Dengan dukungan anggaran besar dari negara, Rusia pada akhir tahun ini dijadwalkan akan meluncurkan tahap pertama Rassvet, yakni jaringan satelit komunikasi yang digadang punya kemampuan mirip Starlink, memberikan kemandirian dan kedaulatan akses komunikasi data berbasis satelit nasional. (more…)
Klaim Cina yang mempunyai radar intai (ground surveillance radar) yang mampu mendeteksi jet tempur stealth, sudah banyak dipublkasikan, namun ada kabar lanjutan, yakni ilmuwan Cina menyebut berhasil memanfaatkan akses sinyal navigasi satelit Beidou dalam operasi deteksi jet tempur stealth. (more…)
Nama GLONASS (Globalnaya Navigatsionnaya Sputnikovaya Sistema) dari Rusia tentu sudah tak asing ditelinga. Bersanding dengan GPS dan Beidou, GLONASS punya asasi yang serupa untuk mendukung fungsi navigasi berbasis satelit untuk keperluan dunia sipil dan militer. Namun, karena punya peran strategis, tak heran bila satelit navigasi punya payload yang dirahasiakan, menjadikan satelit navigasi identik sebagai ‘satelit mata-mata’. Nah, bagaimana dengan GLONASS, yang terlahir di era Perang Dingin? (more…)
Setelah 10 Oktober lalu meluncurkan satelit navigasi GLONASS (Globalnaya Navigatsionnaya Sputnikovaya Sistema) GLONASS-K1 No. 17 ke orbit rendah Bumi, maka belum lama berselang, tepatnya pada 28 November 2022, roket Soyuz-2.1b kembali meluncur dari Situs 43/3 di Kosmodrom Plesetsk dengan membawa muatan satelit GLONASS-M, atau satelit GLONASS terakhir ke orbit, satelit GLONASS terakhir ini diberi nama Kosmos-2564. (more…)
Terlepas dari kontroversinya, nama Shahed-136 (Geran-2) kini menempati trending topik di jagad drone kamikaze (louitering munition), pasalnya drone produksi Shahed Aviation Industries, Iran, menjadi nama drone kamikaze yang paling banyak disebut dan diberitakan, lantaran Shahed-136 secara masif digunakan Rusia untuk melakukan serangan ke berbagai wilayah di Ukraina. (more…)
Setelah pada 10 Oktober lalu meluncurkan roket Soyuz-2.1b yang membawa satelit GLONASS-K1 No. 17 untuk memperkuat sistem navigasi, maka kurang dari seminggu, yaitu pada hari Sabtu, 15 Oktober 2022, Rusia kembali meluncurkan roket berisi satelit dari Kosmodrom Plesetsk di bagian barat laut Rusia. (more…)
Meski tenaga Rusia tengah terkuras untuk berperang dengan Ukraina, namun pengembangan dunia antariksa terbukti tidak dipinggirkan. Seolah menjawab keraguan bahwa sistem navigasi berbasis satelitnya GLONASS (Globalnaya Navigatsionnaya Sputnikovaya Sistema), kalah akurat dari GPS (Global Positioning Systems) milik Amerika Serikat. Belum lama ini, yakni pada 10 Oktober 2022, Rusia diwartakan telah berhasil meluncurkan roket Soyuz-2.1b/Fregat yang membawa satelit GLONASS-K1 No. 17. (more…)
Bila rivalnya sudah mengadopsi sistem navigasi berbasis satelit, yakni Beidou, maka India memang ketinggalan dengan Cina untuk segmen yang satu ini. Tapi bukan India namanya bila pasrah dan berpangku tangan begitu saja. Dengan niatan gigih untuk mengembangkan kemandirian di sektor strategis, maka setelah menguasai teknologi roket dan satelit, India mulai mendongkrak sistem navigasi satelitnya sendiri. (more…)
Rusia dan Cina mungkin menyadari, bahwa akan ‘berat’ untuk menandingi kedigdayaan dan akurasi sistem navigasi satelit GPS (Global Positioning Systems). Seperti diketahui, Rusia sejak lama telah mengoperasikan GLONASS (Globalnaya Navigatsionnaya Sputnikovaya Sistema), sedangkan Cina sebagai pendatang baru namun progresif dengan Beidou Navigation Satellite System. (more…)
Invasi Rusia ke Ukraina telah satu bulan berselang, dan netizen langsung diperlihatkan seabreg alutsista kelas berat dan sebagian terbaru Rusia dalam laga peperangan yang melibatkan matra darat, laut dan tentunya udara. Dari elemen serangan udara, tak bisa dikesampingkan peran bom pintar (smart bomb) dengan presisi tinggi ikut menjadi penentu dalam poin kemenangan. (more…)