KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat 992 Dicat Putih Sebelum Berlayar Ke Palestina, KRI Dewa Kembar 932 (HMS Hydra) Punya Kisah yang Mirip

(PT PAL)

Meski masih menanti lampu hijau dari otoritas Mesir, TNI AL kini tengan mempersiapkan kapal Bantu Rumah Sakit (BRS) KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat 992 dalam menunjang operasi kemanusiaan jarak jauh ke Palestina. Wujud dari persiapan tersebut adalah sedang berlangsungnya proses pengecetan dan pengecekan peforma.

Baca juga: Keberangkatan Tunggu Perintah, TNI AL Siapkan Kapal Rumah Sakit KRI dr Radjiman Wedyodiningrat 992 ke Palestina

Kapal dicat warna putih pada keseluruhan lambung kapal untuk menjaga perlindungan sesuai dengan hukum humaniter internasional, Konvensi Jenewa IV. “Langkah ini bertujuan membedakan kapal rumah sakit dari kapal perang, memastikan identifikasi sebagai sarana medis, dan memberikan perlindungan khusus sesuai norma-norma yang menetapkan hak-hak warga sipil dan fasilitas medis selama konflik bersenjata,” tulis siaran pers PT PAL.

Selain pengecetan, pada KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat 992 juga dilakukan pemeriksaan propeller, shaft propeller, pengecekan sistem anti-korosi, serta perawatan kemudi. Sebelumnya, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali mengatakan, kapal rumah sakit milik TNI AL itu memang harus dicat putih sebelum dikirim untuk membantu korban perang di Jalur Gaza.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by PT PAL INDONESIA (@ptpal_indonesia)

Pengecatan putih itu agar sesuai dengan Konvensi Jenewa maupun aturan San Remo Manual terkait konflik bersenjata di laut. “Kapal rumah sakit sedang dilaksanakan docking, untuk pengecetan diberikan warna putih karena sesuai aturan Konvensi Jenewa maupun aturan dari San Remo Manual bahwa kapal rumah sakit itu harusnya dicat dengan warna putih. Jadi itu sudah disiapkan,” kata Ali.

Warna putih dapat membuat kapal rumah sakit tampak kurang menarik sebagai sasaran untuk serangan atau target militer. Hal ini dapat mengurangi risiko serangan oleh pihak musuh dan memastikan bahwa kapal tersebut dapat beroperasi dengan aman untuk memberikan perawatan medis.

KSAL menambahkan, pemberangkatan kapal rumah sakit TNI AL menunggu lampu hijau dari Mesir sebagai negara yang berbatasan langsung dengan Israel. “Kami belum tahu negaranya, masih menunggu izin dari pemerintah Mesir terutama, karena Mesir dianggap yang terdekat dengan perbatasan Gaza. Mungkin nanti (ditempatkan) di El Arish,” ucap Ali. “Kalau Mesir sudah membuka izin, maka kapal akan berangkat

Ini merupakan pertama kalinya kapal rumah sakit TNI AL dikerahkan dalam misi jarak jauh, dan secara khusus dicat putih dengan logo besar palang merah. Namun, tahukah Anda, bahwa sebelum kapal hidro oseanografi KRI Dewa Kembar 932 resmi memperkuat arsenal TNI AL pada 10 September 1986, maka saat masih digunakan oleh Angkatan Laut Inggris (Royal Navy) dengan nama HMS Hydra A144, kapal ini pernah difungsingkan sebagai kapal rumah sakit.

 

HMS Hydra (sekarang KRI Dewa Kembar 932) dalam perang Falkland.

Persisnya HMS Hydra berperan sebagai kapal rumah sakit dalam mendukung pergerakan pasukan Inggris saat berlansungnya perang Malvinas (Falkland) di tahun 1982. Karena kebutuhan yang mendesak dalam operasi di seberang lautan, HMS Hydra yang kodranya adalah kapal survei dan riset bawah laut, fungsinya dialihkan sebagai kapal rumah sakit. Kapasitasnya yang mampu membawa penumpang hingga ratusan dan adanya helipad plus hangar menjadi keputusan dipilihnya HMS Hydra sebagai kapal rumah sakit.

Baca juga: KRI Dewa Kembar 932 – Perjalanan dari Perang Malvinas Hingga Laut Nusantara

Proses modifikasi dari kapal survei menjadi kapal rumah sakit berlangsung di pangkalan angkatan laut Portsmouth. Modifikasi yang dilakukan mencakup perubahan cat, pemberian identitas palang merah, dan menghilangkan starboard engine.

HMS Hydra memulai pelayaran jarak jauh ke Falkland pada 24 April 1982. Dengan dukungan helikopter Westland Wasp, cukup banyak nyawa prajurit Inggris yang berhasil di evakuasi dan kemudian mendapat perawatan medis di kapal ini. (Bayu Pamungkas)

2 Comments