Tag: naval group

Indonesia Menyatakan Minat Pada Frigat Stealth La Fayette Class, Bagaimana Peluangnya?

Sebelumnya perlu dipahami, bahwa Letter of Intent (LoI) bukanlah perjanjian atau kontrak pembelian suatu produk, melainkan baru pernyataan minat untuk mengakuisisi, sementara proses pembicaraan dan negosiasi masih harus dilakukan untuk kelanjutannya. Nah, terkait rencana pengadaan kapal perang, rupanya ada yang terlewatkan dari warganet, bahwa Kementerian Pertahanan Indonesia pada Agustus 2020 telah mengeluarkan LoI kepada Kemenhan Perancis untuk pengadaan frigat La Fayette Class. (more…)

Brasil Luncurkan Humaitá S41, Unit Kedua Kapal Selam Scorpene-BR (Riachuelo Class)

(Naval Group)

Berjarak ribuan kilometer dari Indonesia, 11 Desember lalu, galangan lokal Brasil, Itaguaí Construções Navais (ICN) telah meluncurkan Humaitá (S41), yaitu kapal selam kedua dari Scorpene-BR (Riachuelo Class). Mengapa ini layak disampaikan, lantaran Scorpene cita rasa Brasil inilah yang belum lama ini banyak diperbincangkan oleh warganet, dimana Naval Group menawarkan desain Riachuelo Class untuk Indonesia. (more…)

Indonesia Jajaki Akuisisi Kapal Selam Scorpene ala Brasil (Riachuelo Class)

Naval Group (d/h DCNS) bukanlah nama baru dalam jagad peserta kompetisi pada program pengadaan kapal selam TNI AL. Persisnya sejak tahun 2015, telah terjalin komunikasi yang intens antara Indonesia dan Perancis untuk pengadaan kapal selam, kala itu yang mencuat adalah Scorpene 1000, yang dikenal sebagai varian ‘mini’ dari Scorpene Class. Dan setelah lama tak tersebut namanya, nama Naval Group kembali mencuat, khususnya dikaitkan dengan diskusi intens lanjutan atas keinginan Indonesia untuk mengakuisisi Scorpene Class. (more…)

Mengkrak Tak Jelas, Menhan Malaysia Buka Opsi Batalkan Kontrak Pengadaan Frigat Stealth Maharaja Lela Class

Apa yang dialami Malaysia atas kasus frigat stealth (Gowind) Maharaja Lela Class adalah pelajaran penting dalam program pengadaan alutsista bernilai strategis. Karena begitu lama mangkrak tak jelas, Pemerintah Malaysia kini tengah mempertimbangkan beberapa opsi untuk mengakhiri kasus frigat Maharaja Lela Class, termasuk tidak menutup kemungkinan untuk membatalkan kontrak dengan pembuat kapal lokal, Boustead Naval Shipyard Sdn Bhd. (more…)