
Angkatan Laut Diraja Malaysia (TLDM) kini tengah bersiap melakukan lompatan besar dalam meningkatkan daya deteren armada maritimnya melalui rencana ambisius pengadaan sistem rudal anti kapal baru yang terstandarisasi. (more…)

Angkatan Laut Diraja Malaysia (TLDM) kini tengah bersiap melakukan lompatan besar dalam meningkatkan daya deteren armada maritimnya melalui rencana ambisius pengadaan sistem rudal anti kapal baru yang terstandarisasi. (more…)

Setelah melalui perjalanan panjang yang penuh dengan dinamika dan penundaan selama bertahun-tahun, proyek kapal perang Littoral Combat Ship (LCS) milik Angkatan Laut Diraja Malaysia (TLDM) akhirnya mencapai tonggak sejarah yang sangat dinantikan. (more…)

Meski pembangunannya diwarnai delay panjang dengan sejumlah polemik, fregat Angkatan Laut Malaysia Maharaja Lela class, rupanya dibekali persenjataan unik, yaitu pada haluan terpasang meriam Bofors 57 MK.3 L70 Naval Gun dengan Stealth Cupola, menjadikan Maharaja Lela kapal perang kedua yang mengadopsi Bofors MK110 dengan stealth cupola setelah korvet Visby class milik Angkatan Laut Swedia. (more…)

KD Raja Muda Nala (2502), yakni unit kedua dari fregat Maharaja Lela class akhirnya diluncurkan pada tanggal 9 Mei 2025, menyiratkan waktu yang panjang dalam pembangunan kapal perang, yang mana peletakan lunas KD Raja Muda Nala dilakukan pada 28 Februari 2017. Disebut juga sebagai Littoral Combat Ship (LSC) dari basis korvet Gowind class, KD Raja Muda Nala diluncurkan di galangan kapal Lumut. (more…)

Didera beragam masalah, fregat atau LCS (Littoral Combat Ship) kebanggaan Angkatan Laut Malaysia, Maharaja Lela 2501 rencananya baru akan komisioning pada tahun 2026. Terlepas masalah yang menerpa, Maharaja Lela class sejatinya adalah kapal kombatan canggih dengan desain mengacu pada desain korvet Gowind 2500 dari Naval Group. Dan tahukah Anda, bahwa fregat Maharaja Lela class ternyata punya kesamaan jenis radar utama dengan fregat RE Martadinata class TNI AL. (more…)

Setelah tertunda tujuh tahun, akhirnya frigat Maharaja Lela class, atau disebut juga Littoral Combat Chip (LCS) telah memasuki air di galangan Boustead Heavy Industries Corporation pada 25 Mei 2024. Flagship Angkatan Laut Malaysia tersebut adalah KD Maharaja Lela dengan nomer lambung 2501. Dan ada kabar lanjutan, bahwa KD Maharaja Lela direncanakan akan memulai tahapan sea trial pada bulan November 2024. (more…)

Setelah tertunda tujuh tahun lamanya, akhirnya ada kabar datang dari Negeri Jiran, bahwa kapal pertama dari frigat Maharaja Lela class, atau disebut juga Littoral Combat Chip (LCS), telah memasuki air di galangan Boustead Heavy Industries Corporation. Flagship Angkatan Laut Malaysia tersebut adalah KD Maharaja Lela dengan nomer lambung 2501. (more…)

Kementerian Pertahanan Malaysia sejak Mei 2021 telah memutuskan bahwa proyek Littoral Combat Ship (LCS) Maharaja Lela class yang mangkrak akan dilanjutkan kembali. Namun, keputusan itu pun tak berjalan mulus, pada Februari 2022, dikabarkan jumlah pesanan LCS Maharaja Lela class akan dikurangi. Pengurangan jumlah rupanya tak menyelesaikan persoalan, lantaran dibutuhkan kucuran dana besar untuk melanjutkan proyek LCS yang lama mangkrak ini. (more…)

Kilas balik ke Mei 2021, saat itu Menteri Pertahanan Malaysia, Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob mengatakan, bahwa pemerintah telah menyetujui Boustead Group untuk melanjutkan proyek Littoral Combat Ship (LCS) Maharaja Lela class yang telah ditunda sejak 2019. Setelah lama mangkrak, maka pernyataan tersebut menjadi angin segar bagi modernisasi Angkatan Laut Kerajaan Malaysia. (more…)

Setelah lama mangkrak dan mempermalukan Malaysia dalam jagad alutsista regional, ada kabar bahwa frigat stealth Maharaja Lela Class, proyeknya akan dilanjutkan kembali. Dari enam unit yang dipesan, frigat yang dibangun dari basis Gowind Class ini telah diluncurkan satu unit (Maharaja Lela 2501). Sementara tiga lainnya – Syarif Masahor 2502, Raja Mahadi 2503 dan Mat Salleh 2504 sempat ke fase produksi, meski akhirnya ikut berstatus mangkrak. (more…)