Intelijen Cina boleh jadi kena ‘prank’, pasalnya Typhon Weapon System memang telah diangkut menggunakan pesawat angkut berat C-17 Globemaster III dari Bandara Internasional Laoag, di Laoag, Filipina. Namun, bukannya dibawa ke luar wilayah Filipina, namun Typhon Weapon System yang mampu menyerang wilayah Cina, hanya dipindahkan ke lokasi yang masih berada di Pulau Luzon, Filpina. (more…)
Setelah diluncurkan pada bulan Agustus 2023, frigat multirole Type 054B yang dibangun Hudong-Zhonghua Shipyard di Shanghai, akhirnya telah komisioning atau resmi dioperasikan oleh Angkatan Laut Cina (PLAN). Lewat sebuah upacara di Qingdao, provinsi Shandong pada 22 Januari 2025, unit pertama frigat Type 054B diketahui bernomer lambung 545 dan diberi nama “Louhe”. (more…)
Untuk menghantam sasaran strategis di udara, maka wajar bila rudal udara ke udara (air to air missile), khususnya di segmen jarak jauh, dirancang dengan kemampuan hipersonik. Namun, sebatas kecepatan level kecepatan hipersonik pada rudal udara ke udara dipandang tidak cukup bagi Cina. (more…)
Sebagai negara Adikuasa, AS melalui Angkatan Udaranya tiada henti ‘melengkapi’ koleksi armadanya. Salah satu yang paling visioner dan memungkinkan AS untuk bertahan dan menggempur musuh adalah rencana pengadaan rudal pertahanan udara (hanud) yang mampu menargetkan musuh dari jarak yang sangat jauh. Diklaim, rudal hanud ini mampu menghantam target dari jarak lebih dari 1.600 km. (more…)
Bukan Cina namanya jika tidak bisa menghadirkan sebuah gebrakan. Kali ini datang dari ilmuwan Cina yang berhasil mengatasi tantangan signifikan dalam pengembangan komponen rudal hipersonik. Sebelumnya diketahui bahwa pihak Cina tengah mengembangkan rudal berkecepatan hipersonik namun terbentur masalah biaya mengingat materialnya yang mahal. Namun berkat kecerdikan yang di atas rata-rata, para ilmuwan Cina berhasil memangkas biaya produksi rudal tersebut secara signifikan. (more…)
Warganet di Cina, terutama mereka yang antusias dengan sektor alutsista, beberapa hari yang lalu sempat dibuat heboh dengan salah satu foto yang tersebar luas di media sosial yang menunjukkan sebuah tongkang untuk pendaratan amfibi. Banyak analisis yang berspekulasi bahwa tujuan pembangunan tongkang tersebut adalah untuk berpartisipasi terhadap invasi ke Taiwan yang bisa saja timbul di waktu mendatang. (more…)
Bicara soal peperangan dewasa ini, tidak melulu soal pertumpahan darah di medan perang atau perkara gengsi alutsista siapa yang lebih unggul – tapi juga merambah ke dunia elektronik. Sebagai salah satu negara yang inovasi dan gerak-geriknya selalu diwaspadai oleh Negeri Paman Sam, Cina baru-baru saja mengklaim bahwa pihaknya tengah mengembangkan perangkat lunak (software) yang secara khusus ‘ditugaskan’ untuk merancang senjata peperangan elektronik. (more…)
Memanfaatkan kedekatan sebagai sesama anggota BRICS, jurus marketing Cina mulai mendekati militer Brasil, yakni ada kabar bahwa Cina menawarkan jet tempur Chengdu J-10CE ke Negeri Samba. Namun, penjualan jet tempur rupanya bukan tujuan utama Cina ke negara di Amerika Latin itu. (more…)
Ibarat David melawan Goliath, bila pecah perang antara Taiwan dan Cina daratan, maka dengan tingkat kesiapan tempur yang terjaga plus dukungan dari Amerika Serikat dan sekutu, maka Taiwan dipercaya mampu memberi perlawanan yang keras terhada militer Cina, salah satunya ditandai dengan pengaktifan M142 High Mobility Artillery Rocket System (HIMARS). (more…)
Hari ini 18 tahun lalu, bertepatan dengan 5 Januari 2007, terbang perdana pembom strategis Xian H-6K. Meski masih mengadopsi desain jadoel (titisan Tupolev Tu-16), Xian H-6K menjadi sangat diperhitungkan karena kemampuannya membawa rudal balistik hipersonik dan pengisian bahan bakar di udara (air refueling), meningkatkan radius tempurnya untuk operasi serangan jauh. (more…)