Setelah Delapan Tahun, Malaysia Luncurkan KD Raja Muda Nala (2502), Unit Kedua Fregat Maharaja Lela Class

KD Raja Muda Nala (2502), yakni unit kedua dari fregat Maharaja Lela class akhirnya diluncurkan pada tanggal 9 Mei 2025, menyiratkan waktu yang panjang dalam pembangunan kapal perang, yang mana peletakan lunas KD Raja Muda Nala dilakukan pada 28 Februari 2017. Disebut juga sebagai Littoral Combat Ship (LSC) dari basis korvet Gowind class, KD Raja Muda Nala diluncurkan di galangan kapal Lumut.
Meski kental dengan teknologi Perancis, fregat KD Raja Muda Nala tidak mengusung varian rudal Exocet, kabarnya KD Raja Muda Nala akan dipersenjatai dengan delapan rudal anti kapal NSM (Naval Strike Missile), yang akan dipasang dan diuji sebagai bagian dari proses perlengkapan.
Menurut pernyataan dari galangan kapal dan personel Angkatan Laut Malaysia, KD Raja Muda Nala diperkirakan akan tetap berlabuh selama tiga minggu sebagai bagian dari fase pemasangan pasca peluncuran. Kapal ini bergabung dengan kelompok lima kapal Angkatan Laut Malaysia yang saat ini sedang dalam perawatan di Pangkalan Angkatan Laut Lumut, yaitu KD Maharaja Lela 2501, KD Teguh Samudera (272), KD Ledang (13), KD Jebat (29), dan KD Raja Muda Nala.
Setiap fregat Maharaja Lela class memiliki bobot mati penuh 3.100 ton, panjang keseluruhan 111 meter, lebar 16 meter, dan draft 3,85 meter. Tenaga penggerak disediakan oleh empat mesin diesel MTU 20V 1163 M94 dalam konfigurasi Combined Diesel and Diesel (CODAD), masing-masing berdaya 7.400 kW, dengan total daya 29.600 kW (39.694 shp).
Future Royal Malaysian Navy Maharaja Lela-class littoral combat ship KD Raja Muda Nala (2502) launching at @LUNAS_MY – May 8, 2025
SRC: TW- via @polietzz pic.twitter.com/DFxGRLZojU
— WarshipCam (@WarshipCam) May 9, 2025
Bakal flagship Malaysia ini mampu mencapai kecepatan hingga 28 knot dan memiliki jangkauan 5.000 mil laut pada kecepatan 15 knot. Daya tahannya dinilai 21 hari. Awaknya berjumlah 138 orang. Fasilitas penerbangan meliputi platform helikopter buritan dan hanggar tertutup yang mendukung berbagai jenis helikopter dan UAV dengan berat hingga 10 ton, termasuk Super Lynx 300, AS555 Fennec, AW139, dan EC725.
Maharaja Lela class dilengkapi dengan Combat Management System (CMS) SETIS dari Naval Group. Rangkaian sensor mereka meliputi radar pencarian Thales Smart-S Mk2 3D dan sistem kendali tembakan elektro-optik Rheinmetall TMEO Mk2 dan TMX/EO Mk2.
Untuk peperangan anti kapal selam, Maharaja Lela class membawa rangkaian Thales Underwater Systems (TUS) dengan sonar yang dipasang di lambung Kingklip Mk.1 dan sonar derek CAPTAS-2. Kemampuan peperangan elektronik terdiri dari sistem pendukung elektronik radar Thales Vigile dan peluncur umpan Super Barricade dari Wallop.
Persenjataan Maharaja Lela class meliputi meriam Bofor 57 mm yang tertutup secara stealth, dua unit kanon PSU (Penangkis Serangan Udara) MSI DS30M 30 mm, delapan rudal anti kapal NSM, dan dua peluncur torpedo tetap J+S rangkap tiga. Enam belas cell sistem peluncur vertikal (VLS) Sylver dialokasikan untuk rudal hanud VL Mica buatan MBDA Missile Systems.
Ada Dua Tipe Rudal Hanud Mica Naval, Tipe Manakah yang Digunakan TNI AL?
Sebagai informasi, integrasi rudal anti kapal NSM ditandatangani oleh kontrak senilai 20 juta euro yang diberikan kepada Kongsberg pada tahun 2015. Kontrak tersebut mencakup peluncur, perangkat keras integrasi, dan adaptasi antarmuka untuk sistem CMS SETIS.
Lima kapal masih dalam tahap pembangunan atau menunggu peluncuran di dalam kelas tersebut. Kapal KD Maharaja Lela (2501) mulai dibangun pada 8 Maret 2016 dan diluncurkan pada 24 Agustus 2017. Kapal ini sedang menjalani tahap pemasangan dan uji coba laut, dengan penundaan komisioning hingga tahun 2026.
Kapal kedua, KD Raja Muda Nala (2502) mulai dibangun pada 28 Februari 2017 dan diluncurkan pada 9 Mei 2025. Kapal KD Raja Mahadi (2503) mulai dibangun pada 18 Desember 2017 dan belum diluncurkan. Kapal KD Mat Salleh (2504) mulai dibangun pada 31 Oktober 2018. Sementara KD Tok Janggut (2505) belum mulai dibangun dan KD Mat Kilau (2506) dibatalkan. (Gilang Perdana)
Malaysia Lanjutkan Proyek Frigat Stealth Maharaja Lela Class, Tapi Jumlah Pesanan Dikurangi



Kopong, karatan, lama pula bikinnya. Dalam 8 tahun, kita udah bikin dan luncurkan puluhan unit kapal dari berbagai jenis ada KCR 60 meter, PC 28 meter, PC 40 meter, dan PC 60 meter, korvet dan opv 70 meter, korvet dan opv 80 meter, opv 98 meter, opv 110 meter, lcu 99 meter, lst 117 meter, lpd 123 meter dan tanker 125 meter dan 127 meter.
Sungguh sangat lambat sekali pembangunannya.