan panser 8×8 ini seolah menjadi ikon kavaeri Marinir, terlebih saat BTR-80A Korps Marinir ditugaskan sebagai komponen dalam batalyon mekanik Pasukan Penjaga Perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon. Dari 12 unit yang didatangkan, satu unit diantaranya mengalami rusak berat akibat terjangan Tsunami di Aceh. Dan saat ini, kesemua unit BTR-80A yang tersisa dikabarkan masih berada di Lebanon. Dengan kondisi tersebut, sudah selayaknya Korps Marinir mendapatkan ranpur pengganti di lini panser 8×8. (more…)

Nama KAPA seolah menjadi kata serapan tersendiri, padahal KAPA adalah singkatan dari Kendaraan Amfibi Pengangkut Artileri, jenis kendaraan khusus (ransus) yang identik pada arsenal Resimen Kavaleri Korps Marinir. Di lingkungan Korps Baret Ungu, dikenal dua jenis KAPA yang usianya sudah terbilang tua, yaitu K-61 dan PTS-10. Dan meski belum terealisasi, pengadaan KAPA generasi baru sudah terendus sejak Indo Defence 2016. Seiring waktu berjalan, hingga kini tak terdengar lagi kelanjutan rencana pengadaan KAPA untuk Korps Marinir. (more…)

Perangkat yang satu ini memang belum terpasang di ranpur amfibi BMP-3F Korps Marinir, namun Arena Active Protection System dirancang untuk dipasang sebagai sistem proteksi di keluarga ranpur BMP-3. Berdiri di atas kubah, perangkat ini sejatinya berupa radar yang dapat mendeteksi serangan dari granat berpeluncur roket (RPG) ataupun rudal yang mengarah langsung ke ranpur, melindungi tank dari segala sudut dengan membentuk perisai ledakan yang menghalau lajunya roket atau rudal. (more…)

Melanjutkan tentang jelajah persenjataan di ranpur amfibi BMP-3F Korps Marinir, ada satu fitur yang acap kali terlewatkan, maklum fokus netizen umumnya pada meriam 2A70 kaliber 100 mm dan kanon 2A72 kaliber 30 mm. Yang dimaksud disini adalah sistem pembidik yang terdapat pada gunner (juru tembak). Dilihat dari kejauhan, modul pembidik di atas kubah memang tak terlalu kentara, namun inilah perangkat penting untuk fungsi pembidikan sasaran oleh gunner yang berada disisi sebelah kiri kubah. (more…)

Melanjutkan artikel sebelumnya tentang meriam 2A70 kaliber 100 mm (low velocity) sebagai senjata utama pada tank amfibi BMP-3F Korps Marinir. Berdampingan searah laras meriam, ada sosok kanon otomatis 2A72 kaliber 30 mm dan senapan mesin sedang coaxial PKT kaliber 7,62 mm. Terkhusus tentang kanon 2A72 punya ciri khas pada fungsinya, yaitu menggasak sasaran kendaraan lapis baja ringan di jarak 2.000 meter. Bahkan kanon ini digadang mampu menjatuhkan helikopter dari jarak 4.000 meter. (more…)

Berdasarkan informasi dari siaran pers Kementerian Pertahanan Rusia (21/4/2020), dikatakan bahwa Angkatan Darat Rusia di tahun 2020 ini akan menerima lebih dari 100 unit BMP-3 IFV (Infantry Fighting Vehicle). Meski tak disebutkan secara persis varian BMP-3 IFV yang bakal diterima AD Rusia, namun merujuk dari siaran pers, konfigurasi persenjataan pada BMP-3 IFV Rusia terlihat mirip dengan BMP-3F yang kini dioperasikan oleh Batalyon Tank Amfibi Resimen Kavaleri Korps Marinir. (more…)