Setelah insiden ditemukannya material “Made in China” pada jet tempur stealth F-35 Lightning II, Departemen Pertahahan AS (Pentagon) telah menghentikan sementara jadwal pengiriman F-35 untuk pengguna di dalam negeri dan ekspor. Pihak Lockheed Martin yang mendapat tamparan dari insiden ini, lantas melakukan serangkaian inspeksi mendalam pada unit yang akan diserahkan. (more…)
Cara paling mudah untuk mengintip kekuatan militer suatu negara adalah dengan menggunakan jasa citra satelit. Meski ada risiko untuk dikelabui oleh negara yang bersangkutan, tetap saja selalu menarik untuk mengalanisa citra foto satelit yang memperlihatkan hal-hal yang dianggap baru. Terkhusus Cina, bisa dibilang inilah negara yang paling rajin ‘diintip’ oleh para analis dan intelijen asing. Kali ini disebut AL Cina tengah memperluas basis kapal selam baru di tepi Laut Cina Selatan. (more…)
Mungkin karena begitu sering diintip dari langit oleh Amerika Serikat dan sekutunya, membuat militer Cina harus memasang jurus tersendiri untuk mengelabui intelijen asing, terutama yang menyangkut keberadaan alutsista yang terbilang strategis. Seperti belum lama berselang, muncul foto satelit yang memperlihatkan kelompok jet tempur yang mirip Chengdu J-20, yang tengah di parkir di tarmak salah satu pangkalan udara terpencil. (more…)
Tak bisa dipungkiri, bahwa kesuksesan drone kombatan produksi Turki, Bayraktar TB2, telah menginsipirasi banyak negara untuk merancang paling tidak drone dengan kemampuan setanding. Salah satu yang mengikuti jejak Turki adalah Taiwan, negeri yang dianggap ‘pemberontak’ oleh Beijing ini, sejatinya sudah mengoperasikan apa yang disebut drone Albatross, yakni drone bertenaga propeller yang sekilas dimensi dan kinerjanya tak jauh dari Bayraktar TB2. (more…)
Setelah belum lama ini mengumumkan rancangan torpedo bertenaga nuklir ‘disposable’ dengan hulu ledak konvensional, yang mampun menjelajah hingga 10.000 kilometer. Peneliti Cina kembali merilis konsep senjata hybrid yang bila dibayangkan mirip dengan yang ditampilkan di film sci-fi. Apa yang peneliti Cina kemukakan adalah konvergensi antara peran rudal jelajah anti kapal supersonik dan torpedo berkecepatan tinggi. Sesuatu yang terdengar ganjil, namun toh banyak membuat netizen penasaran dibuatnya. (more…)
Dengan segala kontroversinya, satu yang pasti, Cina telah membuktikan pencapaian dalam hal pembuatan pesawat amfibi, yakni lewat kehadiran AG-600 Flying Boat yang diproduksi Aviation Industry Corporation of China (AVIC). AG-600 adalah pesawat amfibi terbesar di dunia saat ini, yang prototipe (pertama) terbang perdana pada 24 Desember 2017, dilanjutkan dengan sukses uji take-off perdana dari air pada akhir 2020. (more…)
Bagi Cina, Amerika Serikat ibarat ‘dibenci tapi dirindu’, pasalnya Cina menjadikan AS sebagai benchmark untuk pencapaian keunggulan produksi alutistanya. Ditambah dengan harapan untuk mendulang potensi ekspor, tak sedikit desain persenjataan asal AS dan negara Barat yang dicontek Cina. Meski ada perbedaan spesifikasi, tetap saja dengan mudah orang melihatnya sebagai produk copy paste. Salah satu yang terbaru adalah Rainbow CH/FH-901 suicide drone. (more…)
Negeri Paman Sam dibuat kebakaran jenggot, lantaran ditemukan komponen dengan kandungan material ‘haram’ di jet tempur yang paling dijaga kerahasiaannya, jet tempur yang dijual dengan sangat ‘terbatas’. Persisnya Departemen Pertahanan AS telah menghentikan untuk sementara pengiriman jet tempur generasi kelima F-35 Lightning II setelah ditemukan sebuah komponen yang diproduksi menggunakan bahan-bahan dari Cina. (more…)
Ketika Amerika Serikat dan NATO punya rudal anti kapal yang diluncurkan dari jet tempur, seperti AGM-84 Harpoon dan AM-39 Exocet, maka Cina yang punya ambisi ekspansi dan potensi konflik dengan negara-negara di kawasan sengketa Laut Cina Selatan, juga telah mempersiapkan rudal anti kapal yang bisa diluncurkan dari platform jet tempur dan pembom. Salah satunya adalah KongDi (KD)-88, yang belum lama ini dipamerkan sebagai kelengkapan senjata pada pembom tempur JH-7A Flying Leopard. (more…)
Mimpi ekspansi Cina tentu tak bisa dilepaskan dari dukungan pesawat tanker, maklum dalam operasi yang melibatkan penempur dengan sasaran jarak jauh dari pangkalan, maka keberadaan pesawat tanker menjadi mutlak. Untuk urusan itu, Angkatan Udara Cina sejak lama sudah mempersiapkan armada pesawat tanker. Namun, secara kuantitas jumlah pesawat tanker Cina tidak lagi memadai, plus usianya yang tergolong tua. (more…)