Ranpur Amfibi LVTP-7 (KAAV7A1) Korps Marinir Akan Di-upgrade dengan Kubah RCWS

(Hanwha Defense)

Walau jumlahnya tak lebih dari 15 unit, namun, ranpur amfibi LVTP-7 atau dalam label Korea Selatan disebut KAAV7A1, termasuk arsenal alutsista yang diunggulkan oleh Resimen Kavaleri Korps Marinir. Dengan perawatan yang baik, ranpur asal hibah dari Korea Selatan pada tahun 2009/2010 ini masih terjaga kondisinya. Dan, ada kabar tentang LVTP-7 alias KAAV7A1, dimana ranpur itu akan mendapatkan upgrade pada sistem senjatanya.

Baca juga: AAV (LVTP-7) Korps Marinir AS Tenggelam dalam Latihan, Satu Tewas dan Delapan Pasukan Hilang

Sayangnya, upgrade itu bukan untuk ranpur milik Korps Marinir TNI AL, melainkan menjadi program yang dicanangkan oleh Defense Acquisition Program Administration (DAPA) – Lembaga di bawah Kementerian Pertahanan Korea Selatan, untuk melakukan upgrade senjata pada sekitar 170 unit KAAV7A1 yang dioperasikan oleh Korps Marinir Korea Selatan – Republic of Korea Marine Corps (RoKMC).

Dikutip dari Janes.com (9/3/2021), disebutkan DAPA akan memberikan kontrak upgrade pada Hanwha Defense pada paruh kedua tahun 2021. Paket upgrade yang dimaksud adalah instalasi kubah senjata dengan teknologi Remote Control Weapon System (RCWS).

Kubah LVTP-7 dengan Browning M2HB

Sistem RCWS yang akan dipasang juga merupakan solusi dari Hanwha Defense, yang mencakup basis peluncur granat otomatis K4 kaliber 40 mm, serta senapan mesin berat K6 kaliber 12,7 mm. K4 dapat melepaskan munisi KM383 high-explosive (HE) atau K212 HE dual-purpose dengan kecepatan tembak 250 proyektil per menit, sementara jarak tembak efektif hingga 1.500 meter.

Sedangkan K6 yang merupakan M2HB varian lokal ini punya kecepatan tembak 450-600 peluru per menit. Senapan mesin berat ini punya jarak tembak efektif maksimum 1.830 meter. Sebagai catatan, adopsi dua jenis senjata itu sudah tak asing diterapkan pada LVTP-7, termasuk oleh Marinir Indonesia, namun yang baru adalah penempatannya dalam platform RCWS.

Presiden SBY saat menjajal pendaratan LVTP-7 di kawasan pantai Lampung

Menurut pihak pabrikan, RCWS di KAAV7A1 distabilkan dan dilengkapi dengan kamera siang dan malam inframerah termal, dan eye-safe laser rangefinder dengan jangkauan maksimum 5.500 meter. Sistem kontrol penembakan menyediakan fungsi pelacakan target otomatis, serta penghitungan balistik otomatis dan fungsi fire correction. Kubah RCWS di ranpur amfibi ini nantinya juga dilengkapi dengan sensor meteorologi.

Sekilas tentang KAAV7A1 atau LVTP-7 yang juga digunakan Korps Marinir TNI AL, adalah produksi Samsung Techwin (sekarang – Hanwha Techwin) atas lisensi dari FMC Corporation, Amerika Serikat pada tahun 1984. Di Indonesia, sepuluh unit LVTP-7 ditempatkan di Batalyon Tank Amfibi 1 (Jakarta) dan lima unit lainnya ada di Batalyon Tank Amfibi 2 (Surabaya). Indonesia memperoleh ranpur ini lewat program hibah. LVTP-7 buatan Korea Selatan ini semuanya sudah di upgrade ke versi AAV (Assault Amphibious Vehicle)-7A1.

Baca juga: AAV7A1 RAM/RS, Inilah Keunggulan Varian Upgrade Ranpur Amfibi “LVTP-7” Korps Marinir Thailand

Keunggulan lain dari APC amfibi ini, selain mampu mengangkut 20 pasukan infanteri, LVTP-7 dilengkapi pompa elektrik otomatis untuk mengeluarkan air jika ada air yang masuk ke dalam kompartemen. Bila sistem elektrik tak berfungsi, masih bisa difungsikan pompa mekanik. (Bayu Pamungkas)