Bagi AU Cina, Chengdu J-20 adalah jet tempur stealth yang paling diandalkan saat ini, betapa tidak, Beijing mempersiapkan J-20 yang diklaim punya kemampuan kemampuan di atas Sukhoi Su-35, dirancang untuk menandingi jet tempur F-22 Raptor. Seolah mengikuti gengsi Raptor, Cina pun tak akan menjual J-20 untuk pasar ekspor. Namun, apa jadinya bila kadar siluman J-20 ternyata mampu diendus oleh Sukhoi Su-30. (more…)
Ibarat pepatah “kacang lupa pada kulitnya,” Cina entah secara sengaja atau tidak, terus mengkampanyekan keunggulan alutsistanya dibandingkan milik Rusia, yang notabene, apa yang sebagian besar dibuat Cina merupakan hasil ‘copas’ dari Negeri Beruang Merah. Terkhusus di segmen jet tempur, sejak April 2019, media Cina memberitakan sosok Shenyang J-11D yang mampu menandingi kemampuan Sukhoi Su-35. Pasalnya Shenyang J-11D sudah dilengkapi radar Active Electronically Scanned Array (AESA). Shenyang J-11D adalah jet tempur copy-an dari Sukhoi Su-27SK. (more…)
Sejak debut perdananya di Zhuhai AirShow pada 10 November 2014, sosok jet tempur stealth kedua Cina J-31/FC-31 Gyrfalcon seolah menghilang dari mata publik. Jet tempur yang dirancang sebagai rival F-35 Lightning II ini begitu dirahasiakan perkembangannya. Namun, sejak awal Mei 2020, sejumlah foto FC-31 Gyrfalcon kembali muncul di media sosial Cina. Berbeda dengan kemunculannya di tahun 2014 yang dibalut cat warna biru gelap, maka jet tempur yang masih dalam status prototipe ini terliat terbang dengan cat baru abu-abu perak (silver gray). (more…)
Berlokasi di Perairan Hawaii, pada 16 Mei lalu berlangsung momen penting dalam lini persenjataan di arsenal AL Amerika Serikat, yaitu untuk pertama kalinya dilakukan uji tembak senjata laser dengan sasaran sebuah drone di perairan terbuka oleh kapal jenis LPD. Uji tembak yang dilakukan dari Landing Platform Dock (LPD) USS Portland seolah menjawab tantangan AL Cina, yang beberapa saat lalu telah mencoba ‘melepaskan’ laser ke pesawat intai P-8A Poseidon AL AS di Laut Pasifik. (more…)
Dalam merespon panasnya tensi ketegangan di Laut Cina Selatan, Amerika Serikat rupanya ‘tidak bisa’ serta merta menghadirkan armada kapal induk nuklirnya. Sebenarnya ada dua kapal induk nuklir AS yang ada di kawasan Pasifik, yaitu USS Ronald Reagan (CVN-76) yang tengah sandar di Yokosuka, Jepang, dan USS Theodore Roosevelt (CVN-71) yang kini statusnya sedang ‘lockdown’ di Guam akibat sebagian awak kapalnya terinfeksi covid-19. Lantaran harus unjuk gigi secara cepat di Laut Cina Selatan, jadilah AS menghadirkan gugus tempur laut dengan kekuatan utama yang berpusat di USS America (LHA-6). (more…)
Dalam perjalanan sejarahnya, TNI AU beberapa kali telah menggunakan jet tempurnya sebagai wahana intai dan pemotretan untuk obyek di permukaan. Sebut saja sejak hadirnya Camera Pod Vicon 70, mulai dari era A-4 Skyhawk hingga Hawk 109/209, pod produksi Inggris ini masih aktif digunakan. Berlanjut ke era digital, TNI AU kini mulai mengoperasikan Sniper Advanced Targeting Pod (ATP) produksi Lockheed Martin yang dipasang pada F-16 A/B Block15 OCU hasil enhanced Mid Life Upgrade (eMLU). Lantas bagaimana dengan perangkat pod intai untuk jet tempur Sukhoi Su-27/Su-30? (more…)
Wabah pandemi Covid-19 secara tidak langsung telah mempengaruhi proses pengadaan alutsista TNI. Pemerintah Indonesia telah memangkas anggaran pertahanan tahun 2020 sebesar hampir Rp9 triliun (US$588 juta). Sebelum wabah ini mendera terlebih dahulu kebijakan CAATSA (Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act) dari Amerika Serikat ditengarai telah menjadi salah satu penyebab terganjalnya proses pengadaan Sukhoi Su-35. Sekalipun telah dibangun shelter untuk Su-35 di Lanud Iswahyudi dan pengiriman sejumlah pilot tempur ke Rusia untuk belajar menerbangkan Su-35, namun hingga kini pesawat pengganti F-5 E/F Tiger II itu belum jelas juga juntrungannya. (more…)
AL Cina telah mengerahkan pesawat intai maritim yang juga punya kemampuan anti kapal selam Shaanxi Y-8Q MPA (KQ-200/GX-6) ke Fiery Cross Reef di Laut Cina Selatan. Rupanya, Amerika Serikat ingin menandingi taji kekuatan intai maritim Sang Naga, yaitu dengan pengerahan armada Boeing P-8A Poseidon, bukan sembarang pengerahan, dikabarkan pesawat intai maritim tercanggih di dunia ini malahan nekad terbang hingga mendekati batas teritorial Cina, persisnya Poseidon AL AS melakukan misi intai tak jauh (30 mil) dari Lanal Yulin di Pulau Hainan yang dikenal sebagai pangkalan terbesar Armada Laut Selatan Cina. (more…)
Bila AL AS mengandalkan T-45 Goshawk untuk melatih penerbang tempur melakukan lepas landas dan mendarat di kapal induk, maka AL Cina yang juga menjadi operator kapal induk telah mempersiapkan wahana untuk penerbang tempurnya. Pada 14 Mei lalu, dilaporkan prototipe dari JL-9G Naval Mountain Eagle telah sukses terbang perdana dari Bandara Anshun di Provinsi Guizhou. Seiring perkembangan militer Cina yang progresif dalam beberapa tahun ini, maka kebutuhan pilot yang mampu mengoperasikan jet tempur dari kapal induk juga kian meningkat. (more…)
Tanggal 11 Mei lalu nyaris terjadi insiden besar, yang bila kejadian, maka dapat menimbulkan bencana besar yang otomatis bisa mengobarkan amarah besar Amerika Serikat pada Cina. Sebuah puing roket milik Cina pada saat itu memang telah jatuh di kawasan Samudera Atlantik, tak jauh dari pantai barat Mauritania di Afrika Bara. Namun, bila puing roket seberat 17,8 ton itu 15 menit lebih awal masuk ke atmosfer, maka berpotensi menghujam jantung kawasan metro di New York. (more…)