Tampil Sangar, Iran Upgrade Ranpur BTR-50 dengan Instalasi Kanon 30mm

Rupanya ada kesamaan tradisi antara militer Iran dan Indonesia, yakni sama-sama mempertahankan eksistensi alutsista eks Uni Soviet. Terkhusus di lini ranpur (kendaraan tempur) roda rantai, Iran dan Indonesia masih melanjutkan tradisi pengoperasian BTR-50. Dan seolah menandingi program retrofit yang dilakukan Korps Marinir, BTR-50 milik Iran, belum lama ini ditampilkan dalam wujud yang benar-benar beda, khususnya dalam adopsi persenjataan. BTR-50 tidak lagi sebatas APC (Armored Personnel Carrier), di tangan Iran, modifikasi ranpur lawas ini malah telah mencapai level IFV (Infantry Fighting Vehicle).

Baca juga: BTR-50PK Korps Marinir – Masih ‘Orisinil’ dengan Performa Maksimal

Dikitip dari Tasnimnnews.com (27/6/2020), disebutkan Pasukan Pengawal Revolusi Iran (IRGC/ Iranian Revolutionary Guard Corps) pada Sabtu lalu, telah merilis beberapa persenjataan baru. Selain ada drone dan sistem radar mobile, yang menarik perhatian netizen adalah sosok upgrade dari BTR-50. Dalam balutan loreng coklat matrix, BTR-50 milik pasukan elite Iran ini benar-benar tampil beda.

Dilihat dari modifikasi pada lambung, BTR-50 IRGC agak mirip dengan prototipe upgrade BTR-50 yang pernah dibuat oleh PT Pindad. Namun, yang paling membuat perbedaan adalah, BTR-50 hasil upgrade milik Iran ini sudah mengadopsi kubah untuk penempatan kanon kaliber 30 mm, berikut senapan mesin coaxial kaliber 7,62 mm. Meski tidak dijelaskan jenis kubah dan kanon yang dipasang, namun, dikatan kubah kanon sudah mengadopsi teknologi fire control system, thermal night vision camera dan laser distant measurement system.

Mengutip dari Wikipedia.org, Iran merupakan salah satu operator terbesar BTR-50. Pada tahun 1966, Negeri Para Mullah disebut telah mendatangkan 270 unit BTR-50 dari Uni Soviet, kemudian ada tambahan 300 unit pada periode 1967-1968. Dan saat ini, setidaknya 150 unit BTR-50 masih aktif digunakan militer Iran. Meski kodratnya sebagai kendaraan amfibi, BTR-50 juga aktif berperang di medan gurun pasir. Hal ini terbukti saat Mesir melancarkan perang Yom Kippur melawan Israel. BTR-50 aktif digunakan militer Mesir untuk melakukan operasi penyeberangan pasukan.

Baca juga: Adopsi RCWS 7,62mm di Pansam BTR-50 Marinir TNI AL

BTR-50 dapat memuat 16 orang personel, ditambah tiga orang kru. Ketiga kru tersebut adalah komandan kendaraan, pengemudi, dan penembak. BTR-50 berkapasitas solar penuh (full tank) sekitar 260 liter dan memiliki kemampuan melakukan penjelajahan 260 km. Satu liter solar, mampu mendorong sejauh 1 km dengan kecepatan 44 Km per jam. Itu kalau berada di jalan raya. Sedangkan di medan off-road, kecepatannya 25 Km per jam. Sedang di laut pansam ini mengandalkan dua unit water-jet. Kedua piranti ini sanggup menghela badan ranpur dengan kecepatan 10 Km per jam. Uniknya, kendaraan ini bisa juga berenang mundur pada kecepatan 5 Km per jam. Selain itu, BTR-50 mampu menerjang gelombang dengan ketinggian maksimal 1,5 meter. (Bayu Pamungkas)

8 Comments